Kembali
Panin Sekuritas - Panin News 29 Oktober 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Pasar US kemarin ditutup menguat, DJIA +0,19%, S&P 500 +0,28% dan Nasdaq +0,27%. The Fed memutuskan untuk menjaga suku bunga di 3,75-4% dan menyatakan bahwa inflasi terus mengalami kenaikan dan menunggu tambahan informasi, sebelum memutuskan menaikkan suku bunga. Patut dicermati bahwa, inflasi yang meningkat di tahun ini lebih disebabkan oleh permintaan yang berkontribusi +1,2% dibandingkan penawaran +1% berbeda dibandingkan periode Covid, dimana penawaran dapat berkontribusi +3,1%. Patut dicermati juga bahwa The Fed mengubah mekanisme meeting The Fed, dengan memangkas pertemuan menjadi 6 pertemuan (sebelumnya: 8 pertemuan). Saham Alphabet turun ~9% setelah pendapatan tercatat dibawah ekspektasi dengan negative free cash flow USD9,1 miliar.
Pasar Eropa kemarin ditutup menguat, Stoxx 600 +0,07%, DAX +0,44% dan FTSE +0,07%. Tensi geopolitik masih tinggi, setelah US dan Israel diinformasikan akan menyerang Iran pasca mid-term election di US dengan â??massive strikesâ?� ke daerah pemerintahan Iran, infrastruktur energi dan nuklir. Presiden US, Donald Trump, menyatakan â??we need to finish the jobâ?�.
Pagi ini bursa Jepang +0,82%, Hongkong -0,13%, Shanghai -0,37%, dan Singapura +0,30%. Pasar Asia pagi ini dibuka bervariasi. Patut dicermati bahwa korelasi 20 hari antara obligasi 10 tahun dan Nasdaq naik ke +0,51 (minggu lalu: -0,7) dimana investor melihat obligasi US akan menjadi hedging penurunan saham teknologi di US. Patut dicermati bahwa negara tetangga US khususnya Asia memangkas pembelian obligasi US sebanyak 60% menjadi USD174 miliar.
Harga minyak brent naik +1,26% menjadi USD115/barel seiring dengan tensi geopolitik yang masih tinggi, sementara itu emas naik +0,18% menjadi USD4.067/oz dan nickel turun -0,15% menjadi USD15.416/MT. Yield obligasi AS 10 tahun naik +2,1bps ke level 5,018. Harga batu bara naik +0,47% menjadi USD150/MT, didorong oleh tingginya harga LNG akibat gangguan pasokan yang dipicu tensi geopolitik di Timur Tengah, sehingga meningkatkan daya saing batu bara sebagai alternatif pembangkit listrik. Permintaan turut ditopang oleh faktor musiman menjelang musim dingin di Asia dan Eropa serta potensi kenaikan konsumsi listrik di India akibat peningkatan kebutuhan pendingin ruangan di tengah risiko El Nino, yang dapat mendorong penggunaan pembangkit listrik berbasis batu bara. Patut dicermati, IEA memperkirakan produksi batu bara Indonesia turun lebih dari 12 juta ton pada 2026 seiring penurunan target produksi dan ketidakpastian regulasi.
Pada penutupan perdagangan kemarin total transaksi tercatat sebesar Rp15,9 triliun danasing catat pembelian bersih sebesar Rp665 miliar, IHSG ditutup menguat +0,31%.
Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah, disebabkan oleh: (1) kembali naiknya harga minyak, serta (2) melemahnya Rupiah.
Full report:
https://pans.id/PaninNews29Oktober2026
Pasar US kemarin ditutup menguat, DJIA +0,19%, S&P 500 +0,28% dan Nasdaq +0,27%. The Fed memutuskan untuk menjaga suku bunga di 3,75-4% dan menyatakan bahwa inflasi terus mengalami kenaikan dan menunggu tambahan informasi, sebelum memutuskan menaikkan suku bunga. Patut dicermati bahwa, inflasi yang meningkat di tahun ini lebih disebabkan oleh permintaan yang berkontribusi +1,2% dibandingkan penawaran +1% berbeda dibandingkan periode Covid, dimana penawaran dapat berkontribusi +3,1%. Patut dicermati juga bahwa The Fed mengubah mekanisme meeting The Fed, dengan memangkas pertemuan menjadi 6 pertemuan (sebelumnya: 8 pertemuan). Saham Alphabet turun ~9% setelah pendapatan tercatat dibawah ekspektasi dengan negative free cash flow USD9,1 miliar.
Pasar Eropa kemarin ditutup menguat, Stoxx 600 +0,07%, DAX +0,44% dan FTSE +0,07%. Tensi geopolitik masih tinggi, setelah US dan Israel diinformasikan akan menyerang Iran pasca mid-term election di US dengan â??massive strikesâ?� ke daerah pemerintahan Iran, infrastruktur energi dan nuklir. Presiden US, Donald Trump, menyatakan â??we need to finish the jobâ?�.
Pagi ini bursa Jepang +0,82%, Hongkong -0,13%, Shanghai -0,37%, dan Singapura +0,30%. Pasar Asia pagi ini dibuka bervariasi. Patut dicermati bahwa korelasi 20 hari antara obligasi 10 tahun dan Nasdaq naik ke +0,51 (minggu lalu: -0,7) dimana investor melihat obligasi US akan menjadi hedging penurunan saham teknologi di US. Patut dicermati bahwa negara tetangga US khususnya Asia memangkas pembelian obligasi US sebanyak 60% menjadi USD174 miliar.
Harga minyak brent naik +1,26% menjadi USD115/barel seiring dengan tensi geopolitik yang masih tinggi, sementara itu emas naik +0,18% menjadi USD4.067/oz dan nickel turun -0,15% menjadi USD15.416/MT. Yield obligasi AS 10 tahun naik +2,1bps ke level 5,018. Harga batu bara naik +0,47% menjadi USD150/MT, didorong oleh tingginya harga LNG akibat gangguan pasokan yang dipicu tensi geopolitik di Timur Tengah, sehingga meningkatkan daya saing batu bara sebagai alternatif pembangkit listrik. Permintaan turut ditopang oleh faktor musiman menjelang musim dingin di Asia dan Eropa serta potensi kenaikan konsumsi listrik di India akibat peningkatan kebutuhan pendingin ruangan di tengah risiko El Nino, yang dapat mendorong penggunaan pembangkit listrik berbasis batu bara. Patut dicermati, IEA memperkirakan produksi batu bara Indonesia turun lebih dari 12 juta ton pada 2026 seiring penurunan target produksi dan ketidakpastian regulasi.
Pada penutupan perdagangan kemarin total transaksi tercatat sebesar Rp15,9 triliun danasing catat pembelian bersih sebesar Rp665 miliar, IHSG ditutup menguat +0,31%.
Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah, disebabkan oleh: (1) kembali naiknya harga minyak, serta (2) melemahnya Rupiah.
Full report:
https://pans.id/PaninNews29Oktober2026

