Panin Sekuritas - Panin News 15 Oktober 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Pasar US kemarin ditutup melemah, DJIA -0,09%, S&P 500 -1,11% dan Nasdaq -1,88%. Rilis data consumer price index (CPI) atau inflasi di US naik ke 3,7% dengan inflasi inti naik ke 2,6% di Sep-26, yang tercatat lebih tinggi dari ekspektasi dan kenaikan diatas target inflasi The Fed 2% selama 67 bulan berturut-turut, yang didorong oleh kenaikan harga diesel. Hal ini mendorong probabilita kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan Okt-26 ini naik ke 43% (sebelumnya: <20%) berdasarkan polymarket.
Pasar Eropa kemarin ditutup menguat, Stoxx 600 +0,43%, DAX +0,15% dan FTSE +0,70%. Tensi geopolitik membaik, setelah US mempertimbangkan mengurangi sanksi untuk shadow fleet vessel, dimana ini adalah kapal yang digunakan untuk logistik barang yang terkena sanksi atau barang berisiko tinggi, dimana shadow fleet berkontribusi 17-19% dari kapal tanker minyak. Patut dicermati, bahwa US meminta untuk negara Eropa untuk unfreeze aset dari Russia, yang diharapkan dapat mengurangi tensi gepolitik.
Pagi ini bursa Jepang -3,91%, Korea Selatan -7,23%, Shanghai -0,01%, dan Singapura -0,48%. Pasar Asia pagi ini dibuka melemah. Nikkei terkoreksi ~3,8% di pagi ini dan Kospi ~6,9% disebabkan oleh kekhawatiran terkait dengan inflasi yang tinggi akan mendorong ruang kenaikan suku bunga dan akan memberi tekanan untuk sektor AI yang membutuhkan pendanaan besar. Patut dicermati, IRGC Iran menyatakan bahwa telah menghancurkan 5-6 kapal tanker semalam.
Harga emas turun -0,97% menjadi USD4.140/oz seiring dengan rilis data inflasi AS yang naik sehingga mendorong peluang kenaikan suku bunga The Fed, sementara itu minyak brent naik +0,35% menjadi USD106/barel dan copper turun -0,97% menjadi USD6,7/lbs. Yield obligasi AS 10 tahun turun -2,3bps ke level 5,185. Harga timah turun -3,58% menjadi USD51.100/MT, didorong oleh inflasi AS yang lebih tinggi dari ekspektasi sehingga meningkatkan potensi kenaikan suku bunga The Fed dan menekan harga logam dasar. Tekanan harga juga diperkuat oleh pelemahan saham sektor AI dan semikonduktor AS, yang memicu kekhawatiran terhadap prospek permintaan timah dari industri elektronik, meskipun kebutuhan jangka panjang dari AI data center masih menjadi penopang. Namun demikian, downside berpotensi terbatas oleh ketatnya supply akibat pemeliharaan smelter Yunnan Tin hingga pertengahan Nov-26, pemulihan produksi tambang Myanmar yang baru mencapai 40%-50% dari level sebelum penghentian, serta rendahnya inventory timah LME di 4.180 ton per 13 Okt-26.
Pada penutupan perdagangan kemarin total transaksi tercatat sebesar Rp11,2 triliun danasing catat penjualan bersih sebesar Rp1,1 triliun, IHSG ditutup menguat +0,29%.
Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah, disebabkan oleh: (1) sentimen negatif koreksi indeks regional seperti Nasdaq, Kospi dan Nikkei, (2) melemahnya harga komoditas, serta (3) masih derasnya outflow dana asing.
Full report:
https://pans.id/PaninNews15Oktober2026

