Panin Sekuritas - Trading Idea 20 Oktober 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Bursa pada Sesi I. IHSG ditutup menguat +4,16% ke level 5.204,63 pada sesi 1 perdagangan hari ini, setelah melemah tiga hari berturut-turut akibat kekhawatiran akan potensi downgrade MSCI. Adapun penguatan IHSG di sesi 1 hari ini terjadi setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan dua inisiatif baru untuk memulihkan kepercayaan investor, yaitu 1) menambah keterangan dalam publikasi nama pemegang saham di atas 1%, apakah pemegang saham tsb terafiliasi atau tidak, dan 2) mengeluarkan seluruh saham high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan IHSG. Dengan itu, IHSG bisa menjadi lebih representatif dan keluarnya bobot 18% HSC berpotensi menjaga volatilitas IHSG.
Bursa Regional. Bursa Asia pada sesi 1 bergerak mixed, dimana Bursa Malaysia menguat +0,20% dan bursa Filipina menguat +0,02%, sementara Kospi melemah â??4,42%, diikuti Jepang -1,32 %, Hongkong -0,95%, Thailand -0,62%, Singapura -0,26% dan Shanghai -0,08%. Bursa Kospi melemah disebabkan oleh pelemahan saham semikonduktor, termasuk Samsung Electronics dan SK Hynix di tengah kemajuan DRAM CXMT (produsen chip terbesar di Tiongkok) dan penundaan kapasitas HBM4. Di sisi lain, data Producer Price Index Korea Selatan diestimasikan tumbuh sedikit melambat, +7,5% YoY pada Sep-26 (prev: +7,9% YoY), sementara Defisit Perdagangan Jepang diperkirakan menyusut menjadi - Â¥181 miliar pada Sep-26 (prev: - Â¥1,1 T) seiring dengan ekspor yang diperkirakan tumbuh +20,1% YoY pada Sep-26 (prev: +19,3% YoY), sementara Impor diperkirakan melambat, +19,6% YoY (prev: +28% YoY).
Indeks sektoral. Pada sesi 1, seluruh indeks sektoral ditutup menguat dengan penguatan tertinggi dicatat oleh sektor Transport & Logistic +6,49% yang ditopang penguatan GIAA (+5,0%) dan SMDR (+9,4%), diikuti sektor Property & Real Estate +4,62% seiring ekspektasi bahwa Bank Indonesia akan menahan suku bunga acuan di level 5,75% pada Okt-26.
Komoditas & Nilai Tukar. Harga komoditas bergerak menguat, Nikel menguat +1,03%, CPO Malay menguat +1,73%, Timah menguat +0,68%, Minyak Brent menguat +0,34%, Emas menguat +0,05%, dan Batubara menguat +0,20%. Harga nickel naik +1,03% menjadi USD15.320/MT, didorong oleh aksi short covering setelah harga menyentuh level terendah dalam hampir 10 bulan, serta meredanya tekanan makro seiring penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Okt-26. Namun demikian, upside masih tertahan oleh revisi RKAB nikel Indonesia 2026 menjadi sekitar 290 juta ton dari sebelumnya 260-270 juta ton, meskipun angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan RKAB 2025 sebesar 379 juta ton. Selain itu, surplus nikel global yang diproyeksikan mencapai 19 ribu ton pada 2026 dan melebar menjadi 70 ribu ton pada 2027 oleh INSG, serta lemahnya permintaan stainless steel masih membatasi prospek kenaikan harga.
Nilai Perdagangan. Perdagangan di pasar regular di sepanjang sesi I dengan nilai transaksi sekitar hampir Rp16,5 triliun, lebih tinggi dari transaksi perdagangan Senin kemarin. Dari nilai transaksi pada sesi 1 didominasi oleh transaksi saham financials, telekomunikasi, dan energy.
Yield SUN. Yield obligasi 5 tahun dan 10 tahun turun seiring menguatnya ekspektasi bahwa Bank Indonesia akan menahan suku bunga acuan di level 5,75% pada Okt-26 serta turunnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Rekomendasi Saham
BBCA closing 5025 tertinggi 5075, +BUMI pilihan saham-saham dengan frekuensi perdagangan tertinggi untuk scalping (trading cepat)
Full Report
https://pans.id/TradingIdea20Oktober2026

