Kembali
Result Snapshot 3Q26: ANTM: (BUY: Rp3.700): Earnin
Oleh Tim Riset Panin SekuritasEarnings: ANTM mencatatkan EBITDA di 3Q26 sebesar Rp3,9 triliun (-7,5% QoQ; +109,1% YoY), namun sepanjang 9M26 menjadi Rp12,8 triliun (+52,5% YoY). Adapun laba bersih 3Q26 menjadi Rp2,4 triliun (-17,9% QoQ; +91,6% YoY) dengan laba bersih 9M26 menjadi Rp8,8 triliun (+47,9% YoY) dimana ini in-line dengan estimasi kami dan konsensus (PANS: 84,5%; Cons: 83,6%; 5Y Avg: 79,3%). Kinerja yang kurang positif secara kuartalan terjadi seiring dengan penurunan harga komoditas serta volume penjualan emas yang turun, namun secara tahunan masih positif akibat ASP emas dan nikel yang lebih tinggi.
Kinerja operasional: Produksi emas di 3Q26 menjadi 6.490 oz (-12,9% QoQ; +33,8% YoY) sehingga membawa kumulatif 9M26 menjadi 20.384 oz (+7,5% YoY). Di sisi lain penjualan emas kembali tertekan di 3Q26 menjadi 229 ribu oz (-25,8% QoQ; +48,6% YoY) serta sepanjang 9M26 menjadi 811 ribu oz (-26,0% YoY). Patut dicermati, ASP emas di 3Q26 tercatat turun menjadi USD4.428/oz (-11,3% QoQ; +21,2% YoY), namun sepanjang 9M26 masih solid di USD4.689/oz (+46,0% YoY). Di sisi lain, produksi bijih nikel perseroan di 3Q26 naik menjadi 4,4 juta wmt (+12,4% QoQ; +27,0% YoY), dengan kumulatif 9M26 menjadi 12,1 juta wmt (-3,1% YoY). Adapun penjualan nikel di 3Q26 naik menjadi 3,4 juta wmt (+17,6% QoQ; +30,4% YoY) serta membawa 9M26 menjadi 10,7 juta wmt (-4,5% YoY). Adapun ASP nikel di 3Q26 turun menjadi USD68,2/wmt (-18,4% QoQ; +19,1% YoY), namun secara tahunan 9M26 solid menjadi USD69,8/wmt (+37,2% YoY).
Outlook: Sebagai informasi, saat ini kondisi oversupply emas domestik masih berlanjut akibat implementasi tarif bea keluar, yang positif untuk perseroan karena meningkatnya diskon pembelian. Namun patut dicermati, permintaan domestik yang relatif turun akibat harga yang tertekan. Adapun kami melihat kinerja perseroan secara overall FY26E relatif positif, sehingga berpotensi memberikan dividen yang cukup menarik dengan estimasi yield ~10%.
Kami merekomendasikan BUY untuk ANTM dengan target harga ke Rp3.700 (implied EV/EBITDA 6,5x di 2027F). Beberapa pertimbangan:
1) ekspektasi supply emas dan harga yang lebih baik
2) proyek hilirisasi baterai EV dari project dragon
3) posisi keuangan perseroan tetap kuat di net cash
Namun patut dicermati downside risk permintaan emas domestik yang lebih moderat, volatilitas harga emas akibat tren kenaikan inflasi global, penurunan harga nikel akibat supply LME yang tinggi serta meningkatnya premi risiko untuk Indonesia pasca potensi downgrade ke stand-alone market.
Full Report:
https://pans.id/ResultSnapshotANTM_9M26

