Company Update: ARCI (NOT RATED): Beyond Bullion -
Oleh Tim Riset Panin SekuritasPT Archi Indonesia Tbk (ARCI) merupakan produsen emas terintegrasi yang mengoperasikan Tambang Emas Toka Tindung di Sulawesi Utara melalui MSM dan TTN, dengan gold reserves 3,9 Moz dan resources 5,5 Moz berdasarkan JORC 2020. Pada 6M26, pendapatan mencapai USD322 juta (+67,5% YoY) dan laba bersih USD80 juta (+132,8% YoY), ditopang kenaikan produksi dan perbaikan margin. Ke depan, kami melihat ruang pertumbuhan dari ramp-up Araren dan Marawuwung, kontribusi underground Kopra mulai FY27F, serta ekspansi kapasitas pabrik pengolahan dari 4 Mtpa menjadi 6 Mtpa dengan commissioning FY28F. Patut dicermati, volatilitas harga emas masih tinggi di tengah stance The Fed. Saat ini ARCI diperdagangkan pada implied EV/Production 0,3x (peers: 0,7x).
Pure-play emas dengan fase pemulihan produksi. ARCI merupakan produsen emas terintegrasi yang mengoperasikan 100% Tambang Emas Toka Tindung di Sulawesi Utara melalui PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN), dengan area konsesi ~39.817 Ha dan pengolahan menggunakan pabrik CIL. Aset Toka Tindung mencakup beberapa pit, antara lain Toka, Araren, Alaskar dan Marawuwung, sementara Kopra diarahkan ke pengembangan underground. Berdasarkan JORC terakhir, ARCI memiliki 3,9 Moz gold reserves dan 5,5 Moz gold resources, meski angka tersebut masih mengacu pada 2020. Produksi sempat mencapai 270 koz pada 2018 sebelum menurun akibat kombinasi kadar bijih yang lebih rendah, SR yang meningkat, serta gangguan operasional di Araren akibat longsor di 2022 yang menekan produksi dan membuat pit tersebut belum beroperasi penuh hingga 2024. Saat ini, ARCI memasuki fase recovery dan growth, ditopang ramp-up Araren dan Marawuwung serta pengembangan tambang underground Kopra untuk meningkatkan produksi dan grade ke depan.
Volatilitas jangka pendek tinggi, namun permintaan tetap kuat. Harga emas berada di sekitar USD4.126/oz (+3,54% YoY), namun turun dari level tertinggi di atas USD5.400/oz pada Jan-26. Dalam jangka pendek, kami melihat volatilitas masih tinggi karena stance The Fed yang relatif hawkish seiring dengan inflasi AS yang masih di atas target, dimana ekspektasi pasar saat ini melihat setidaknya ada 1x kenaikan suku bunga hingga akhir 2026E. Namun patut dicermati, tren jangka panjang tetap solid ditopang oleh tren dedolarisasi dan pembelian dari bank sentral. Pada akhir 2025, emas telah menjadi aset cadangan terbesar bank sentral dengan porsi ~27%, atau melampaui UST sebesar ~22% untuk pertama kalinya sejak 1996. Di sisi lain, PBoC juga terus mempertahankan pembelian emas selama 22 bulan berturut-turut, dengan kepemilikan mencapai 76,73 juta oz (~9% dari total reserves). Selain itu, kepemilikan global gold ETF mencapai rekor 4.189t (+13,5% YoY) pada Ags-26, sehingga menunjukkan demand investasi yang masih solid. Namun patut dicermati, kondisi emas domestik sedang dibayangi kondisi oversupply pasca implementasi tarif bea keluar hingga 15%, dimana ekspor emas Indonesia hingga 3Q26 tertekan menjadi hanya 3,74 juta ton (FY25: 19,7 juta ton). Kondisi ini juga meningkatkan bargaining power untuk pemain downstream (refiners) agar dapat mendapatkan diskon yang tinggi sehingga menekan margin untuk miners.
Earnings positif ditopang kenaikan produksi. Perseroan mencatatkan pendapatan 6M26 sebesar USD322 juta (+67,5% YoY), dimana kenaikan ini ditopang oleh produksi emas yang lebih tinggi, meskipun dari segi ASP di 2Q26 sedikit tertekan -11,1% QoQ. EBITDA perseroan tercatat sebesar USD151 juta (+81,2% YoY), ditopang oleh efisiensi operasional perseroan yang berhasil menurunkan COGS/Sales ke level 54,7% (6M25: 59,6%). Adapun dari segi laba bersih, 6M26 tercatat solid sebesar USD80 juta (+132,8% YoY) dengan NPM meningkat menjadi 24,9% (6M25: 17,9%), dimana kenaikan ini turut didukung oleh peningkatan pendapatan lain-lain dari revenue perak (+279,6% YoY) seiring dengan kenaikan harga jual perak yang signifikan, sejalan dengan tren kenaikan harga emas. Patut dicermati, perak sendiri merupakan by-product dari pengolahan bijih emas. Kondisi keuangan perseroan lebih baik dengan net gearing turun ke level 1,13x (6M25: 1,23x).
Bisnis downstream dan ekspansi upstream. ARCI menjalankan bisnis downstream melalui PT Elang Mulia Abadi Sempurna (EMAS), perusahaan patungan dengan PT Royal Raffles Capital dengan kepemilikan ARCI sebesar 51%, yang berfokus pada gold refining, minting dan penjualan emas batangan melalui brand Lotus Archi/Emas Merah Putih. Pada 6M26, EMAS menyumbang sekitar ~22% pendapatan konsolidasian ARCI, meski utilisasi refinery masih sekitar 30% dari kapasitas 30 tpa, memberikan ruang ramp-up tanpa tambahan kapasitas. Di sisi hulu, feasibility study peningkatan kapasitas pabrik pengolahan dari 4 Mtpa menjadi 6 Mtpa telah selesai, dengan commissioning ditargetkan FY28F, sehingga berpotensi meningkatkan throughput dan produksi emas. Sementara itu, pengembangan underground Kopra terus berlanjut menuju ore zone, dengan kontribusi produksi diperkirakan mulai meningkat pada FY27F, sebelum ARCI mengembangkan underground kedua di Marawuwung. Manajemen menargetkan produksi di FY26E mencapai 140 koz (+15% YoY) dengan target capex USD120 juta, termasuk ~USD50 juta untuk sustaining capex. Kami melihat sisa capex FY26E serta kebutuhan pendanaan ekspansi pabrik dan eksplorasi underground ke depan berpotensi dibiayai melalui penerbitan obligasi. Di sisi lain, kami melihat potensi perbaruan JORC menjelang penerbitan obligasi ini demi meningkatkan transparansi aset serta long-term growth driver Perseroan.
Kami memandang POSITIF untuk perseroan karena: 1) perbaikan produksi emas perseroan, 2) pengembangan tambang Kopra dan Marawuwung memberikan ekspansi produksi jangka panjang, 3) peningkatan kapasitas pabrik pengolahan menjadi 6 Mtpa (prev: 4 Mtpa). Namun patut dicermati: 1) volatilitas harga emas jangka pendek akibat ekspektasi tingginya inflasi, 2) ekspektasi kenaikan beban bunga untuk mendanai ekspansi ke depan. Saat ini perseroan diperdagangkan di relatif discount dibandingkan peers dengan implied EV/Production 0,3x (peers: 0,7x).
Full Report:
https://pans.id/CompanyUpdate_ARCI_2026

