Kembali
Panin Sekuritas - Trading Idea 21 Oktober 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Bursa pada Sesi I. IHSG ditutup melemah -0,84% di level 5.234,36 pada sesi 1 perdagangan hari ini. Didorong oleh aksi profit taking investor pasca kenaikan tajam pada perdagangan kemarin sebesar +5,65%, dari yang sebelumnya sempat menurun tajam sejak Jumat setelah pertimbangan MSCI untuk menurunkan status Indonesia dari emerging market menjadi stand-alone market. Selain itu, tekanan net foreign outflow pada pasar saham terus berlanjut dalam 3 hari perdagangan terakhir sebesar -Rp7,80 triliun. Di sisi lain, BEI kembali merevisi batas ARB simetris dengan rentang harga Rp11 â?? Rp14 menjadi nominal Rp1 (prev: 7% flat). Adapun juga, investor masih menantikan hasil keputusan RDG Okt-26 yang akan diumumkan siang ini dengan hasil konsensus analyst (50% hold dan 50% hike).
Bursa Regional. Bursa Asia bergerak bervariasi sepanjang sesi I dimana Indeks Jepang +0,89%, Hong Kong -0,35%, Shanghai -0,31%, Singapura +1,00%, dan Korea +2,45%. Seiring rilis data neraca perdagangan Jepang pada Sep-26 tercatat defisit â??JPY536 miliar, ditandai dengan defisit 5x berturut sejak May-26. Selain itu, rilis data indeks harga produsen Korea Selatan pada Sep-26 tercatat meningkat ke level +7,7% YoY didorong oleh meningkatnya harga produsen manufaktur sebesar +12% YoY.
Indeks sektoral. Indeks sektoral ditutup mayoritas melemah pada sesi 1. pelemahan terbesar terjadi pada sektor industrial sebesar -2,45%, terutama pada emiten IMPC (-5,95%) dan SINI (-6,99%) seiring tekanan jual yang masih relatif kuat pasca pertimbangan MSCI untuk menurunkan status Indonesia menjadi stand-alone market. Adapun juga, sektor yang mengalami penguatan yaitu sektor consumer cyclical sebesar +0,40%, terutama pada emiten NATO (+25,00%) dan BOGA (+8,65%).
Komoditas & Nilai Tukar. Harga komoditas bergerak bervariasi. Dimana harga nikel +0,91%, minyak brent +1,05%, timah +0,30%, batubara -0,03%, dan emas -0,13%. Harga emas turun -0,13% menjadi USD4.119/oz ditandai dengan 4x penurunan berturut seiring harga minyak yang relatif masih tinggi >USD100/barrel, sehingga mendorong kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga. Selain itu, harga minyak yang masih tinggi seiring tensi geopolitik yang belum mereda, setelah Iran menyatakan bahwa kesepakatan damai antara US â?? Iran adalah rumor dan mempersiapkan akan adanya potensi serangan dari US dan Israel. Iran juga menginformasikan ada 2 kapal tanker minyak yang terkena ranjau laut, mengindikasikan tensi yang masih tinggi.
Nilai Perdagangan. Perdagangan di pasar regular di sepanjang sesi I dengan nilai transaksi sekitar hampir Rp9,1 triliun, lebih rendah dari transaksi perdagangan Selasa kemarin. Dari nilai transaksi pada sesi 1 didominasi oleh transaksi saham financials, telecomunication, dan energy.
Yield SUN. Yield obligasi untuk tenor 5 tahun dan tenor 10 tahun naik, seiring dengan Rupiah yang mengalami penguatan ke level Rp17.983/USD.
Rekomendasi Saham
ICBP closing 6050 tertinggi 6100, +AADI, pilihan saham-saham dengan frekuensi perdagangan tertinggi untuk scalping (trading cepat)
Full Report
https://pans.id/TradingIdea21Oktober2026
Bursa pada Sesi I. IHSG ditutup melemah -0,84% di level 5.234,36 pada sesi 1 perdagangan hari ini. Didorong oleh aksi profit taking investor pasca kenaikan tajam pada perdagangan kemarin sebesar +5,65%, dari yang sebelumnya sempat menurun tajam sejak Jumat setelah pertimbangan MSCI untuk menurunkan status Indonesia dari emerging market menjadi stand-alone market. Selain itu, tekanan net foreign outflow pada pasar saham terus berlanjut dalam 3 hari perdagangan terakhir sebesar -Rp7,80 triliun. Di sisi lain, BEI kembali merevisi batas ARB simetris dengan rentang harga Rp11 â?? Rp14 menjadi nominal Rp1 (prev: 7% flat). Adapun juga, investor masih menantikan hasil keputusan RDG Okt-26 yang akan diumumkan siang ini dengan hasil konsensus analyst (50% hold dan 50% hike).
Bursa Regional. Bursa Asia bergerak bervariasi sepanjang sesi I dimana Indeks Jepang +0,89%, Hong Kong -0,35%, Shanghai -0,31%, Singapura +1,00%, dan Korea +2,45%. Seiring rilis data neraca perdagangan Jepang pada Sep-26 tercatat defisit â??JPY536 miliar, ditandai dengan defisit 5x berturut sejak May-26. Selain itu, rilis data indeks harga produsen Korea Selatan pada Sep-26 tercatat meningkat ke level +7,7% YoY didorong oleh meningkatnya harga produsen manufaktur sebesar +12% YoY.
Indeks sektoral. Indeks sektoral ditutup mayoritas melemah pada sesi 1. pelemahan terbesar terjadi pada sektor industrial sebesar -2,45%, terutama pada emiten IMPC (-5,95%) dan SINI (-6,99%) seiring tekanan jual yang masih relatif kuat pasca pertimbangan MSCI untuk menurunkan status Indonesia menjadi stand-alone market. Adapun juga, sektor yang mengalami penguatan yaitu sektor consumer cyclical sebesar +0,40%, terutama pada emiten NATO (+25,00%) dan BOGA (+8,65%).
Komoditas & Nilai Tukar. Harga komoditas bergerak bervariasi. Dimana harga nikel +0,91%, minyak brent +1,05%, timah +0,30%, batubara -0,03%, dan emas -0,13%. Harga emas turun -0,13% menjadi USD4.119/oz ditandai dengan 4x penurunan berturut seiring harga minyak yang relatif masih tinggi >USD100/barrel, sehingga mendorong kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga. Selain itu, harga minyak yang masih tinggi seiring tensi geopolitik yang belum mereda, setelah Iran menyatakan bahwa kesepakatan damai antara US â?? Iran adalah rumor dan mempersiapkan akan adanya potensi serangan dari US dan Israel. Iran juga menginformasikan ada 2 kapal tanker minyak yang terkena ranjau laut, mengindikasikan tensi yang masih tinggi.
Nilai Perdagangan. Perdagangan di pasar regular di sepanjang sesi I dengan nilai transaksi sekitar hampir Rp9,1 triliun, lebih rendah dari transaksi perdagangan Selasa kemarin. Dari nilai transaksi pada sesi 1 didominasi oleh transaksi saham financials, telecomunication, dan energy.
Yield SUN. Yield obligasi untuk tenor 5 tahun dan tenor 10 tahun naik, seiring dengan Rupiah yang mengalami penguatan ke level Rp17.983/USD.
Rekomendasi Saham
ICBP closing 6050 tertinggi 6100, +AADI, pilihan saham-saham dengan frekuensi perdagangan tertinggi untuk scalping (trading cepat)
Full Report
https://pans.id/TradingIdea21Oktober2026

