Kembali
Panin Sekuritas - Panin News 13 Oktober 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Pasar US kemarin ditutup melemah, DJIA +0,38%, S&P 500 -0,06% dan Nasdaq -0,44%. Patut dicermati bahwa yield dari saham US lebih rendah dibandingkan yield obligasi, terendah sejak 2009, yang mengindikasikan valuasi premium untuk pasar saham di US. Patut dicermati juga bahwa sektor properti tertekan di US, yang saat ini underperform S&P 500 dengan margin terbesar sepanjang sejarah.
Pasar Eropa kemarin ditutup menguat, Stoxx 600 +0,65%, DAX +0,76% dan FTSE +0,99%. Presiden Ukraina, Zelensky, menyatakan bahwa Russia melakukan pemblokiran ekspor biji-bijian dari Ukraina dan melihat bahwa ada potensi krisis agrikultur dalam 2 bulan lagi dan tidak akan ada cukup makanan untuk Asia, Afrika dan Timur Tengah.
Pagi ini bursa Jepang -5,93%, Hongkong -0,41%, Shanghai -0,96%, dan Taiwan -1,22%. Pasar Asia pagi ini dibuka melemah. Investor masih akan mencermati kebijakan moneter yang lebih ketat atau higher for longer, setelah rilis data menunjukan bahwa 15 dari 33 sentral bank besar telah menaikkan suku bunga dalam 6 bulan terakhir atau ~45%, yang mendekati periode 2011 dan 2018 sebanyak ~55%. Harga minyak juga masih tinggi setelah Zelensky menyatakan bahwa Russia telah menyerang 6 fasilitas energi Ukraina.
Harga timah naik +1,13% menjadi USD53.500/MT seiring dengan optimisme permintaan yang masih tinggi dari infrastruktur AI, sementara itu batu bara naik +0,34% menjadi USD149/MT dan emas turun -0,40% menjadi USD4.177/oz. Yield obligasi AS 10 tahun stabil di level 5,238. Harga minyak brent naik +1,84% menjadi USD106/barel, didorong oleh meningkatnya risiko gangguan supply minyak di Timur Tengah setelah serangan rudal dan drone oleh kelompok Houthi yang menargetkan Riyadh, sehingga meningkatkan potensi keterlibatan AS dalam konflik regional. Risiko supply juga diperkuat oleh berlanjutnya serangan Rusia terhadap infrastruktur energi Ukraina dan ancaman balasan Ukraina, sehingga meningkatkan ketidakpastian terhadap pasokan energi global. Eskalasi konflik di Timur Tengah dan Eropa berpotensi mempertahankan risk premium geopolitik pada harga minyak, terutama apabila gangguan terhadap infrastruktur energi dan jalur distribusi semakin meluas.
Pada penutupan perdagangan kemarin total transaksi tercatat sebesar Rp13,7 triliun danasing catat pembelian bersih sebesar Rp143 miliar, IHSG ditutup melemah -2,59%.
Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah, disebabkan oleh: (1) tensi geopolitik yang masih tinggi di global, (2) kembali naiknya harga minyak, (3) melemahnya Rupiah, serta (4) serta potensi likuiditas tertekan untuk menyesuaikan dengan regulasi fre float.
Full report:
https://pans.id/PaninNews13Oktober2026
Pasar US kemarin ditutup melemah, DJIA +0,38%, S&P 500 -0,06% dan Nasdaq -0,44%. Patut dicermati bahwa yield dari saham US lebih rendah dibandingkan yield obligasi, terendah sejak 2009, yang mengindikasikan valuasi premium untuk pasar saham di US. Patut dicermati juga bahwa sektor properti tertekan di US, yang saat ini underperform S&P 500 dengan margin terbesar sepanjang sejarah.
Pasar Eropa kemarin ditutup menguat, Stoxx 600 +0,65%, DAX +0,76% dan FTSE +0,99%. Presiden Ukraina, Zelensky, menyatakan bahwa Russia melakukan pemblokiran ekspor biji-bijian dari Ukraina dan melihat bahwa ada potensi krisis agrikultur dalam 2 bulan lagi dan tidak akan ada cukup makanan untuk Asia, Afrika dan Timur Tengah.
Pagi ini bursa Jepang -5,93%, Hongkong -0,41%, Shanghai -0,96%, dan Taiwan -1,22%. Pasar Asia pagi ini dibuka melemah. Investor masih akan mencermati kebijakan moneter yang lebih ketat atau higher for longer, setelah rilis data menunjukan bahwa 15 dari 33 sentral bank besar telah menaikkan suku bunga dalam 6 bulan terakhir atau ~45%, yang mendekati periode 2011 dan 2018 sebanyak ~55%. Harga minyak juga masih tinggi setelah Zelensky menyatakan bahwa Russia telah menyerang 6 fasilitas energi Ukraina.
Harga timah naik +1,13% menjadi USD53.500/MT seiring dengan optimisme permintaan yang masih tinggi dari infrastruktur AI, sementara itu batu bara naik +0,34% menjadi USD149/MT dan emas turun -0,40% menjadi USD4.177/oz. Yield obligasi AS 10 tahun stabil di level 5,238. Harga minyak brent naik +1,84% menjadi USD106/barel, didorong oleh meningkatnya risiko gangguan supply minyak di Timur Tengah setelah serangan rudal dan drone oleh kelompok Houthi yang menargetkan Riyadh, sehingga meningkatkan potensi keterlibatan AS dalam konflik regional. Risiko supply juga diperkuat oleh berlanjutnya serangan Rusia terhadap infrastruktur energi Ukraina dan ancaman balasan Ukraina, sehingga meningkatkan ketidakpastian terhadap pasokan energi global. Eskalasi konflik di Timur Tengah dan Eropa berpotensi mempertahankan risk premium geopolitik pada harga minyak, terutama apabila gangguan terhadap infrastruktur energi dan jalur distribusi semakin meluas.
Pada penutupan perdagangan kemarin total transaksi tercatat sebesar Rp13,7 triliun danasing catat pembelian bersih sebesar Rp143 miliar, IHSG ditutup melemah -2,59%.
Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah, disebabkan oleh: (1) tensi geopolitik yang masih tinggi di global, (2) kembali naiknya harga minyak, (3) melemahnya Rupiah, serta (4) serta potensi likuiditas tertekan untuk menyesuaikan dengan regulasi fre float.
Full report:
https://pans.id/PaninNews13Oktober2026

