Kembali
Result Snapshot 3Q26: UNTR: (HOLD: Rp27.000): Earn
Oleh Tim Riset Panin SekuritasEarnings:Laba bersih UNTR pada 3Q26 tercatat solid, sebesar Rp3,5 triliun (+1.019% QoQ; +0,3% YoY) secara kumulatif sebesar Rp4,5 triliun (-61,1% YoY). Laba bersih yang positif secara kuartalan terjadi seiring pendapatan lebih baik dari perbaikan segmen emas akibat ramp-up produksi tambang Martabe serta kenaikan segmen kontraktor dan alat berat akibat revisi RKAB di Jul-26. Namun, secara tahunan masih tertekan one-off impairment investasi geothermal serta market share Komatsu yang terus turun.
Kinerja operasional: 1) Penjualan Komatsu membaik di 3Q26 menjadi 1.032 unit (+16,3% QoQ; +11,6% YoY), namun masih tertekan di 9M26 menjadi 3.026 (-17,2% YoY) akibat kompetisi dari China; 2) OB removal di 3Q26 membaik menjadi 283 mbcm ( +14,7% QoQ; -4,1% YoY) dengan 9M26 masih tertekan menjadi 767 mbcm (-7,4% YoY); 3) Gold mining mengalami perbaikan di 3Q26 menjadi 31 ribu oz (+55,0% QoQ; -41,5% YoY) dengan 9M26 sebesar 55 ribu oz (-69,1% YoY); 4) Coal mining 3Q26 tercatat 1,6 juta ton (-39,4% QoQ; -53,2% YoY) dengan 9M26 menjadi 8,8 juta ton (-21,2% YoY); 5) Nickel mining di 3Q26 sebesar 271 ribu wmt (-6,2% QoQ; -51,3% YoY) serta sepanjang 9M26 sebesar 1.2 miliar wmt (-29,6% YoY).
Outlook: Kinerja diperkirakan membaik di 4Q26 dan FY27F, khususnya ditopang oleh segmen kontraktor yang masih solid pasca revisi RKAB, dimana sejalan dengan hal ini RKAB batu bara TTA di revisi naik menjadi 12,4 juta ton (prev: 7,4 juta ton) namun masih dibawah produksi FY25 sebesar 14,3 juta ton. Di sisi lain, segmen emas juga diperkirakan akan membaik akibat ramp-up tambang Martabe, dimana penjualan emas di 9M26 sudah mencapai ~85% dari total target tahun ini. Downside risk utama khususnya berasal dari penjualan alat berat dengan market share yang terus tertekan.
Kami masih merekomendasikan HOLD dengan TP di Rp27.000 (implied P/E 7,5x di 2027F), disebabkan oleh:
1) tekanan kompetisi alat berat China terhadap market share Komatsu
2) ramp-up kembali tambang emas Martabe
3) revisi RKAB meningkatkan kuota produksi dan OB removal bisnis kontraktor
4) level net gearing sebesar 0.09x (prev: net cash)
Patut dicermati juga bahwa, UNTR masuk dalam kategori MSCI global standard index dan akan dipengaruhi oleh sentimen downgrade Indonesia ke stand-alone market.
Full Report:
https://pans.id/ResultSnapshotUNTR_9M26

