Kembali
Result Snapshot 3Q26: AALI: (HOLD: Rp9.600): Earni
Oleh Tim Riset Panin SekuritasEarnings: AALI mencatatkan performa positif dengan laba bersih kuartalan di 3Q26 sebesar Rp806 miliar (+11,1% QoQ; +119,1% YoY) serta membawa pendapatan kumulatif di 9M26 sebesar Rp1,9 triliun (+78% YoY) di atas estimasi PANS dan Konsensus didorong oleh ASP atas CPO dan produk turunan yang meningkat ke level Rp15.163/kg (+1,6% QoQ; +6,2% YoY) seiring konflik Timur-Tengah yang masih berlangsung.
Kinerja operasional: Perseroan mencatatkan volume produksi CPO dan produk turunan secara kuartalan meningkat menjadi 340 ribu MT (+3,0% QoQ; +21,4% YoY) serta produksi kumulatif di 9M26 sebesar 928 ribu MT (+5,3% YoY) terutama didukung oleh Oil Extraction Rate (OER) yang meningkat pada 9M26 ke level 19,6% (6M26: 19,5%; 9M25: 19,1%). Selain itu, volume penjualan CPO dan produk turunan secara kuartalan tercatat meningkat menjadi 453 ribu MT di 3Q26 (+2,7% QoQ; -1,6% YoY) dan volume penjualan PK dan produk turunan meningkat menjadi 80 ribu MT di 3Q26 (+27,0% QoQ; +35,6% YoY).
Dampak Karhutla: Hingga saat ini, perseroan menyampaikan bahwa area perkebunan sawit perseroan di wilayah Kalimantan masih dalam kondisi aman dan terkendali. Perseroan melakukan upaya pencegahan melalui pemantauan titik panas (hotspot) secara berkala, serta membantu penanganan kebakaran di area perkebunan petani swadaya di sekitar wilayah operasional.
Rekomendasi: Kami masih merekomendasikan HOLD dengan TP: 9.600 (implied EV/Ton: 14,42x di 2026F), disebabkan oleh: (1) Katalis positif dari implementasi B50, (2) Implementasi IEU-CEPA mulai 2027, dan (3) net gearing perseroan ke posisi net cash. Namun, perseroan tetap perlu mencermati sisi produktivitas tanaman dan pembentukan tandan buah, mengingat efek El Nino memiliki jeda waktu (lagging), sehingga potensi penurunan produksi diproyeksikan baru akan terdampak mulai 2027. Sebagai informasi, AALI akan masuk kedalam IDX80, yang efektif di 2 Nov-26.
Full Report:
https://pans.id/ResultSnapshotAALI_9M26

