Kembali
Panin Sekuritas - Panin News 27 Oktober 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Pasar US kemarin ditutup menguat, DJIA +0,28%, S&P 500 +0,70% dan Nasdaq +0,83%. Investor masih akan mencermati pertemuan The Fed di 27-28 Okt, dimana The Fed diperkirakan akan akan menjaga suku bunga di 3,75-4% dengan probabilita mencapai 90%. Investor akan mencermati mid-term election di US, dimana Demokrat diperkirakan akan menang dengan probabilita mencapai 65%. Selain itu, investor akan mencermati IPO Anthropic, yang diperkirakan akan lebih besar dibandingkan gabungan SpaceX, SK Hynix dan Saudi Aramco.
Pasar Eropa kemarin ditutup menguat, Stoxx 600 +0,77%, DAX +0,91% dan FTSE +0,72%. Investor akan mencermati tensi geopolitik, setelah Iran menyatakan bahwa Iran dapat kembali membuka Selat Hormuz dalam 4-5 hari jika kondisi dipenuhi. Arab Saudi menawarkan USD1 miliar untuk Yemen Houthi sebagai bagian dari gencatan senjata.
Pagi ini bursa Jepang +2,00%, Hongkong +0,21%, Shanghai +0,02%, dan Singapura -0,29%. Pasar Asia pagi ini dibuka bervariasi. Rilis data investasi properti di China turun -21% di 9M26, terendah di tahun ini dan lebih rendah dibandingkan periode pandemi 2020 yang turun -16%. Patut dicermati bahwa yield obligasi di Brazil naik 300bps ke 16% dan pasar saham koreksi ~30% dan Brazilian Real melemah ~10% setelah secara mengejutkan Presiden Lula da Silva kembali terpilih. Patut dicermati, Goldman Sachs merevisi turun target harga Kospi ke 9.000 (sebelumnya: 12.000) untuk 12 bulan kedepan.
Harga nickel turun -1,86% menjadi USD15.372/MT seiring dengan level inventori yang tetap tinggi serta ekspektasi surplus yang kembali melebar di 2027, sementara itu copper naik +0,53% menjadi USD6,5/lbs dan minyak brent turun -0,78% menjadi USD115/barel. Yield obligasi AS 10 tahun turun -0,7bps ke level 4,988. Harga emas naik +0,52% menjadi USD4.016/oz, didorong oleh penurunan harga minyak mentah selama dua sesi berturut-turut seiring berlanjutnya ekspektasi upaya diplomasi AS-Iran, yang meredakan kekhawatiran inflasi, serta aksi bargain hunting setelah harga emas menyentuh level terendah dalam lebih dari 3 bulan. Sentimen turut didukung oleh ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Okt-26, dengan pasar menantikan panduan kebijakan untuk memperjelas prospek suku bunga ke depan. Namun demikian, upside berpotensi tertahan oleh ekspektasi kenaikan suku bunga pada Des-26 dengan probabilitas di atas >75% berdasarkan CME FedWatch, di tengah risiko inflasi yang masih tinggi serta penantian data GDP dan PCE AS.
Pada penutupan perdagangan kemarin total transaksi tercatat sebesar Rp14,98 triliun danasing catat penjualan bersih sebesar Rp1,9 triliun, IHSG ditutup melemah -1,22%.
Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah, disebabkan oleh: (1) tensi yang meningkat antara Indo â?? Singapore, (2) melemahnya harga komoditas, serta (3) masih derasnya outflow dana asing, (4) kembali melemahnya Rupiah.
Full report:
https://pans.id/PaninNews27Oktober2026
Pasar US kemarin ditutup menguat, DJIA +0,28%, S&P 500 +0,70% dan Nasdaq +0,83%. Investor masih akan mencermati pertemuan The Fed di 27-28 Okt, dimana The Fed diperkirakan akan akan menjaga suku bunga di 3,75-4% dengan probabilita mencapai 90%. Investor akan mencermati mid-term election di US, dimana Demokrat diperkirakan akan menang dengan probabilita mencapai 65%. Selain itu, investor akan mencermati IPO Anthropic, yang diperkirakan akan lebih besar dibandingkan gabungan SpaceX, SK Hynix dan Saudi Aramco.
Pasar Eropa kemarin ditutup menguat, Stoxx 600 +0,77%, DAX +0,91% dan FTSE +0,72%. Investor akan mencermati tensi geopolitik, setelah Iran menyatakan bahwa Iran dapat kembali membuka Selat Hormuz dalam 4-5 hari jika kondisi dipenuhi. Arab Saudi menawarkan USD1 miliar untuk Yemen Houthi sebagai bagian dari gencatan senjata.
Pagi ini bursa Jepang +2,00%, Hongkong +0,21%, Shanghai +0,02%, dan Singapura -0,29%. Pasar Asia pagi ini dibuka bervariasi. Rilis data investasi properti di China turun -21% di 9M26, terendah di tahun ini dan lebih rendah dibandingkan periode pandemi 2020 yang turun -16%. Patut dicermati bahwa yield obligasi di Brazil naik 300bps ke 16% dan pasar saham koreksi ~30% dan Brazilian Real melemah ~10% setelah secara mengejutkan Presiden Lula da Silva kembali terpilih. Patut dicermati, Goldman Sachs merevisi turun target harga Kospi ke 9.000 (sebelumnya: 12.000) untuk 12 bulan kedepan.
Harga nickel turun -1,86% menjadi USD15.372/MT seiring dengan level inventori yang tetap tinggi serta ekspektasi surplus yang kembali melebar di 2027, sementara itu copper naik +0,53% menjadi USD6,5/lbs dan minyak brent turun -0,78% menjadi USD115/barel. Yield obligasi AS 10 tahun turun -0,7bps ke level 4,988. Harga emas naik +0,52% menjadi USD4.016/oz, didorong oleh penurunan harga minyak mentah selama dua sesi berturut-turut seiring berlanjutnya ekspektasi upaya diplomasi AS-Iran, yang meredakan kekhawatiran inflasi, serta aksi bargain hunting setelah harga emas menyentuh level terendah dalam lebih dari 3 bulan. Sentimen turut didukung oleh ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Okt-26, dengan pasar menantikan panduan kebijakan untuk memperjelas prospek suku bunga ke depan. Namun demikian, upside berpotensi tertahan oleh ekspektasi kenaikan suku bunga pada Des-26 dengan probabilitas di atas >75% berdasarkan CME FedWatch, di tengah risiko inflasi yang masih tinggi serta penantian data GDP dan PCE AS.
Pada penutupan perdagangan kemarin total transaksi tercatat sebesar Rp14,98 triliun danasing catat penjualan bersih sebesar Rp1,9 triliun, IHSG ditutup melemah -1,22%.
Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah, disebabkan oleh: (1) tensi yang meningkat antara Indo â?? Singapore, (2) melemahnya harga komoditas, serta (3) masih derasnya outflow dana asing, (4) kembali melemahnya Rupiah.
Full report:
https://pans.id/PaninNews27Oktober2026

