Panin Sekuritas - Trading Idea 15 Oktober 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Bursa pada Sesi I. IHSG ditutup melemah -2,16% ke level 5.814,72 pada sesi I setelah mencatatkan penguatan tipis pada perdagangan kemarin. Kami mencermati sentimen domestik yang turut ter-spillover oleh melemahnya pasar Asia dan AS seiring terjadinya flight-to-safety menuju pasar obligasi AS. Kami juga mencermati pelemahan IHSG yang diiringi depresiasi Rupiah sebesar -0,26% serta yield SBN relatif naik, mengindikasikan pergerakan modal yang relatif outflow menuju aset safe haven berdenominasi USD. Pasar juga mulai berfokus pada jelang keputusan index review MSCI pada Nov-26 dengan base case tetap pada kemungkinan MSCI melanjutkan interim freeze terhadap kenaikan Foreign Inclusion Factors (FIF) and Number of Shares (NOS) saham Indonesia sekaligus peniadaan addition ke indeks MSCI EM. Kendati demikian, rilis data ekspor-impor Tiongkok per Sep-26 yang better-than-expected dapat menjadi katalis positif bagi makro domestik, terutama terhadap neraca dagang Indonesia dan bantalan cadev, yang dapat memicu BI kembali melanjutkan hold rate.
Bursa Regional. Bursa Asia bergerak melemah sepanjang sesi I, kecuali pasar Filipina. Pasar Korea dan Jepang mencatatkan pelemahan yang paling signifikan seiring eksposurnya yang tinggi terhadap emiten sektor teknologi. Kami mencermati tengah terjadi flight-to-safety seiring permintaan aset safe-haven melonjak tinggi. Aksi jual di pasar saham global yang relatif dalam diiringi obligasi pemerintah AS (UST) yang menguat dengan UST 10-Yr mencatatkan penurunan yield yang signifikan dari peak level 5,3% hingga turun 20bps di kisaran 5,1%. Indeks saham Asia Pasifik MSCI Inc. merosot 3,1%, menuju penutupan terendah sejak Jul-26, dengan Indeks Kospi Korea memimpin penurunan di kawasan ini bahkan memicu trading halt. Indeks tersebut diperkirakan akan mencatatkan penutupan terlemah sejak Apr-26 karena Samsung Electronics Co. dan SK Hynix Inc. sama-sama merosot sekitar 10%. Anjloknya saham-saham chip ini dipicu oleh para trader yang meningkatkan taruhan mereka terhadap rilis data inflasi CPI AS yang higher-than-expected, yang mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed, meskipun base case pasar masih menyiratkan The Fed akan rate hold pada FOMC Okt-26.
Indeks sektoral. Indeks sektoral ditutup melemah pada sesi I, dengan pelemahan terdalam tercatat pada sektor energi -3,71% dan bahan baku -3,40%. Keduanya terbebani oleh pelemahan pada emiten DSSA (-5,03%), BUMI (-4,85%), BRMS (-8,11%), dan TPIA (-5,67%). Sentimen utama masih berasal dari kekhawatiran pasar mengenai saham-saham High Shareholding Concentration (HSC) dan menyoroti tindakan-tindakan lanjutan terhadap emiten HSC.
Komoditas & Nilai Tukar. Harga komoditas tercatat mixed, dengan sorotan utama pada kenaikan harga emas +0,11% dan turunnya harga timah -3,58%. Harga timah terkoreksi cukup dalam seiring dengan sentimen sektor AI-related yang tengah relatif tertekan. Di sisi lain, harga emas masih tercatat imbas turunnya harga minyak global dan meredanya yield UST, walau sempat anjlok ke level USD4.080/ons imbas lonjakan yield UST ke level 5,3%. Rupiah melemah ke level Rp17.950/USD.
Nilai Perdagangan. Perdagangan di pasar regular di sepanjang sesi I dengan nilai transaksi sekitar hampir Rp6,1 triliun, lebih tinggi dari transaksi perdagangan Rabu kemarin. Dari nilai transaksi pada sesi 1 didominasi oleh transaksi saham basic materials, financials, dan energy.
Yield SBN. Yield obligasi bergerak naik, baik pada tenor 5 naik maupun tenor 10 turun seiring reli aksi beli pada pasar obligasi AS dan memberikan tekanan pada obligasi EM.
Full Report
https://pans.id/TradingIdea15Oktober2026

