Panin Sekuritas - Panin News 16 Oktober 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Pasar US kemarin ditutup menguat, DJIA +1,08%, S&P 500 +0,33% dan Nasdaq +0,08%. Inflasi di US masih menjadi perhatian investor, setelah rilis data inflasi PPI tercatat naik ke 6,3% (est: 5,3%) dengan inflasi inti PPI di 5% (est: 4,4%) tertinggi ke-2 sejak Nov-22 yang mendorong probabilita suku bunga 25 bps meningkat pada pertemuan Des-26 nanti ke 92,8%.
Pasar Eropa kemarin ditutup menguat, Stoxx 600 +0,38%, DAX +0,33% dan FTSE +1,08%. Tensi meningkat antara US â?? Ukraina, setelah Trump menyatakan susah untuk melakukan negosiasi dengan Zelenskyy dan menyatakan bahwa Zelenksyy bukan orang yang tepat untuk bernegosiasi. Commander In Chief Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz akan ditutup hingga hak Iran terpenuhi dan serangan ke infrastruktur Iran akan dibalas dengan lebih berat.
Pagi ini bursa Jepang +1,56%, Hongkong +1,32%, Malaysia -0,43%, dan Singapura +0,49%. Pasar Asia pagi ini dibuka bervariasi. Patut dicermati saham Kospi dan Nikkei koreksi tajam setelah ada pernyataan dari Elon Musk terkait dengan potensi oversupply chip di 2029, yang mengakibatkan saham semikonduktor seperti Samsung dan SK Hynix turun >10%. Namun patut dicermati permintaan AI mendorong beberapa negara Asia mencatatkan kenaikan ekspor yang signifikan, dimana di Agustus ekspor Singapore +46,2%, Malaysia +45,5% dan Taiwan +41%. Sementara itu, Vietnam +39,1% pada Sep-26. Investor akan mencermati harga soft commodities, setelah harga gula menyentuh level tertinggi sejak Des-24.
Harga emas naik +0,34% menjadi USD4.154/oz seiring dengan penurunan UST yield serta terjadinya shifting asset mix dari saham berbasis AI ke aset safe haven, sementara itu nickel turun -1,88% menjadi USD15.019/MT dan timah turun -1,96% menjadi USD50.100/MT. Yield obligasi AS 10 tahun turun -12,7bps ke level 5,058. Harga soybean turun -1,12% menjadi USD12,6/Bu, didorong oleh percepatan panen di AS yang telah mencapai 46% dari total area per 11 Okt-26, di atas ekspektasi pasar sebesar ~44%, sehingga meningkatkan prospek ketersediaan supply dalam jangka pendek. Tekanan harga juga dipengaruhi oleh ekspektasi penurunan aktivitas pengolahan soybean AS pada Sep-26 ke level terendah dalam satu tahun, meskipun stok minyak kedelai diperkirakan turun ke level terendah sejak Nov-24. Namun demikian, downside berpotensi terbatas oleh berlanjutnya permintaan China, dengan pembelian 8-10 kargo soybean AS untuk pengiriman mulai Des-26 serta konfirmasi penjualan ekspor sebesar 470 ribu ton oleh USDA.
Pada penutupan perdagangan kemarin total transaksi tercatat sebesar Rp13,5 triliun danasing catat pembelian bersih sebesar Rp569 miliar, IHSG ditutup melemah -1,33%. MSCI mempertimbangkan untuk menurunkan Indonesia ke stand-alone market, 2 tingkat dibawah emerging market karena membutuhkan bukti perbaikan dan penerapan kebijakan, dibandingkan hanya sekedar regulasi. Feedback akan ditutup pada 30 Apr-27 dengan keputusan di 30 Jun-27.
Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah, disebabkan oleh: (1) tensi geopolitik yang masih tinggi, (2) potensi penurun status dari MSCI, (3) melemahnya sebagian besar komoditas di hari ini, (4) tekanan terhadap Rupiah.
*Full report:*
https://pans.id/PaninNews16Oktober2026

