Kembali
Panin Sekuritas - Panin News 19 Oktober 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Pasar US Jumat kemarin ditutup melemah, DJIA -0,34%, S&P 500 -1,09% dan Nasdaq -2,15%. Investor masih akan mencermati risiko gagal bayar dari sektor teknologi, setelah salah satu perusahaan neo-cloud yang telah menerbitkan USD51 miliar utang yaitu CoreWeave, credit stress mengalami kenaikan, dimana yield utang perseroan naik ke 15,8% (YTM awal: 9,75%) dengan CDS di 1.140bps, menginformasikan risiko gagal bayar yang meningkat. Goldman Sachs juga menginformasikan bahwa AI dan hyperscaler credit spread naik ke level paling lebar di tahun ini, dimana spread yang melebar menunjukan risiko gagal bayar yang meningkat.
Pasar Eropa Jumat kemarin ditutup melemah, Stoxx 600 +0,72%, DAX +0,95% dan FTSE +0,38%. Tensi geopolitik masih tinggi, setelah Iran menyatakan adanya respon strategi baru untuk serangan US, pasca adanya serangan di kapal commercial di Perairan Arab. Harga brent crude sempat naik ke USD109 per barel setelah adanya serangan masif dari Ukraina ke oil terminal di St.Petersburg, dimana St Petersburg mengekspor 120 ribu minyak, meskipun adanya gencatan senjata antara US â?? Russia di 11 Okt-26.
Pagi ini bursa Jepang -1,10%, Hongkong +0,52%, Shanghai -0,21%, dan Singapura -0,18%. Pasar Asia pagi ini dibuka bervariasi. Iran menyatakan ada 2 kapal minyak yang membawa 2 juta barel mengenai ranjau laut, yang mengakibatkan harga minyak mengalami kenaikan.
Harga CPO Malaysia naik +2,46% menjadi MYR4.536/MT seiring dengan Indonesian Palm Oil Association yang memproyeksikan produksi turun menjadi 51,7 juta ton di FY27F (FY26E: 53,7 juta ton), sementara itu timah naik +1,20% menjadi USD50.700/MT dan soybean turun -0,14% menjadi USD12,6/Bu. Yield obligasi AS 10 tahun naik +1,5bps ke level 5,073. Harga minyak brent naik +3,72% menjadi USD109/barel, didorong oleh meningkatnya risiko gangguan supply minyak akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, dengan arus minyak melalui Selat Hormuz turun menjadi 11,62 juta bpd (prev: 17,15 juta bpd). Risiko supply semakin meningkat setelah serangan terhadap tanker di Selat Hormuz serta serangan drone Ukraina terhadap terminal ekspor dan fasilitas penyimpanan minyak Rusia, sementara inventory minyak mentah AS turun 8,56 juta barel pada pekan hingga 9 Okt-26. Namun demikian, kenaikan harga berpotensi tertahan oleh kesepakatan ekspor diesel AS-Rusia dan penundaan sanksi tambahan terhadap Rusia, serta langkah IEA yang mempercepat pelepasan sisa cadangan minyak darurat sekitar 100 juta barel, termasuk lebih dari 20 juta barel diesel, untuk meredakan tekanan pasokan dan harga energi global.
Pada penutupan perdagangan Jumat kemarin total transaksi tercatat sebesar Rp32,0 triliun danasing catat penjualan bersih sebesar Rp3,3 triliun, IHSG ditutup melemah -11,57%. Investor merespon negatif pernyataan MSCI terkait dengan potensi downgrade IHSG ke stand-alone market yang indikasi dana trigger outflow >USD10 miliar.
Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah, disebabkan oleh: (1) potensi downgrade Indonesia ke stand-alone yang akan mendorong outflow dana asing, (2) tensi geopolitik yang masih tinggi dan (3) Rupiah yang melemah.
Full report:
https://pans.id/PaninNews19Oktober2026
Pasar US Jumat kemarin ditutup melemah, DJIA -0,34%, S&P 500 -1,09% dan Nasdaq -2,15%. Investor masih akan mencermati risiko gagal bayar dari sektor teknologi, setelah salah satu perusahaan neo-cloud yang telah menerbitkan USD51 miliar utang yaitu CoreWeave, credit stress mengalami kenaikan, dimana yield utang perseroan naik ke 15,8% (YTM awal: 9,75%) dengan CDS di 1.140bps, menginformasikan risiko gagal bayar yang meningkat. Goldman Sachs juga menginformasikan bahwa AI dan hyperscaler credit spread naik ke level paling lebar di tahun ini, dimana spread yang melebar menunjukan risiko gagal bayar yang meningkat.
Pasar Eropa Jumat kemarin ditutup melemah, Stoxx 600 +0,72%, DAX +0,95% dan FTSE +0,38%. Tensi geopolitik masih tinggi, setelah Iran menyatakan adanya respon strategi baru untuk serangan US, pasca adanya serangan di kapal commercial di Perairan Arab. Harga brent crude sempat naik ke USD109 per barel setelah adanya serangan masif dari Ukraina ke oil terminal di St.Petersburg, dimana St Petersburg mengekspor 120 ribu minyak, meskipun adanya gencatan senjata antara US â?? Russia di 11 Okt-26.
Pagi ini bursa Jepang -1,10%, Hongkong +0,52%, Shanghai -0,21%, dan Singapura -0,18%. Pasar Asia pagi ini dibuka bervariasi. Iran menyatakan ada 2 kapal minyak yang membawa 2 juta barel mengenai ranjau laut, yang mengakibatkan harga minyak mengalami kenaikan.
Harga CPO Malaysia naik +2,46% menjadi MYR4.536/MT seiring dengan Indonesian Palm Oil Association yang memproyeksikan produksi turun menjadi 51,7 juta ton di FY27F (FY26E: 53,7 juta ton), sementara itu timah naik +1,20% menjadi USD50.700/MT dan soybean turun -0,14% menjadi USD12,6/Bu. Yield obligasi AS 10 tahun naik +1,5bps ke level 5,073. Harga minyak brent naik +3,72% menjadi USD109/barel, didorong oleh meningkatnya risiko gangguan supply minyak akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, dengan arus minyak melalui Selat Hormuz turun menjadi 11,62 juta bpd (prev: 17,15 juta bpd). Risiko supply semakin meningkat setelah serangan terhadap tanker di Selat Hormuz serta serangan drone Ukraina terhadap terminal ekspor dan fasilitas penyimpanan minyak Rusia, sementara inventory minyak mentah AS turun 8,56 juta barel pada pekan hingga 9 Okt-26. Namun demikian, kenaikan harga berpotensi tertahan oleh kesepakatan ekspor diesel AS-Rusia dan penundaan sanksi tambahan terhadap Rusia, serta langkah IEA yang mempercepat pelepasan sisa cadangan minyak darurat sekitar 100 juta barel, termasuk lebih dari 20 juta barel diesel, untuk meredakan tekanan pasokan dan harga energi global.
Pada penutupan perdagangan Jumat kemarin total transaksi tercatat sebesar Rp32,0 triliun danasing catat penjualan bersih sebesar Rp3,3 triliun, IHSG ditutup melemah -11,57%. Investor merespon negatif pernyataan MSCI terkait dengan potensi downgrade IHSG ke stand-alone market yang indikasi dana trigger outflow >USD10 miliar.
Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah, disebabkan oleh: (1) potensi downgrade Indonesia ke stand-alone yang akan mendorong outflow dana asing, (2) tensi geopolitik yang masih tinggi dan (3) Rupiah yang melemah.
Full report:
https://pans.id/PaninNews19Oktober2026

