Kembali
Panin Sekuritas - Panin News 14 Oktober 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Pasar US kemarin ditutup melemah, DJIA -0,35%, S&P 500 -0,02% dan Nasdaq -0,15%. Patut dicermati, ETF semikonduktor VanEck kembali terkoreksi selama 6 hari berturut-turut karena kekhawatiran terkait dengan potensi bubble spending untuk AI dan juga kompetisi dengan China. Patut dicermati, indeks Dollar (DXY) naik ke level 102 yang merupakan level tertinggi dalam 1,5 tahun terakhir, karena meningkatnya yield obligasi US. Namun patut dicermati, defisit fiskal di US diperkirakan akan melebar ke 6,1% pada 2027, terbesar sejak 2012 (excl. pandemi 2020-2021) dan beberapa negara seperti Jerman di 4,1% (2025: 2,7%) paling besar sejak 2010 dan Jepang di 2,5% (2025: 0,7%) terbesar sejak 2022, yang meningkatkan kekhwatiran potensi krisis utang.
Pasar Eropa kemarin ditutup melemah, Stoxx 600 -0,10%, DAX -0,07% dan FTSE -0,06%. Investor masih relatif defensif setelah money market fund tercatat inflow sebesar USD166,4 miliar, inflow mingguan terbesar sejak Apr-20, yang mengindikasikan posisi investor yang lebih defensif.
Pagi ini bursa Jepang +0,27%, Korea Selatan +1,1%, Shanghai -0,01%, dan Singapura +0,12%. Pasar Asia pagi ini dibuka bervariasi. Rilis pertumbuhan ekonomi Singapore tercatat lebih baik dari ekspektasi di 5,4% (est: 5%) dan hingga akhir tahun diperkirakan tumbuh 4,5-5,5% (est sebelumnya: 2-4%). Tensi geopolitik masih tinggi setelah Presiden US, Donald Trump, mengutuk apa yang dilakukan oleh Yemen Houthi dan tidak akan lupa dengan apa yang dilakukan dan berjanji akan melakukan tindakan setelah mid-term election di 3 Nov-26. Rilis data kurang positif di China, setelah tenaga kerja mencatatkan net decline sebanyak 9,9 juta paling buruk ke-2 dalam sejarah.
Harga CPO Malaysia naik +4,71% menjadi MYR4.398/MT seiring dengan lonjakan permintaan yang solid pada awal Oktober dengan data ekspor dilaporkan naik +37,7% MoM, sementara itu emas naik +0,10% menjadi USD4.181/oz dan timah turun -0,93% menjadi USD53.000/MT. Yield obligasi AS 10 tahun turun -3,0bps ke level 5,208. Harga batu bara naik +0,70% menjadi USD150/MT, didorong oleh masih tingginya tensi geopolitik di Timur Tengah yang meningkatkan risiko gangguan pasokan energi dan menjaga harga LNG tetap tinggi, sehingga batu bara semakin kompetitif sebagai alternatif pembangkit listrik menjelang musim dingin. Patut dicermati, ekspor batu bara Indonesia melalui jalur laut pada Sep-26 naik tipis menjadi 36,45 juta ton (+0,52% MoM) setelah turun selama 3 bulan berturut-turut, meskipun masih turun -18,11% YoY akibat ketidakpastian regulasi dan rendahnya permukaan sungai yang menghambat pengiriman. Selain itu, IEA juga memperkirakan konsumsi batu bara global akan mencapai rekor tertinggi pada 2026.
Pada penutupan perdagangan kemarin total transaksi tercatat sebesar Rp10,7 triliun danasing catat pembelian bersih sebesar Rp570 miliar, IHSG ditutup melemah -0,17%.
Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan menguat, didorong oleh: (1) tensi geopolitik yang sedikit mereda, (2) Rupiah yang lebi stabil, serta (3) mulai kembali masuknya dana asing, serta (4) murahnya valuasi IHSG saat ini.
Full report:
https://pans.id/PaninNews14Oktober2026
Pasar US kemarin ditutup melemah, DJIA -0,35%, S&P 500 -0,02% dan Nasdaq -0,15%. Patut dicermati, ETF semikonduktor VanEck kembali terkoreksi selama 6 hari berturut-turut karena kekhawatiran terkait dengan potensi bubble spending untuk AI dan juga kompetisi dengan China. Patut dicermati, indeks Dollar (DXY) naik ke level 102 yang merupakan level tertinggi dalam 1,5 tahun terakhir, karena meningkatnya yield obligasi US. Namun patut dicermati, defisit fiskal di US diperkirakan akan melebar ke 6,1% pada 2027, terbesar sejak 2012 (excl. pandemi 2020-2021) dan beberapa negara seperti Jerman di 4,1% (2025: 2,7%) paling besar sejak 2010 dan Jepang di 2,5% (2025: 0,7%) terbesar sejak 2022, yang meningkatkan kekhwatiran potensi krisis utang.
Pasar Eropa kemarin ditutup melemah, Stoxx 600 -0,10%, DAX -0,07% dan FTSE -0,06%. Investor masih relatif defensif setelah money market fund tercatat inflow sebesar USD166,4 miliar, inflow mingguan terbesar sejak Apr-20, yang mengindikasikan posisi investor yang lebih defensif.
Pagi ini bursa Jepang +0,27%, Korea Selatan +1,1%, Shanghai -0,01%, dan Singapura +0,12%. Pasar Asia pagi ini dibuka bervariasi. Rilis pertumbuhan ekonomi Singapore tercatat lebih baik dari ekspektasi di 5,4% (est: 5%) dan hingga akhir tahun diperkirakan tumbuh 4,5-5,5% (est sebelumnya: 2-4%). Tensi geopolitik masih tinggi setelah Presiden US, Donald Trump, mengutuk apa yang dilakukan oleh Yemen Houthi dan tidak akan lupa dengan apa yang dilakukan dan berjanji akan melakukan tindakan setelah mid-term election di 3 Nov-26. Rilis data kurang positif di China, setelah tenaga kerja mencatatkan net decline sebanyak 9,9 juta paling buruk ke-2 dalam sejarah.
Harga CPO Malaysia naik +4,71% menjadi MYR4.398/MT seiring dengan lonjakan permintaan yang solid pada awal Oktober dengan data ekspor dilaporkan naik +37,7% MoM, sementara itu emas naik +0,10% menjadi USD4.181/oz dan timah turun -0,93% menjadi USD53.000/MT. Yield obligasi AS 10 tahun turun -3,0bps ke level 5,208. Harga batu bara naik +0,70% menjadi USD150/MT, didorong oleh masih tingginya tensi geopolitik di Timur Tengah yang meningkatkan risiko gangguan pasokan energi dan menjaga harga LNG tetap tinggi, sehingga batu bara semakin kompetitif sebagai alternatif pembangkit listrik menjelang musim dingin. Patut dicermati, ekspor batu bara Indonesia melalui jalur laut pada Sep-26 naik tipis menjadi 36,45 juta ton (+0,52% MoM) setelah turun selama 3 bulan berturut-turut, meskipun masih turun -18,11% YoY akibat ketidakpastian regulasi dan rendahnya permukaan sungai yang menghambat pengiriman. Selain itu, IEA juga memperkirakan konsumsi batu bara global akan mencapai rekor tertinggi pada 2026.
Pada penutupan perdagangan kemarin total transaksi tercatat sebesar Rp10,7 triliun danasing catat pembelian bersih sebesar Rp570 miliar, IHSG ditutup melemah -0,17%.
Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan menguat, didorong oleh: (1) tensi geopolitik yang sedikit mereda, (2) Rupiah yang lebi stabil, serta (3) mulai kembali masuknya dana asing, serta (4) murahnya valuasi IHSG saat ini.
Full report:
https://pans.id/PaninNews14Oktober2026

