Kembali
Panin Sekuritas - Trading Idea 13 Oktober 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Bursa pada Sesi I. IHSG melemah -0,42% ke level 5.911,46 pada sesi 1 perdagangan hari ini seiring tensi geopolitik yang masih tinggi di global, harga minyak yang kembali tinggi, melemahnya nilai tukar rupiah ke level Rp17.923 / USD, serta potensi likuiditas tertekan untuk menyesuaikan dengan regulasi free float. Kehati-hatian juga terjadi menjelang laporan CPI, PPI, dan perdagangan di mitra dagang utama, China, akhir pekan ini.
Bursa Regional. Bursa Asia pada sesi 1 bergerak mixed, dimana Bursa Singapura menguat +0,39%, Malaysia menguat +0,15%, sementara Korea melemah â??6,30%, diikuti Jepang -2,20 %, Filipina -0,82%, Shanghai -0,27%, dan Hongkong -0,39%. Bursa Kospi tertekan paling dalam sejalan dengan penurunan saham-saham teknologi di AS, akibat kekhawatiran atas monopoli perusahaan-perusahaan chip di tengah indikasi kemajuan teknologi pada chip Tiongkok. Adapun investor tengah menanti rilis data IHK (CPI) Tiongkok dan AS untuk Sep-26, sementara data terkini menunjukkan Producer Price Indeks Jepang tumbuh melambat, +6,8% YoY pada Sep-26 (prev: +7,6% YoY), sementara data Bank Lending Jepang tercatat flat, +5,3% YoY di Sep-26.
Indeks sektoral. Pada sesi 1, indeks sektoral ditutup mixed dengan pelemahan terdalam dicatat oleh sektor Technology -1,23% sejalan dengan penurunan saham-saham teknologi di AS, sementara sektor Property dan Energy masing-masing mengalami penguatan +0,57% dan +0,62%, sektor Energy meguat ditopang oleh CUAN (+3,82%) yang rebound setelah terkoreksi -14,94% pada perdagangan kemarin (12/10), bersamaan dengan emiten afiliasi grup Barito lainnya akibat rumor bahwa OJK akan mengumumkan hasil investigasi dugaan manipulasi harga saham sejumlah emiten di sektor energi terbarukan dan batubara dengan potensi denda hingga ratusan miliar rupiah.
Komoditas & Nilai Tukar. Harga komoditas bergerak mixed, Timah menguat +1,13%, Emas menguat +0,44%, Batubara menguat +0,34%, sementara Minyak Brent melemah -1,09 %, dan Nikel melemah -0,07%. Minyak Brent turun ke level $105 / barel pada Selasa (13/10), mengakhiri kenaikan selama tiga sesi berturut-turut saat investor menimbang dampak ekspor diesel Rusia di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Rusia melonggarkan sebagian pembatasan ekspor dieselnya pada 10 Oktober setelah mencapai kesepakatan dengan AS, sehingga membantu meredakan kendala pasokan di pasar bahan bakar global. Namun, para anggota parlemen AS berpendapat bahwa kesepakatan Presiden Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin tampaknya melanggar hukum AS yang melarang impor energi Rusia sampai Moskow mengakhiri agresinya terhadap Ukraina.
Nilai Perdagangan. Perdagangan di pasar regular di sepanjang sesi I dengan nilai transaksi sekitar hampir Rp5,6 triliun, lebih rendah dari transaksi perdagangan Senin kemarin. Dari nilai transaksi pada sesi 1 didominasi oleh transaksi saham technology, financials, dan energy.
Yield SUN. Yield obligasi 5 tahun turun, sementara tenor 10 tahun naik di tengah pelemahan Rupiah yang meningkatkan tekanan terhadap stabilitas pasar keuangan domestik.
Rekomendasi Saham
CUAN closing 680 tertinggi 685, +BUMI, pilihan saham-saham dengan frekuensi perdagangan tertinggi untuk scalping (trading cepat).
Full Report
https://pans.id/TradingIdea13Oktober2026
Bursa pada Sesi I. IHSG melemah -0,42% ke level 5.911,46 pada sesi 1 perdagangan hari ini seiring tensi geopolitik yang masih tinggi di global, harga minyak yang kembali tinggi, melemahnya nilai tukar rupiah ke level Rp17.923 / USD, serta potensi likuiditas tertekan untuk menyesuaikan dengan regulasi free float. Kehati-hatian juga terjadi menjelang laporan CPI, PPI, dan perdagangan di mitra dagang utama, China, akhir pekan ini.
Bursa Regional. Bursa Asia pada sesi 1 bergerak mixed, dimana Bursa Singapura menguat +0,39%, Malaysia menguat +0,15%, sementara Korea melemah â??6,30%, diikuti Jepang -2,20 %, Filipina -0,82%, Shanghai -0,27%, dan Hongkong -0,39%. Bursa Kospi tertekan paling dalam sejalan dengan penurunan saham-saham teknologi di AS, akibat kekhawatiran atas monopoli perusahaan-perusahaan chip di tengah indikasi kemajuan teknologi pada chip Tiongkok. Adapun investor tengah menanti rilis data IHK (CPI) Tiongkok dan AS untuk Sep-26, sementara data terkini menunjukkan Producer Price Indeks Jepang tumbuh melambat, +6,8% YoY pada Sep-26 (prev: +7,6% YoY), sementara data Bank Lending Jepang tercatat flat, +5,3% YoY di Sep-26.
Indeks sektoral. Pada sesi 1, indeks sektoral ditutup mixed dengan pelemahan terdalam dicatat oleh sektor Technology -1,23% sejalan dengan penurunan saham-saham teknologi di AS, sementara sektor Property dan Energy masing-masing mengalami penguatan +0,57% dan +0,62%, sektor Energy meguat ditopang oleh CUAN (+3,82%) yang rebound setelah terkoreksi -14,94% pada perdagangan kemarin (12/10), bersamaan dengan emiten afiliasi grup Barito lainnya akibat rumor bahwa OJK akan mengumumkan hasil investigasi dugaan manipulasi harga saham sejumlah emiten di sektor energi terbarukan dan batubara dengan potensi denda hingga ratusan miliar rupiah.
Komoditas & Nilai Tukar. Harga komoditas bergerak mixed, Timah menguat +1,13%, Emas menguat +0,44%, Batubara menguat +0,34%, sementara Minyak Brent melemah -1,09 %, dan Nikel melemah -0,07%. Minyak Brent turun ke level $105 / barel pada Selasa (13/10), mengakhiri kenaikan selama tiga sesi berturut-turut saat investor menimbang dampak ekspor diesel Rusia di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Rusia melonggarkan sebagian pembatasan ekspor dieselnya pada 10 Oktober setelah mencapai kesepakatan dengan AS, sehingga membantu meredakan kendala pasokan di pasar bahan bakar global. Namun, para anggota parlemen AS berpendapat bahwa kesepakatan Presiden Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin tampaknya melanggar hukum AS yang melarang impor energi Rusia sampai Moskow mengakhiri agresinya terhadap Ukraina.
Nilai Perdagangan. Perdagangan di pasar regular di sepanjang sesi I dengan nilai transaksi sekitar hampir Rp5,6 triliun, lebih rendah dari transaksi perdagangan Senin kemarin. Dari nilai transaksi pada sesi 1 didominasi oleh transaksi saham technology, financials, dan energy.
Yield SUN. Yield obligasi 5 tahun turun, sementara tenor 10 tahun naik di tengah pelemahan Rupiah yang meningkatkan tekanan terhadap stabilitas pasar keuangan domestik.
Rekomendasi Saham
CUAN closing 680 tertinggi 685, +BUMI, pilihan saham-saham dengan frekuensi perdagangan tertinggi untuk scalping (trading cepat).
Full Report
https://pans.id/TradingIdea13Oktober2026

