Kembali
Panin Sekuritas - Trading Idea 28 Oktober 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Bursa pada Sesi I. IHSG ditutup melemah -1,65% di level 5.179,06 pada sesi 1 perdagangan. Seiring dengan harga minyak global yang masih tinggi di level USD115/barel yang berpotensi meningkatkan beban fiskal negara dan meningkatkan pelebaran defisit anggaran. Selain itu, pelemahan nilai tukar Rupiah kian berlanjut hingga ke level Rp18.169/USD di tengah kekhawatiran inflasi. Adapun juga, masih derasnya outlflow dana asing sepanjang 16-Okt-2026 â?? 27-Okt-2026 yang telah mencapai â??Rp14,17 triliun pasca pengumuman MSCI mengenai potensi downgrade status Indonesia dari emerging market menjadi stand-alone market.
Bursa Regional. Bursa Asia bergerak bervariasi sepanjang sesi I dimana Indeks Jepang +1,17%, Hong Kong +0,30%, Shanghai +0,73%, Malaysia -0,09%, danKorea +6,92%. Naiknya index Korea didorong oleh kembalinya optimisme atas permintaan AI serta laporan keuangan yang solid dari produsen chip, SK Hynix yang memberikan sentimen positif karena di atas ekspektasi pasar. Namun, Investor masih akan berhati-hati menjelang pertemuan The Fed di 27-28 Oktober ini, dimana The Fed diperkirakan masih akan menjaga suku bunga di 3,75-4% dengan probabilita yang mencapai 92%.
Indeks sektoral. Indeks sektoral ditutup melemah pada sesi 1. pelemahan terbesar terjadi pada sektor infrastructure sebesar -3,74%, terutama pada emiten BREN (-6,94%) dan ISAT (-6,82%) dimana ditandai dengan auto-rejection bawah (ARB). Selain itu pelemahan berikutnya terjadi pada sektor Industrial sebesar -3,30%, terutama pada emiten UNTR (-4,62%) dan IMPC (-4,73%) dimana UNTR masuk dalam kategori MSCI global standard index dan akan dipengaruhi oleh sentimen downgrade Indonesia ke stand-alone market.
Komoditas & Nilai Tukar. Harga komoditas bergerak bervariasi. Dimana harga nikel +0,43%, minyak brent +1,48%, CPO +1,03% timah +0,74%, batubara +0,17%, dan emas -0,64%. Harga CPO naik +1,03% menjadi MYR 4.508/MT, didorong oleh pelemahan mata uang ringgit dan penguatan harga minyak kedelai Dalian. Sentimen pasar turut diperkuat oleh kekhawatiran gangguan pasokan akibat El Niño tahun depan, lonjakan permintaan biodiesel domestik di Indonesia, serta lonjakan ekspor Malaysia periode 1â??25 Oktober sebesar 46,9%â??67,7% yang didorong oleh festive buying dari India. Malaysian Palm Oil Council (MPOC) memproyeksikan harga CPO bertahan di atas MYR4.600/MT pada November ditopang kenaikan permintaan India dan Tiongkok.
Nilai Perdagangan. Perdagangan di pasar regular di sepanjang sesi I dengan nilai transaksi sekitar hampir Rp7,2 triliun, lebih tinggi dari transaksi perdagangan Selasa kemarin. Dari nilai transaksi pada sesi 1 didominasi oleh transaksi saham financials, telecomunication, dan energy.
Yield SUN. Yield obligasi 5 tahun dan 10 tahun naik seiring kekhawatiran harga minyak yang masih tinggi dan pelemahan Rupiah.
Rekomendasi Saham
BBCA closing 5075 tertinggi 5150, +HEAL, pilihan saham-saham dengan frekuensi perdagangan tertinggi untuk scalping (trading cepat)
Full Report
https://pans.id/TradingIdea28Oktober2026

