Kembali
Panin Sekuritas - Panin News 21 Oktober 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Pasar US kemarin ditutup melemah, DJIA +1,02%, S&P 500 +0,28% dan Nasdaq -0,02%. Patut dicermati bahwa harga minyak mengalami kenaikan setelah Iran menyatakan bahwa kesepakatan damai antara US â?? Iran adalah rumor dan mempersiapkan akan adanya potensi serangan dari US dan Israel. Iran juga menginformasikan ada 2 kapal tanker minyak yang terkena ranjau laut, mengindikasikan tensi yang masih tinggi. Patut dicermati bahwa, pending home sales di US turun -11,3% yang merupakan level terendah disebabkan oleh kenaikan suku bunga kredit properti yang saat ini menyentuh level lebih dari 7%. Patut dicermati bahwa, harga listrik di US terus mengalami kenaikan dan saat ini sudah mencapai di 19,6 cent per kwh, yang didorong oleh permintaan listrik yang tinggi untuk AI, dimana ini akan memberikan ruang untuk The Fed menaikkan suku bunga.
Pasar Eropa kemarin ditutup melemah, Stoxx 600 -0,14%, DAX -0,06% dan FTSE -0,29%. Investor akan mencermati tren utang beberapa negara, setelah Jepang mencatatkan tingkat utang terhadap PDB di 204%, tertinggi di antara negara maju. Italy 138,4%, US 125,8%, Prancis di 118%, Kanada 111%, China 107% dan UK 104%, yang menginformasikan tren tingkat utang yang terus meningkat.
Pagi ini bursa Jepang +1,45%, Hongkong +0,40%, Shanghai -0,14%, dan Singapura +0,54%. Pasar Asia pagi ini dibuka bervariasi. China mencatatkan surplus perdagangan +USD67 miliar, yang membawa level 9 bulan ke USD938 miliar, didorong oleh pengiriman high-tech +64% YoY, yang berkontribusi ~50% dari pertumbuhan ekspor. Patut dicermati, data center CDS terus mengalami kenaikan dan Founder Citadel, Ken Griffin, yang menyatakan bahwa perusahaan AI â??almost certainly a bubbleâ?� dan menyatakan kesulitan perusahaan AI untuk mengubah belanja modal mejadi productivity gains.
Harga nickel naik +0,91% menjadi USD15.460/MT seiring dengan aksi short covering setelah harga sempat menyentuh level terendah 10 bulan, sementara itu copper naik +0,43% menjadi USD6,6/lbs dan minyak brent turun -0,69% menjadi USD108/barel. Yield obligasi AS 10 tahun turun -3,1bps ke level 5,109. Harga CPO Malaysia naik +1,77% menjadi MYR4.595/MT, didorong oleh penguatan harga minyak nabati di bursa Dalian China serta kenaikan ekspor Malaysia sebesar 43,2%-58,3% MoM pada paruh pertama Okt-26, yang mengindikasikan permintaan tetap solid. Sentimen juga turut ditopang oleh peningkatan permintaan musiman dari India, permintaan B50, kondisi El Nino, serta harga minyak global yang masih tinggi sehingga meningkatkan daya saing CPO sebagai bahan baku biodiesel. Namun demikian, upside berpotensi tertahan oleh melimpahnya supply, tercermin dari inventory CPO Malaysia yang mencapai rekor 3,51 juta ton pada Sep-26.
Pada penutupan perdagangan kemarin total transaksi tercatat sebesar Rp26,5 triliun danasing catat penjualan bersih sebesar Rp2,2 triliun, IHSG ditutup menguat +5,65%.
Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan menguat terbatas namun rawan profit taking, disebabkan oleh: (1) ketidakpastian terkait dengan keputusan MSCI untuk melakukan downgrade Indonesia, (2) Rupiah yang relatif kuat, serta (3) rencana buyback yang dilakukan oleh beberapa emiten.
Full report:
https://pans.id/PaninNews21Oktober2026
Pasar US kemarin ditutup melemah, DJIA +1,02%, S&P 500 +0,28% dan Nasdaq -0,02%. Patut dicermati bahwa harga minyak mengalami kenaikan setelah Iran menyatakan bahwa kesepakatan damai antara US â?? Iran adalah rumor dan mempersiapkan akan adanya potensi serangan dari US dan Israel. Iran juga menginformasikan ada 2 kapal tanker minyak yang terkena ranjau laut, mengindikasikan tensi yang masih tinggi. Patut dicermati bahwa, pending home sales di US turun -11,3% yang merupakan level terendah disebabkan oleh kenaikan suku bunga kredit properti yang saat ini menyentuh level lebih dari 7%. Patut dicermati bahwa, harga listrik di US terus mengalami kenaikan dan saat ini sudah mencapai di 19,6 cent per kwh, yang didorong oleh permintaan listrik yang tinggi untuk AI, dimana ini akan memberikan ruang untuk The Fed menaikkan suku bunga.
Pasar Eropa kemarin ditutup melemah, Stoxx 600 -0,14%, DAX -0,06% dan FTSE -0,29%. Investor akan mencermati tren utang beberapa negara, setelah Jepang mencatatkan tingkat utang terhadap PDB di 204%, tertinggi di antara negara maju. Italy 138,4%, US 125,8%, Prancis di 118%, Kanada 111%, China 107% dan UK 104%, yang menginformasikan tren tingkat utang yang terus meningkat.
Pagi ini bursa Jepang +1,45%, Hongkong +0,40%, Shanghai -0,14%, dan Singapura +0,54%. Pasar Asia pagi ini dibuka bervariasi. China mencatatkan surplus perdagangan +USD67 miliar, yang membawa level 9 bulan ke USD938 miliar, didorong oleh pengiriman high-tech +64% YoY, yang berkontribusi ~50% dari pertumbuhan ekspor. Patut dicermati, data center CDS terus mengalami kenaikan dan Founder Citadel, Ken Griffin, yang menyatakan bahwa perusahaan AI â??almost certainly a bubbleâ?� dan menyatakan kesulitan perusahaan AI untuk mengubah belanja modal mejadi productivity gains.
Harga nickel naik +0,91% menjadi USD15.460/MT seiring dengan aksi short covering setelah harga sempat menyentuh level terendah 10 bulan, sementara itu copper naik +0,43% menjadi USD6,6/lbs dan minyak brent turun -0,69% menjadi USD108/barel. Yield obligasi AS 10 tahun turun -3,1bps ke level 5,109. Harga CPO Malaysia naik +1,77% menjadi MYR4.595/MT, didorong oleh penguatan harga minyak nabati di bursa Dalian China serta kenaikan ekspor Malaysia sebesar 43,2%-58,3% MoM pada paruh pertama Okt-26, yang mengindikasikan permintaan tetap solid. Sentimen juga turut ditopang oleh peningkatan permintaan musiman dari India, permintaan B50, kondisi El Nino, serta harga minyak global yang masih tinggi sehingga meningkatkan daya saing CPO sebagai bahan baku biodiesel. Namun demikian, upside berpotensi tertahan oleh melimpahnya supply, tercermin dari inventory CPO Malaysia yang mencapai rekor 3,51 juta ton pada Sep-26.
Pada penutupan perdagangan kemarin total transaksi tercatat sebesar Rp26,5 triliun danasing catat penjualan bersih sebesar Rp2,2 triliun, IHSG ditutup menguat +5,65%.
Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan menguat terbatas namun rawan profit taking, disebabkan oleh: (1) ketidakpastian terkait dengan keputusan MSCI untuk melakukan downgrade Indonesia, (2) Rupiah yang relatif kuat, serta (3) rencana buyback yang dilakukan oleh beberapa emiten.
Full report:
https://pans.id/PaninNews21Oktober2026

