Kembali
Panin Sekuritas - Panin News 22 Oktober 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Pasar US kemarin ditutup menguat, DJIA +0,69%, S&P 500 +0,58% dan Nasdaq +1,05%. Rilis laporan keuangan tercatat positif, setelah Meta dan Tesla mencatatkan pendapatan yang lebih baik dari estimasi. Rilis data foreign treasury US mengalami kenaikan, naik USD83 miliar ke USD9,33 triliun, didorong oleh Kanada dan Belgia. Sementara itu, Jepang dan China terlihat terus memangkas posisi US treasury. Namun patut dicermati, NAHB housing market index yang menjadi proxy permintaan properti tercatat turun -3 ke 29, terendah sejak Jun-12, menginformasikan permintaan properti yang masih lemah. Saat ini, kecenderungan investor yang cenderung defensif juga terlihat dari aktivitas fund raising untuk private equity yang turun ke USD222 miliar, terendah sejak 2020.
Pasar Eropa kemarin ditutup menguat, Stoxx 600 +0,92%, DAX +1,35% dan FTSE +0,19%. Investor akan mencermati tren peningkatan utang di sektor AI, dimana issuance obligasi korporasi di sektor AI tercatat sebanyak USD419 miliar, tertinggi dalam sejarah. Patut dicermati bahwa tingkat utang Prancis terhadap PDB saat ini tercatat di level 118%, mendekati tingkat utang Yunani ketika krisis 2009 di 127%, dan yield utang naik ke 5,02% tertinggi dalam 22 tahun terakhir.
Pagi ini bursa Jepang -0,48%, Hongkong -0,58%, Shanghai -0,01%, dan Korea -0,98%. Pasar Asia pagi ini dibuka melemah. Investor juga akan mencermati risiko konsentrasi, dimana 15 perusahaan dengan kapitalisasi terbesar di S&P 500 saat ini berkontribusi 46,7%, lebih tinggi dibandingkan periode krisis Bubble.com yang hanya 27,2%. JPMorgan menyatakan bahwa Bitcoin dapat outperform saham dan emas untuk 10 tahun kedepan.
Harga nickel naik +3,73% menjadi USD16.036/MT seiring dengan rencana pemangkasan produksi dari produsen China di Indonesia, sementara itu timah naik +0,68% menjadi USD51.550/MT dan CPO Malaysia turun -1,59% menjadi MYR4.522/MT. Yield obligasi AS 10 tahun naik +1,0bps ke level 5,119. Harga emas naik +0,38% menjadi USD4.140/oz, didorong oleh technical rebound setelah harga menyentuh level terendah sejak 15 Okt-26, di tengah ekspektasi pasar bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Okt-26 dengan probabilitas ~83,9% berdasarkan CME FedWatch. Namun demikian, upside masih berpotensi tertahan oleh harga minyak yang tinggi sehingga meningkatkan kekhawatiran inflasi, sejalan dengan data CPI dan PPI AS yang lebih tinggi dari ekspektasi serta kenaikan inflasi Inggris menjadi 3,5% pada Sep-26. Kondisi tersebut meningkatkan ekspektasi pengetatan moneter lebih lanjut, termasuk potensi kenaikan suku bunga The Fed pada Des-26, yang dapat menekan daya tarik emas.
Pada penutupan perdagangan kemarin total transaksi tercatat sebesar Rp17,7 triliun danasing catat pembelian bersih sebesar Rp12 miliar, IHSG ditutup menguat +0,94%.
Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan menguat, didorong oleh: (1) tensi geopolitik yang sedikit mereda, serta (2) kembali masuknya dana asing.
Full report:
https://pans.id/PaninNews22Oktober2026
Pasar US kemarin ditutup menguat, DJIA +0,69%, S&P 500 +0,58% dan Nasdaq +1,05%. Rilis laporan keuangan tercatat positif, setelah Meta dan Tesla mencatatkan pendapatan yang lebih baik dari estimasi. Rilis data foreign treasury US mengalami kenaikan, naik USD83 miliar ke USD9,33 triliun, didorong oleh Kanada dan Belgia. Sementara itu, Jepang dan China terlihat terus memangkas posisi US treasury. Namun patut dicermati, NAHB housing market index yang menjadi proxy permintaan properti tercatat turun -3 ke 29, terendah sejak Jun-12, menginformasikan permintaan properti yang masih lemah. Saat ini, kecenderungan investor yang cenderung defensif juga terlihat dari aktivitas fund raising untuk private equity yang turun ke USD222 miliar, terendah sejak 2020.
Pasar Eropa kemarin ditutup menguat, Stoxx 600 +0,92%, DAX +1,35% dan FTSE +0,19%. Investor akan mencermati tren peningkatan utang di sektor AI, dimana issuance obligasi korporasi di sektor AI tercatat sebanyak USD419 miliar, tertinggi dalam sejarah. Patut dicermati bahwa tingkat utang Prancis terhadap PDB saat ini tercatat di level 118%, mendekati tingkat utang Yunani ketika krisis 2009 di 127%, dan yield utang naik ke 5,02% tertinggi dalam 22 tahun terakhir.
Pagi ini bursa Jepang -0,48%, Hongkong -0,58%, Shanghai -0,01%, dan Korea -0,98%. Pasar Asia pagi ini dibuka melemah. Investor juga akan mencermati risiko konsentrasi, dimana 15 perusahaan dengan kapitalisasi terbesar di S&P 500 saat ini berkontribusi 46,7%, lebih tinggi dibandingkan periode krisis Bubble.com yang hanya 27,2%. JPMorgan menyatakan bahwa Bitcoin dapat outperform saham dan emas untuk 10 tahun kedepan.
Harga nickel naik +3,73% menjadi USD16.036/MT seiring dengan rencana pemangkasan produksi dari produsen China di Indonesia, sementara itu timah naik +0,68% menjadi USD51.550/MT dan CPO Malaysia turun -1,59% menjadi MYR4.522/MT. Yield obligasi AS 10 tahun naik +1,0bps ke level 5,119. Harga emas naik +0,38% menjadi USD4.140/oz, didorong oleh technical rebound setelah harga menyentuh level terendah sejak 15 Okt-26, di tengah ekspektasi pasar bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Okt-26 dengan probabilitas ~83,9% berdasarkan CME FedWatch. Namun demikian, upside masih berpotensi tertahan oleh harga minyak yang tinggi sehingga meningkatkan kekhawatiran inflasi, sejalan dengan data CPI dan PPI AS yang lebih tinggi dari ekspektasi serta kenaikan inflasi Inggris menjadi 3,5% pada Sep-26. Kondisi tersebut meningkatkan ekspektasi pengetatan moneter lebih lanjut, termasuk potensi kenaikan suku bunga The Fed pada Des-26, yang dapat menekan daya tarik emas.
Pada penutupan perdagangan kemarin total transaksi tercatat sebesar Rp17,7 triliun danasing catat pembelian bersih sebesar Rp12 miliar, IHSG ditutup menguat +0,94%.
Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan menguat, didorong oleh: (1) tensi geopolitik yang sedikit mereda, serta (2) kembali masuknya dana asing.
Full report:
https://pans.id/PaninNews22Oktober2026

