Panin Sekuritas - Trading Idea 23 Oktober 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Bursa pada Sesi I. IHSG ditutup menguat +1,09% di level 5.446, atau berbanding terbalik dengan bursa AS yang ditutup melemah seiring dengan penurunan saham produsen chip dan semi konduktor, yang terjadi aksi jual dipicu oleh rencana Meta Platforms (-7%) untuk meningkatkan belanja modal, yang kembali meningkatkan kekhawatiran bahwa perusahaan-perusahaan teknologi akan menambah utang untuk mendanai ekspansi infrastruktur AI mereka. IHSG dibuka menguat dan tetap berada di zona hijau hingga penutupan. IHSG melanjuti penguatan pasca harapan inisiatif dari bursa untuk tidak memasukkan saham-saham HSC kedalam perhitungan indeks serta perincian kepemilikan saham. Di sisi lain, pertumbuhan M2 Money Supply tumbuh menjadi +8,3% YoY (prev: +8,2% YoY). Adapun keputusan BI untuk menurunkan GWM sebesar 2% dapat meningkatkan likuiditas.
Bursa Regional. Bursa Asia bergerak mayoritas melemah sepanjang sesi I dimana Indeks Kospi turun -0,92%, Shanghai -1,20%, STI -0,10%, dan HangSeng +0,58%. Investor Asia saat ini sedang mencermati harga minyak global yang berada di level tinggi. Di sisi lain, laju inflasi Jepang pada Sep-26 tercatat naik menjadi +2,1% YoY (prev: +1,9% YoY; est: +2,3% YoY). Patut dicermati, S&P Global Manufacturing PMI Jepang pada Okt-26 tercatat turun ke level 53,3 (prev: 54,1; cons: 54,5). Selain itu, S&P Global Manufacturing PMI Australia pada Okt-26 tercatat naik ke level 49,7 (prev: 49,6; est: 49,4).
Indeks sektoral. Indeks sektoral mayoritas menguat pada sesi 1. Penguatan terbesar terjadi di sektor energi +3,13% dan sektor industrial +2,66%. Penguatan sektor energi terjadi seiring dengan penguatan emiten ENRG (+7,36%), AADI (+3,32%), PTBA (+5,03%), dan DSSA (+4,11%) seiring dengan kenaikan harga migas global dan batu bara di level tinggi. Di sisi lain, pelemahan satu-satunya terjadi di sektor kesehatan -0.78%, dimana pelemahan terjadi akibat penurunan saham SRAJ (-2,74%), CARE (-3,89%), dan MMIX (-6,35%).
Komoditas & Nilai Tukar. Harga komoditas mayoritas bervariasi, dimana harga batu bara +0,40%, dan timah -2,72%. Harga soybean naik +0,62% menjadi USD12,5/Bu, didorong oleh tingginya harga minyak global yang meningkatkan daya tarik soybean sebagai bahan baku biodiesel serta menopang permintaan minyak nabati. Sentimen turut didukung oleh pembelian soybean AS oleh China yang telah melampaui 60% dari target 25 juta ton untuk marketing year 2026/27, seiring berlanjutnya implementasi kesepakatan dagang kedua negara. Namun demikian, upside berpotensi tertahan oleh tekanan supply dari panen AS yang telah mencapai 64% dari total area dan prospek produksi yang diperkirakan mencetak rekor, sementara progres tanam soybean Brazil juga telah mencapai 26% dari area proyeksi. Rupiah melemah -0,11% di level Rp18.079/USD.
Nilai Perdagangan. Perdagangan di pasar regular di sepanjang sesi I dengan nilai transaksi sekitar hampir Rp7,2 triliun, lebih rendah dari transaksi perdagangan Kamis kemarin. Dari nilai transaksi pada sesi 1 didominasi oleh transaksi saham financials, telecomunication, dan energy.
Yield SUN. Yield obligasi untuk tenor 5 tahun dan 10 tahun naik, seiring dengan kekhawatiran harga miyak global yang berada di level tinggi serta nilai tukar rupiah yang kembali melemah.
Rekomendasi Saham
ENRG closing 875 tertinggi 875, +BUVA, pilihan saham-saham dengan frekuensi perdagangan tertinggi untuk scalping (trading cepat)
Full Report
https://pans.id/TradingIdea23Oktober2026

