Kembali
Result Snapshot 3Q26: BUKA (BUY - TP: Rp150): Adj
Oleh Tim Riset Panin SekuritasEarnings performance: Kinerja BUKA pada 9M26 tercatat in-line dengan estimasi kami dan konsensus (PANS: 70,7%; Kons: 73,7%; rata-rata pasar 4 tahun: 73,9%), dengan pendapatan tumbuh solid, +19,3% YoY. Namun, kami mencermati pertumbuhan pendapatan yang flat pada 3Q26, akibat pertumbuhan yang lebih lambat pada segmen gaming. Dari sisi profitabilitas, adjusted EBITDA 3Q26 tercatat positif sebesar Rp1 miliar, namun turun 83,3% QoQ akibat tekanan biaya operasional khususnya pada segmen gaming untuk menopang volume transaksi sehingga membatasi perbaikan profitabilitas secara signifikan, membawa adj EBITDA kumulatif mencapai Rp11 miliar di 9M26. Di sisi lain, BUKA masih membukukan rugi bersih Rp65 miliar pada 3Q26 akibat kerugian investasi, terutama pada saham BBHI.
Key highlight: Pada 3Q26, segmen gaming mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,4 triliun (+0,5% QoQ; +0,5% YoY) atau flat, seiring perbaikan bauran produk dan kanal. Perseroan memprioritaskan game dan lini bisnis bermarjin lebih tinggi, termasuk kanal B2C dan C2C, sembari mengurangi porsi produk bermarjin tipis seperti sebagian kanal B2B. Strategi ini mendorong laba kotor gaming naik menjadi Rp65 miliar (3Q25: Rp49 miliar) dan adj. EBITDA menjadi Rp11 miliar (3Q25: Rp5 miliar). Kami mencermati bahwa perbaikan profitabilitas tersebut dicapai di tengah penurunan penjualan pada judul game tertentu dan musiman 3Q yang lebih lemah. Di sisi lain, beban S&M justru meningkat menjadi Rp31 miliar (+41% QoQ; +44% YoY) untuk ekspansi ke pasar baru di Eropa dan Timur Tengah, yang kontribusinya masih kecil dan menurut manajemen membutuhkan waktu lebih dari 6â??12 bulan untuk stabil. Manajemen juga menyampaikan bahwa pertumbuhan di pasar yang sudah mature, termasuk Indonesia, cenderung terbatas karena mengikuti pertumbuhan pasar, sementara 4Q dan 1Q secara musiman cenderung lebih kuat. Sementara itu, segmen ritel mulai pulih dengan pendapatan naik 6% YoY menjadi Rp70 miliar dan rugi adj. EBITDA membaik menjadi Rp1 miliar (3Q25: -Rp6 miliar), didorong dibukanya kembali kuota impor tekstil serta peluncuran brand Vibreno di Plaza Indonesia.
Strategy dan prospek: Manajemen belum memberikan guidance formal terkait target pertumbuhan maupun adj. EBITDA, namun menegaskan bahwa adj. EBITDA tetap menjadi target utama di setiap segmen bisnis. Kendati demikian, kami menilai keberlanjutan profitabilitas masih menjadi tantangan utama perseroan. Adj. EBITDA 9M26 sebesar Rp11 miliar hanya setara marjin 0,2%, dengan kontribusi empat segmen operasional sebesar Rp49 miliar yang sebagian besar tergerus oleh beban level korporat (-Rp37 miliar), sehingga buffer terhadap kenaikan biaya maupun pelemahan permintaan sangat terbatas. Manajemen juga menginformasikan untuk tidak mengekstrapolasi capaian adj. EBITDA positif tiga kuartal berturut-turut secara linear, mengingat volatilitas daya beli dan perubahan regulasi, baik di Indonesia maupun di pasar lain. Buyback masih menjadi prioritas dan tengah dibahas manajemen, namun belum ada keputusan dalam waktu dekat, seiring volatilitas pasar. Adapun terkait kepemilikan di BBHI, tidak ada perubahan porsi kepemilikan dan manajemen belum dapat memberikan detail rencana divestasi, sehingga volatilitas kerugian mark-to-market (sekitar Rp2 triliun YTD) berpotensi terus membebani laba bersih.
Rekomendasi: BUY untuk BUKA dengan menurunkan target harga Rp150 implied PS 1,7x di 2027F, setara dengan -1x std deviasi dari sebelumnya di harga Rp170, seiring dengan penyesuaian revenue growth ke level mid teens (sebelumnya: high double digit growth), mempertimbangkan kondisi makroekonomi global. Performa perseroan di FY2027F akan didorong oleh: 1) sektor gaming yang solid dengan ekspansi ke pasar internasional, (2) pemulihan segmen mitra dan retail, (3) efisiensi biaya yang berlanjut dan (4) likuiditas yang cukup dengan posisi kas ~Rp15 triliun.
Full Report: https://pans.id/ResultSnapshotBUKA_9M26

