Panin Sekuritas - Trading Idea 26 Oktober 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Bursa pada Sesi I. IHSG ditutup melemah -1,00% di level 5.384,97 pada sesi 1 perdagangan sejalan dengan melemahnya pada pasar US. Kondisi ini dipicu oleh kekhawatiran atas lonjakan harga minyak global yang telah menyentuh USD114/barrel seiring US dan Israel berencana untuk menyerang Iran setelah mid-term election di 4 Nov-26. Hal ini patut dicermati mengingat posisi Indonesia sebagai negara net importir minyak, yang berpotensi menambah beban fiskal negara dan meningkatkan risiko pelebaran defisit anggaran mendekati batas (threshold) 3%. Adapun juga, tekanan net foreign outflow pada pasar saham masih berlanjut pasca pengumuman MSCI hingga Jumat kemarin telah menyentuh â??Rp11,4 triliun. Sebagai perbaikan tata kelola, Bursa akan mengubah mekanisme perdagangan saham mulai awal Nov-26 dengan mengurangi pengenaan terhadap saham unusual market activity (UMA) dan lebih memfokuskan terhadap emiten atau anggota bursa yang terlibat aktif dalam praktif manipulasi harga saham.
Bursa Regional. Bursa Asia bergerak mayoritas melemah sepanjang sesi I dimana Indeks Jepang -0,28%, Hong Kong +0,44%, Shanghai -0,18% Singapura -0,39%, dan Korea -0,45%. Rilis laju inflasi Singapura pada Sep-26 tercatat menurun ke level +2,2% YoY (prev: +2,3% YoY; cons: +2,3%) serta Bank Sentral Singapura turut menurunkan proyeksi inflasi inti 2026 menjadi 1,5% - 2% dari proyeksi sebelumnya sebesar 2,5%. Selain itu, rilis data indeks kondisi ekonomi riil Jepang pada Ags-26 tercatat turun ke level 118,8 (prev: 120,6) mencerminkan dampak atas bencana alam dan memanasnya tensi di Timur-Tengah.
Indeks sektoral. Indeks sektoral ditutup melemah pada sesi 1. pelemahan terbesar terjadi pada sektor infrastructure sebesar -1,59%, terutama pada emiten MORA (-6,79%) dan ISAT (-3,36%) dan diikuti sektor technology sebesar -1,54%, terutama pada emiten BELI (-2,19%) dan BUKA (-5,50%) pasca rilis earnings emiten BUKA pada 3Q26 dengan pertumbuhan pendapatan yang flat pada 3Q26, akibat pertumbuhan yang lebih lambat pada segmen gaming. Di sisi lain, BUKA masih membukukan rugi bersih Rp65 miliar pada 3Q26 akibat kerugian investasi, terutama pada saham BBHI.
Komoditas & Nilai Tukar. Harga komoditas bergerak bervariasi. Dimana harga nikel -1,67%, minyak brent -1,94%, timah +1,41%, batubara -0,30%, dan CPO -0,92%. Harga CPO turun -0,92% menjadi MYR 4.545/MT, didorong oleh pelemahan harga minyak nabati kompetitor di bursa Dalian dan Chicago soyoil serta penurunan harga minyak mentah yang mengurangi daya tarik CPO sebagai bahan baku biodisel. Selain itu, melambatnya permintaan dari sektor pangan di tengah tingginya tekanan inflasi global turut membebani sentimen pasar. Namun demikian, penurunan harga berpotensi tertahan oleh lonjakan volume ekspor Malaysia periode 1â??20 Oktober yang tumbuh 58,5%â??78,4% (MoM) akibat lonjakan permintaan musiman dari India, serta ekspektasi pengetatan pasokan minyak kedelai dan bunga matahari yang diperkirakan menjaga harga CPO tetap di atas level MYR 4.600/ton pada November.
Nilai Perdagangan. Perdagangan di pasar regular di sepanjang sesi I dengan nilai transaksi sekitar hampir Rp7,2 triliun, flat dari transaksi perdagangan Jumat kemarin. Dari nilai transaksi pada sesi 1 didominasi oleh transaksi saham financials, basic materials, dan energy.
Yield SUN. Yield obligasi untuk tenor 5 tahun dan 10 tahun naik, seiring dengan kekhawatiran harga minyak global yang berada di level tinggi serta nilai tukar rupiah yang kembali melemah ke level Rp18,121/USD.
Rekomendasi Saham
TPIA closing 1470 tertinggi 1510, +BUMI, pilihan saham-saham dengan frekuensi perdagangan tertinggi untuk scalping (trading cepat)
Full Report
https://pans.id/TradingIdea26Oktober2026

