Panin Sekuritas - Trading Idea 22 Oktober 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Bursa pada Sesi I. IHSG ditutup menguat +1,70% ke level 5.419 pada sesi I, melanjutkan momentum penguatan tipis sejak perdagangan kemarin. Reformasi peraturan maupun pengenaan sanksi tegas tengah diterapkan secara agresif oleh SRO-OJK sebagai respon atas keputusan open consultation MSCI untuk mereklasifikasi pasar saham Indonesia ke Standalone Market. Kami mencermati pasar memandang positif mengenai langkah-langkah terbaru maupun komitmen SRO-OJK untuk memulihkan kepercayaan pasar. Dari sisi makro, keputusan BI yang tetap rate hold di 5,75% pada RDG Okt-26 kemarin dapat dilihat sebagai hawkish hold seiring BI kembali mempersempit koridor suku bunga acuannya. BI juga turut kembali mengintensifikasi insentif FX hedging dan intervensi langsung di pasar FX, khsususnya di pasar NDF dan DNDF, sebagai upaya untuk menstabilkan Rupiah. Namun demikian, BI tetap ingin menjaga momentum pertumbuhan kredit melalui penurunan GWM perbankan sebesar 200bps secara bertahap dan menyesuaikan insentif KLM, sehingga siklus pengetatan moneter ini bersifat terbatas.
Bursa Regional. Bursa Asia bergerak mixed sepanjang sesi I. Penguatan terbesar tercatat pada pasar Indonesia dan Thailand, sedangkan pelemahan terbesar tercatat pada pasar Jepang dan Korea. Perkembangan ini menyiratkan persepsi pasar atas risiko indeks yang terlalu terkonsentrasi oleh emiten tertentu, terutama terhadap emiten sektor teknologi seiring dengan sentimen di pasar AS. Kenaikan pasar saham yang telah terjadi sebelumnya didukung oleh kinerja keuangan yang solid dan optimisme yang kembali muncul seputar AI, namun rilis earnings yang beragam dari perusahaan-perusahaan teknologi AS telah memunculkan keraguan mengenai keberlanjutan pemulihan sektor ini pada pekan ini. Sementara itu, kenaikan harga minyak brent yang menembus level USD110/barel semakin memperkuat kekhawatiran terkait gangguan pasokan dan inflasi
Indeks sektoral. Indeks sektoral ditutup menguat menyelurruh pada sesi I, dengan penguatan terbesar tercatat pada sektor energi +3,24% dan transportasi & logistik +2,60%. Keduanya ditopang oleh penguatan pada emiten BYAN (+6,08%), BUMI (+6,67%), DSSA (+2,70%), WBSA (+7,77%), dan GIAA (+4,76%). Kami mencermati belum terdapat sentimen sektoral spesifik seiring penguatan terjadi diawali dengan kontraksi tajam pada pekan lalu yang membuka ruang akumulasi yang optimal.
Komoditas & Nilai Tukar. Harga komoditas tercatat mixed, dengan sorotan utama pada kenaikan harga minyak brent +2,07% dan turunnya harga emas -1,29%. Harga minyak brent naik seiring dengan serangan mematikan yang terjadi terhadap ladang minyak di Arab Saudi. Di sisi lain, harga emas tercatat turun imbas kenaikan harga minyak global ini menopang yield UST tetap tinggi seiring tekanan inflasi yang berkelanjutan mendorong sikap The Fed yang akan higher-for-longer. Rupiah melemah tipis ke level Rp18.042/USD.
Nilai Perdagangan. Perdagangan di pasar regular di sepanjang sesi I dengan nilai transaksi sekitar hampir Rp8,9 triliun, lebih rendah dari transaksi perdagangan Rabu kemarin. Dari nilai transaksi pada sesi 1 didominasi oleh transaksi saham financials, telecomunication, dan energy.
Yield SUN. Yield obligasi bergerak mixed seiring BI Rate yang kembali di tahan di 5,75% menjadi anchor untuk SBN tenor front-end.
Rekomendasi Saham
BBRI closing 2840 tertinggi 2870, +BIPI, pilihan saham-saham dengan frekuensi perdagangan tertinggi untuk scalping (trading cepat)
Full Report
https://pans.id/TradingIdea22Oktober2026

