Kembali
Panin Sekuritas - Trading Idea 14 Oktober 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Bursa pada Sesi I. IHSG ditutup menguat +0,82% di level 5.974,29 pada sesi 1 perdagangan hari ini. Seiring dengan Rupiah yang kembali menguat ke level Rp17.888/USD dikarenakan indeks Dollar (DXY) naik ke level 102 yang merupakan level tertinggi dalam 1,5 tahun terakhir, karena meningkatnya yield obligasi US. Selain itu, IMF turut menaikan proyeksi pertumbuhan PDB Indonesia pada tahun 2026 menjadi 5,1% (prev: 5,0%) didukung oleh upaya keberlanjutan meningkatnya daya beli rumah tangga dan belanja pemerintah.
Bursa Regional. Bursa Asia bergerak mayoritas menguat sepanjang sesi I dimana Indeks Jepang +0,88%, Hong Kong +0,16%, Shanghai +0,01% Singapura -0,17%, danKorea +0,93%. Seiring dengan rilis data neraca perdagangan China tercatat surplus melebar pada Sep-26 menjadi USD133 miliar (prev: USD119 miliar) ditandai dengan surplus terbesar sejak Jan-25. Selain itu, laju tingkat inflasi China pada Sep-26 tercatat meningkat ke level +0,9% YoY (prev:0,8% YoY), meskipun masih berada di bawah konsensus di level 1,0%. Di lain sisi, pertumbuhan GDP Singapura pada 3Q26 tercatat tumbuh melandai ke level 5,4% YoY (prev: 6,2% YoY; cons: 5,0%).
Indeks sektoral. Indeks sektoral ditutup menguat pada sesi 1. penguatan terbesar terjadi pada sektor technology sebesar +2,43%, terutama pada emiten BELI (+13,48%) dan WIFI (+3,76%) seiring dengan jadwal RUPSLB WIFI yang akan diselenggarakan pada 21 Oktober 2026 dengan salah satu agenda mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan. Adapun juga, penguatan selanjutnya pada sektor property & real estate sebesar +2,11%, terutama pada emiten PANI (+9,24%) dan CBDK (+7,95%)
Komoditas & Nilai Tukar. Harga komoditas bergerak bervariasi. Dimana harga nikel -0,26%, minyak brent +0,60%, timah -0,93%, batu bara +0,70%, dan emas -0,41%. Harga batu bara naik +0,70% menjadi USD150/MT, didorong oleh masih tingginya tensi geopolitik di Timur Tengah yang meningkatkan risiko gangguan pasokan energi dan menjaga harga LNG tetap tinggi, sehingga batu bara semakin kompetitif sebagai alternatif pembangkit listrik menjelang musim dingin. Patut dicermati, ekspor batu bara Indonesia melalui jalur laut pada Sep-26 naik tipis menjadi 36,45 juta ton (+0,52% MoM) setelah turun selama 3 bulan berturut-turut, meskipun masih turun -18,11% YoY akibat ketidakpastian regulasi dan rendahnya permukaan sungai yang menghambat pengiriman. Selain itu, IEA juga memperkirakan konsumsi batu bara global akan mencapai rekor tertinggi pada 2026.
Nilai Perdagangan. Perdagangan di pasar regular di sepanjang sesi I dengan nilai transaksi sekitar hampir Rp4,7 triliun, lebih rendah dari transaksi perdagangan Selasa kemarin. Dari nilai transaksi pada sesi 1 didominasi oleh transaksi saham technology, financials, dan energy.
Yield SUN. Yield obligasi untuk tenor 5 tahun turun dan tenor 10 tahun naik, seiring dengan Rupiah yang mengalami penguatan ke level Rp17.888/USD.
Rekomendasi Saham
BRPT closing 1465 tertinggi 1480, +DSSA, pilihan saham-saham dengan frekuensi perdagangan tertinggi untuk scalping (trading cepat)
Full Report
https://pans.id/TradingIdea14Oktober2026
Bursa pada Sesi I. IHSG ditutup menguat +0,82% di level 5.974,29 pada sesi 1 perdagangan hari ini. Seiring dengan Rupiah yang kembali menguat ke level Rp17.888/USD dikarenakan indeks Dollar (DXY) naik ke level 102 yang merupakan level tertinggi dalam 1,5 tahun terakhir, karena meningkatnya yield obligasi US. Selain itu, IMF turut menaikan proyeksi pertumbuhan PDB Indonesia pada tahun 2026 menjadi 5,1% (prev: 5,0%) didukung oleh upaya keberlanjutan meningkatnya daya beli rumah tangga dan belanja pemerintah.
Bursa Regional. Bursa Asia bergerak mayoritas menguat sepanjang sesi I dimana Indeks Jepang +0,88%, Hong Kong +0,16%, Shanghai +0,01% Singapura -0,17%, danKorea +0,93%. Seiring dengan rilis data neraca perdagangan China tercatat surplus melebar pada Sep-26 menjadi USD133 miliar (prev: USD119 miliar) ditandai dengan surplus terbesar sejak Jan-25. Selain itu, laju tingkat inflasi China pada Sep-26 tercatat meningkat ke level +0,9% YoY (prev:0,8% YoY), meskipun masih berada di bawah konsensus di level 1,0%. Di lain sisi, pertumbuhan GDP Singapura pada 3Q26 tercatat tumbuh melandai ke level 5,4% YoY (prev: 6,2% YoY; cons: 5,0%).
Indeks sektoral. Indeks sektoral ditutup menguat pada sesi 1. penguatan terbesar terjadi pada sektor technology sebesar +2,43%, terutama pada emiten BELI (+13,48%) dan WIFI (+3,76%) seiring dengan jadwal RUPSLB WIFI yang akan diselenggarakan pada 21 Oktober 2026 dengan salah satu agenda mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan. Adapun juga, penguatan selanjutnya pada sektor property & real estate sebesar +2,11%, terutama pada emiten PANI (+9,24%) dan CBDK (+7,95%)
Komoditas & Nilai Tukar. Harga komoditas bergerak bervariasi. Dimana harga nikel -0,26%, minyak brent +0,60%, timah -0,93%, batu bara +0,70%, dan emas -0,41%. Harga batu bara naik +0,70% menjadi USD150/MT, didorong oleh masih tingginya tensi geopolitik di Timur Tengah yang meningkatkan risiko gangguan pasokan energi dan menjaga harga LNG tetap tinggi, sehingga batu bara semakin kompetitif sebagai alternatif pembangkit listrik menjelang musim dingin. Patut dicermati, ekspor batu bara Indonesia melalui jalur laut pada Sep-26 naik tipis menjadi 36,45 juta ton (+0,52% MoM) setelah turun selama 3 bulan berturut-turut, meskipun masih turun -18,11% YoY akibat ketidakpastian regulasi dan rendahnya permukaan sungai yang menghambat pengiriman. Selain itu, IEA juga memperkirakan konsumsi batu bara global akan mencapai rekor tertinggi pada 2026.
Nilai Perdagangan. Perdagangan di pasar regular di sepanjang sesi I dengan nilai transaksi sekitar hampir Rp4,7 triliun, lebih rendah dari transaksi perdagangan Selasa kemarin. Dari nilai transaksi pada sesi 1 didominasi oleh transaksi saham technology, financials, dan energy.
Yield SUN. Yield obligasi untuk tenor 5 tahun turun dan tenor 10 tahun naik, seiring dengan Rupiah yang mengalami penguatan ke level Rp17.888/USD.
Rekomendasi Saham
BRPT closing 1465 tertinggi 1480, +DSSA, pilihan saham-saham dengan frekuensi perdagangan tertinggi untuk scalping (trading cepat)
Full Report
https://pans.id/TradingIdea14Oktober2026

