Kembali
Panin Sekuritas - Panin News 23 Oktober 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Bursa US pada perdagangan kemarin ditutup bervariasi, DJIA +0,02%; S&P 500 -1,21%; dan Nasdaq -2,60%. Bursa US tertekan oleh penurunan saham produsen chip dan semikonduktor, yang terjadi aksi jual dipicu oleh rencana Meta Platforms (-7%) untuk meningkatkan belanja modal, yang kembali meningkatkan kekhawatiran bahwa perusahaan-perusahaan teknologi akan menambah utang untuk mendanai ekspansi infrastruktur AI mereka. Disisi lain, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah memberikan tekanan terhadap pasar saham, sehingga mendorong para investor beralih ke pasar obligasi yang dianggap relatif lebih aman. Dikabarkan, US dan Israel memiliki rencana untuk kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada bulan Depan, hal ini dipertegas oleh Presiden Trump yang menyatakan bahwa saat ini pihaknya tidak sedang bernegosiasi dengan Teheran dan mengatakan bahwa sesuatu akan terjadi dalam waktu dekat. Hal ini kembali mendorong kenaikan harga minyak mentah 4% menjadi USD113 / barel.
Pasar Eropa kemarin ditutup melemah, FTSE -0,26%, Stoxx 600 -1,05%, DAX -1,07%. Pelemehan bursa Eropa didorong oleh kenaikan harga minyak mentah global seiring tensi geopolitik yang meningkat di Timur Tengah. Disisi lain, imbal hasil obligasi Pemerintah Prancis yang meningkat ke level 5,002% (prev: 4,994%) atau tertinggi dalam 15 tahun terakhir yang semakin mendorong pelemahan pasar saham di Eropa. Sementara itu, data kurang positif di UK seperti data Indeks Keyakinan Konsumen yang turun ke level -24 point di Okt-26 (prev: -13 poin; kons: -15 poin) yang merupakan penurunan paling tajam sejak April 2020, penurunan IKK di UK seiring dengan kekhawatiran meningkatnya inflasi, harga energy yang lebih tinggi serta konflik Timur Tengah yang masih terus berlangsung.
Pagi ini bursa Asia dibuka melemah, Nikkei -0,92%, Shanghai -0,04%, Singapura -0,42%, ASX -0,27%, dan Korea Selatan -2,94%. Mayoritas pelemahan bursa Asia disebabkan oleh pelemahan saham teknologi akibat ekspektasi dari peningkatan belanja modal infrastruktur AI, diikuti oleh sentiment pasar obligasi yang semakin meningkat mendorong pelemahan pada pasar saham. Disisi lain, data di Jepang juga kurang positif seperti inflasi di Jepang meningkat ke level 2,1% YoY pada Sept-26 (prev: 1,9%; kons: 2,1%) dan diikuti angka PMI Manufaktur Jepang yang melambat menjadi 53,3 poin (prev: 54,1 poin; kons: 54,5 poin).
Harga minyak brent naik +4,00% menjadi USD113/barel seiring dengan laporan bahwa AS sedang mempetimbangkan melanjuti serangan terhadap Iran, sementara itu CPO Malaysia naik +0,64% menjadi MYR4.551/MT dan copper turun -2,76% menjadi USD6,4/lbs. Yield obligasi AS 10 tahun turun -16,6bps ke level 4,953. Harga soybean naik +0,62% menjadi USD12,5/Bu, didorong oleh tingginya harga minyak global yang meningkatkan daya tarik soybean sebagai bahan baku biodiesel serta menopang permintaan minyak nabati. Sentimen turut didukung oleh pembelian soybean AS oleh China yang telah melampaui 60% dari target 25 juta ton untuk marketing year 2026/27, seiring berlanjutnya implementasi kesepakatan dagang kedua negara. Namun demikian, upside berpotensi tertahan oleh tekanan supply dari panen AS yang telah mencapai 64% dari total area dan prospek produksi yang diperkirakan mencetak rekor, sementara progres tanam soybean Brazil juga telah mencapai 26% dari area proyeksi.
Pada penutupan perdagangan kemarin total transaksi cukup ramai di level Rp16,2 triliun. Sementara itu, net sell investor asing masih terjadi dan nliainya cukup besarâ??Rp1,5 triliun namun IHSG pada penutupan kemarin berhasil ditutup menguat +1,12%.
Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG berpotensi melemah yang disebabkan oleh: (1) kekhawatiran terkait dengan tensi geopolitik yang meningkat; (2) meningkatnya pasar obligasi global; (3) outflow asing yang kembali meningkat; (4) pelemahan Rupiah 0,21% ke level Rp18.060 / USD; dan (5) kekhawatiran pasar masih terkait update MSCI kedepan.
Full report:
https://pans.id/PaninNews23Oktober2026
Bursa US pada perdagangan kemarin ditutup bervariasi, DJIA +0,02%; S&P 500 -1,21%; dan Nasdaq -2,60%. Bursa US tertekan oleh penurunan saham produsen chip dan semikonduktor, yang terjadi aksi jual dipicu oleh rencana Meta Platforms (-7%) untuk meningkatkan belanja modal, yang kembali meningkatkan kekhawatiran bahwa perusahaan-perusahaan teknologi akan menambah utang untuk mendanai ekspansi infrastruktur AI mereka. Disisi lain, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah memberikan tekanan terhadap pasar saham, sehingga mendorong para investor beralih ke pasar obligasi yang dianggap relatif lebih aman. Dikabarkan, US dan Israel memiliki rencana untuk kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada bulan Depan, hal ini dipertegas oleh Presiden Trump yang menyatakan bahwa saat ini pihaknya tidak sedang bernegosiasi dengan Teheran dan mengatakan bahwa sesuatu akan terjadi dalam waktu dekat. Hal ini kembali mendorong kenaikan harga minyak mentah 4% menjadi USD113 / barel.
Pasar Eropa kemarin ditutup melemah, FTSE -0,26%, Stoxx 600 -1,05%, DAX -1,07%. Pelemehan bursa Eropa didorong oleh kenaikan harga minyak mentah global seiring tensi geopolitik yang meningkat di Timur Tengah. Disisi lain, imbal hasil obligasi Pemerintah Prancis yang meningkat ke level 5,002% (prev: 4,994%) atau tertinggi dalam 15 tahun terakhir yang semakin mendorong pelemahan pasar saham di Eropa. Sementara itu, data kurang positif di UK seperti data Indeks Keyakinan Konsumen yang turun ke level -24 point di Okt-26 (prev: -13 poin; kons: -15 poin) yang merupakan penurunan paling tajam sejak April 2020, penurunan IKK di UK seiring dengan kekhawatiran meningkatnya inflasi, harga energy yang lebih tinggi serta konflik Timur Tengah yang masih terus berlangsung.
Pagi ini bursa Asia dibuka melemah, Nikkei -0,92%, Shanghai -0,04%, Singapura -0,42%, ASX -0,27%, dan Korea Selatan -2,94%. Mayoritas pelemahan bursa Asia disebabkan oleh pelemahan saham teknologi akibat ekspektasi dari peningkatan belanja modal infrastruktur AI, diikuti oleh sentiment pasar obligasi yang semakin meningkat mendorong pelemahan pada pasar saham. Disisi lain, data di Jepang juga kurang positif seperti inflasi di Jepang meningkat ke level 2,1% YoY pada Sept-26 (prev: 1,9%; kons: 2,1%) dan diikuti angka PMI Manufaktur Jepang yang melambat menjadi 53,3 poin (prev: 54,1 poin; kons: 54,5 poin).
Harga minyak brent naik +4,00% menjadi USD113/barel seiring dengan laporan bahwa AS sedang mempetimbangkan melanjuti serangan terhadap Iran, sementara itu CPO Malaysia naik +0,64% menjadi MYR4.551/MT dan copper turun -2,76% menjadi USD6,4/lbs. Yield obligasi AS 10 tahun turun -16,6bps ke level 4,953. Harga soybean naik +0,62% menjadi USD12,5/Bu, didorong oleh tingginya harga minyak global yang meningkatkan daya tarik soybean sebagai bahan baku biodiesel serta menopang permintaan minyak nabati. Sentimen turut didukung oleh pembelian soybean AS oleh China yang telah melampaui 60% dari target 25 juta ton untuk marketing year 2026/27, seiring berlanjutnya implementasi kesepakatan dagang kedua negara. Namun demikian, upside berpotensi tertahan oleh tekanan supply dari panen AS yang telah mencapai 64% dari total area dan prospek produksi yang diperkirakan mencetak rekor, sementara progres tanam soybean Brazil juga telah mencapai 26% dari area proyeksi.
Pada penutupan perdagangan kemarin total transaksi cukup ramai di level Rp16,2 triliun. Sementara itu, net sell investor asing masih terjadi dan nliainya cukup besarâ??Rp1,5 triliun namun IHSG pada penutupan kemarin berhasil ditutup menguat +1,12%.
Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG berpotensi melemah yang disebabkan oleh: (1) kekhawatiran terkait dengan tensi geopolitik yang meningkat; (2) meningkatnya pasar obligasi global; (3) outflow asing yang kembali meningkat; (4) pelemahan Rupiah 0,21% ke level Rp18.060 / USD; dan (5) kekhawatiran pasar masih terkait update MSCI kedepan.
Full report:
https://pans.id/PaninNews23Oktober2026

