Panin Sekuritas - Panin News 28 Oktober 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Pasar US kemarin ditutup menguat, DJIA +0,03%, S&P 500 +0,60% dan Nasdaq +1,18%. Investor akan mencermati pertemuan The Fed di 27-28 Oktober ini, dimana The Fed diperkirakan masih akan menjaga suku bunga di 3,75-4% dengan probabilita yang mencapai 92%. Namun investor juga melihat bahwa Chairman The Fed, Kevin Warsh, akan memberikan sinyal bahwa ada ruang kenaikan suku bunga. Trump menginformasikan bahwa Venezuela dapat menjadi negara bagian ke 51, yang akan meningkatkan tensi antara 2 negara.
Pasar Eropa kemarin ditutup bervariasi, Stoxx 600 +0,47%, DAX +0,71% dan FTSE -0,75%. Investor akan mencermati potensi negosiasi damai antara Russia â?? Ukraina, dimana Putin berencana untuk mengakhiri konflik dan mengurangi sanksi dan mengajak Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, untuk berdiskusi di Moskow.
Pagi ini bursa Jepang +1,38%, Hongkong +0,19%, Korea Selatan +5,09%, dan Singapura +0,18%. Pasar Asia pagi ini dibuka menguat. Investor akan mencermati tensi geopolitik, setelah Supreme Leader Iran, Mojtaba Khamenei akan bertemu dengan Sekretaris Supreme National Security Council Iran, Mohsen Rezaei, dalam rangka mendiskusikan kondisi untuk mengakhiri perang dengan Iran. Patut dicermati bahwa, kepemilikan obligasi US di Bank Sentral China turun ke USD591 miliar, yang merupakan level terendah sejak Ags-08. Patut dicermati bahwa, pasar saham China CSI 300 koreksi selama 12x berturut-turut terpanjang dalam sejarah dan pemerintah telah melakukan injeksi likuiditas sebesar USD19 miliar untuk menjaga penurunan pasar saham.
Harga minyak brent turun -1,67% menjadi USD114/barel seiring dengan pelaku pasar yang mencermati election result di Israel yang berpotensi mengubah arah konflik di Timur Tengah, sementara itu emas naik +1,88% menjadi USD4.060/oz dan soybean turun -0,97% menjadi USD12,3/Bu. Yield obligasi AS 10 tahun naik +0,9bps ke level 4,997. Harga CPO Malaysia turun -2,11% menjadi MYR4.462/MT, didorong oleh pelemahan harga minyak nabati di bursa Dalian dan Chicago serta turunnya harga minyak global, yang mengurangi dukungan dari sisi energi. Tekanan harga berlanjut meskipun ekspor Malaysia pada 1â??20 Okt-26 meningkat 58,5%â??78,4% MoM, didukung oleh permintaan musiman dari India, sementara ekspektasi peningkatan pembelian India dan China berpotensi menopang demand ke depan. Namun demikian, downside berpotensi terbatas oleh risiko penurunan yield akibat El Nino serta potensi peningkatan konsumsi domestik Indonesia seiring rencana implementasi mandat biodiesel B50.
Pada penutupan perdagangan kemarin total transaksi tercatat sebesar Rp17,9 triliun danasing catat penjualan bersih sebesar Rp651 miliar, IHSG ditutup melemah -1,99%.
Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah, disebabkan oleh: (1) sentimen negatif dari potensi downgrade Indonesia ke stand-alone yang dapat memicu keluarnya dana asing USD5-10 miliar, (2) masih derasnya outflow dana asing, serta (3) kembali melemahnya Rupiah pasca lemahnya bid-to-cover SBN.
Full report:
https://pans.id/PaninNews28Oktober2026

