Panin Sekuritas - Trading Idea 16 Oktober 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Bursa pada Sesi I. IHSG ditutup melemah -10,76% di level 5.233, atau berbanding terbalik dengan bursa AS yang ditutup menguat seiring rebound dan terjadi rotasi sektor ditengah kekhawatiran utang AI. IHSG dibuka melemah dan mengalami trading halt di awal perdagangan serta melanjuti pelemahannya hingga penutupan. Penurunan signifikan bursa terjadi seiring dengan announcement bahwa MSCI sedang mempertimbangkan untuk menurunkan Indonesia ke stand-alone market, 2 tingkat dibawah emerging market karena membutuhkan bukti perbaikan dan penerapan kebijakan, dibandingkan hanya sekedar regulasi. Patut dicermati, Feedback akan ditutup pada 30 Apr-27 dengan keputusan di 30 Jun-27. Pasar juga masih menantikan keputusan suku bunga RDG BI pekan depan, dimana suku bunga diperkirakan akan ditahan stabil di 5,75% (prev: 5,75%).
Bursa Regional. Bursa Asia bergerak mayoritas menguat sepanjang sesi I dimana Indeks Kospi naik +3,54%, Malaysia -0,70%, STI +0,73%, dan HangSeng +1,21%. Investor Asia saat ini sedang mencermati tren kenaikan inflasi global serta bisnis AI dan data center. Rilis data unemployment rate Jepang pada Sep-26 tercatat di level 2,6% (prev: 2,7%; est: 2,7%). Di sisi lain, neraca perdagangan Singapura mencatatkan surplus USD9,0 miliar (prev: SGD13,8 miliar; est: SGD15,5 miliar).
Indeks sektoral. Indeks sektoral semua melemahpada sesi 1. Pelemahan terbesar terjadi di sektor basic -12,96% dan sektor energi -12,21%. Pelemahan terjadi seiring dengan broad sell off satu market akibat kekhawatiran MSCI Indonesia yang berpotensi di downgrade ke stand-alone market sehingga terjadi outflow signifikan.
Komoditas & Nilai Tukar. Harga komoditas mayoritas bervariasi, dimana harga emas +0,57%, dan CPO Malaysia +3,19%. Harga soybean turun -1,12% menjadi USD12,6/Bu, didorong oleh percepatan panen di AS yang telah mencapai 46% dari total area per 11 Okt-26, di atas ekspektasi pasar sebesar ~44%, sehingga meningkatkan prospek ketersediaan supply dalam jangka pendek. Tekanan harga juga dipengaruhi oleh ekspektasi penurunan aktivitas pengolahan soybean AS pada Sep-26 ke level terendah dalam satu tahun, meskipun stok minyak kedelai diperkirakan turun ke level terendah sejak Nov-24. Namun demikian, downside berpotensi terbatas oleh berlanjutnya permintaan China, dengan pembelian 8-10 kargo soybean AS untuk pengiriman mulai Des-26 serta konfirmasi penjualan ekspor sebesar 470 ribu ton oleh USDA. Rupiah melemah -0,62% di level Rp18.049/USD.
Nilai Perdagangan. Perdagangan di pasar regular di sepanjang sesi I dengan nilai transaksi sekitar hampir Rp17,3 triliun, lebih tinggi dari transaksi perdagangan Kamis kemarin. Dari nilai transaksi pada sesi 1 didominasi oleh transaksi saham financials, telekomunikasi, dan energy.
Yield SUN. Yield obligasi untuk tenor 5 tahun dan 10 tahun naik, seiring dengan kekhawatiran harga miyak global yang berada di level tinggi serta spill-over kekhawatiran MSCI Indonesia yang berpotensi di downgrade ke stand-alone market.
Full Report
https://pans.id/TradingIdea16Oktober2026

