Kembali
Panin Sekuritas - Panin News 26 Oktober 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Pasar US Jumat kemarin ditutup melemah, DJIA -1,23%, S&P 500 -0,52% dan Nasdaq -0,21%. Tensi US â?? Iran masih tinggi setelah US dan Israel berencana untuk menyerang Iran setelah mid-term election di 4 Nov-26, yang mengakibatkan kenaikan harga minyak. Investor masih akan mencermati pertemuan The Fed di akhir bulan, diperkirakan The Fed akan menjaga suku bunga di 3,75-4% dengan probabilita mencapai 90%. Elon Musk menginformasikan, saat ini pasar utang telah menutup akses pembiayaan ke perusahaan AI yang tidak memiliki pendapatan yang independen dan patut dicermati bahwa belanja token hanya naik +0,2% MoM terendah sejak Nov-25. Risiko gagal bayar meningkat setelah yield obligasi rating CCC dan obligasi low rated tercatat naik ke level 18% tertinggi sejak 2020.
Pasar Eropa Jumat kemarin ditutup melemah, Stoxx 600 -0,31%,DAX -0,75% dan FTSE -0,32%. Risiko gagal bayar obligasi di Eropa masih tinggi, setelah Moodyâ??s memutuskan untuk memberikan rating Aa3 namun memberikan outlook negatif. Rilis data kurang positif, dimana penjualan retail di UK turun -0,4% MoM (est: -0,1%) yang menginformasikan masih lemahnya daya beli rumah tangga. Russia telah mengirim kapal diesel tanker pertama ke US setelah kesepakatan Trump-Putin dengan total 300ribu barrel, yang diharapkan dapat menjaga harga minyak di US.
Pagi ini bursa Jepang -0,25%, Korea Selatan -1,17%, Shanghai -0,03%, dan Singapura -0,27%. Pasar Asia pagi ini dibuka melemah. Rilis data inflasi inti di Jepang tercatat di 2,1% level tertinggi di tahun ini, karena biaya impor yang meningkat karena melemahnya Yen dan juga harga energi yang lebih tinggi, yang mengindikasikan ruang kenaikan suku bunga dan dapat memicu risiko reversal carry trade.
Harga emas turun -0,71% menjadi USD3.996/oz seiring dengan kekhawatiran inflasi global akibat harga minyak global yang kembali di level tinggi, sementara itu copper naik +1,71% menjadi USD6,5/lbs dan nickel turun -1,67% menjadi USD15.663/MT. Yield obligasi AS 10 tahun naik +4,2bps ke level 4,995. Harga minyak brent naik +3,14% menjadi USD116/barel, didorong oleh meningkatnya risiko gangguan pasokan minyak di Timur Tengah seiring eskalasi konflik antara AS dan Iran serta ancaman serangan balasan terhadap Israel dan Uni Emirat Arab. Risiko geopolitik tetap tinggi setelah meningkatnya konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran, sehingga memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan dan jalur distribusi minyak regional. Namun demikian, kenaikan harga berpotensi tertahan oleh pemulihan ekspor minyak mentah Timur Tengah yang telah mendekati level sebelum perang, meskipun keputusan AS untuk melanjutkan negosiasi atau kembali melakukan operasi militer terhadap Iran masih menjadi katalis utama yang perlu dicermati.
Pada penutupan perdagangan Jumat kemarin total transaksi tercatat sebesar Rp16,2 triliun danasing catat penjualan bersih sebesar Rp1,3 triliun, IHSG ditutup menguat +0,95%.
Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah, disebabkan oleh: (1) tensi geopolitik yang meningkat, (2) melemahnya Rupiah, serta (3) masih derasnya outflow dana asing.
Full report:
https://pans.id/PaninNews26Oktober2026
Pasar US Jumat kemarin ditutup melemah, DJIA -1,23%, S&P 500 -0,52% dan Nasdaq -0,21%. Tensi US â?? Iran masih tinggi setelah US dan Israel berencana untuk menyerang Iran setelah mid-term election di 4 Nov-26, yang mengakibatkan kenaikan harga minyak. Investor masih akan mencermati pertemuan The Fed di akhir bulan, diperkirakan The Fed akan menjaga suku bunga di 3,75-4% dengan probabilita mencapai 90%. Elon Musk menginformasikan, saat ini pasar utang telah menutup akses pembiayaan ke perusahaan AI yang tidak memiliki pendapatan yang independen dan patut dicermati bahwa belanja token hanya naik +0,2% MoM terendah sejak Nov-25. Risiko gagal bayar meningkat setelah yield obligasi rating CCC dan obligasi low rated tercatat naik ke level 18% tertinggi sejak 2020.
Pasar Eropa Jumat kemarin ditutup melemah, Stoxx 600 -0,31%,DAX -0,75% dan FTSE -0,32%. Risiko gagal bayar obligasi di Eropa masih tinggi, setelah Moodyâ??s memutuskan untuk memberikan rating Aa3 namun memberikan outlook negatif. Rilis data kurang positif, dimana penjualan retail di UK turun -0,4% MoM (est: -0,1%) yang menginformasikan masih lemahnya daya beli rumah tangga. Russia telah mengirim kapal diesel tanker pertama ke US setelah kesepakatan Trump-Putin dengan total 300ribu barrel, yang diharapkan dapat menjaga harga minyak di US.
Pagi ini bursa Jepang -0,25%, Korea Selatan -1,17%, Shanghai -0,03%, dan Singapura -0,27%. Pasar Asia pagi ini dibuka melemah. Rilis data inflasi inti di Jepang tercatat di 2,1% level tertinggi di tahun ini, karena biaya impor yang meningkat karena melemahnya Yen dan juga harga energi yang lebih tinggi, yang mengindikasikan ruang kenaikan suku bunga dan dapat memicu risiko reversal carry trade.
Harga emas turun -0,71% menjadi USD3.996/oz seiring dengan kekhawatiran inflasi global akibat harga minyak global yang kembali di level tinggi, sementara itu copper naik +1,71% menjadi USD6,5/lbs dan nickel turun -1,67% menjadi USD15.663/MT. Yield obligasi AS 10 tahun naik +4,2bps ke level 4,995. Harga minyak brent naik +3,14% menjadi USD116/barel, didorong oleh meningkatnya risiko gangguan pasokan minyak di Timur Tengah seiring eskalasi konflik antara AS dan Iran serta ancaman serangan balasan terhadap Israel dan Uni Emirat Arab. Risiko geopolitik tetap tinggi setelah meningkatnya konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran, sehingga memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan dan jalur distribusi minyak regional. Namun demikian, kenaikan harga berpotensi tertahan oleh pemulihan ekspor minyak mentah Timur Tengah yang telah mendekati level sebelum perang, meskipun keputusan AS untuk melanjutkan negosiasi atau kembali melakukan operasi militer terhadap Iran masih menjadi katalis utama yang perlu dicermati.
Pada penutupan perdagangan Jumat kemarin total transaksi tercatat sebesar Rp16,2 triliun danasing catat penjualan bersih sebesar Rp1,3 triliun, IHSG ditutup menguat +0,95%.
Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah, disebabkan oleh: (1) tensi geopolitik yang meningkat, (2) melemahnya Rupiah, serta (3) masih derasnya outflow dana asing.
Full report:
https://pans.id/PaninNews26Oktober2026

