Panin Sekuritas - Trading Idea 29 Oktober 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Bursa pada Sesi I. IHSG ditutup melemah -2,64% ke level 5.142,82 pada sesi I. Pasar masih terbebani oleh tekanan outflow oleh asing yang saat ini tercatat net outflow Rp13,89 triliun sejak 16-Okt-26. Kami mencermati pasar masih ingin melihat penegakan aturan yang kredibel sebelum mengevaluasi kembali eksposur mereka seiring SRO-OJK tengah menempuh berbagai upaya untuk menanggapi kekhawatiran terkait reklasifikasi MSCI. Dari sisi makro, sedikit pelonggaran pada harga minyak dan koreksi pada USD semalam sebesar -0,05% memberikan kelonggaran bagi Rupiah, yang kini menjauh dari level terendah sepanjang masa dan mencatatkan penguatan harian pertamanya setelah melemah selama enam hari berturut-turut. Tetap pertahankan cautious bias terhadap pasar karena harga minyak yang masih tinggi terus membebani Rupiah dan aksi jual saham oleh asing yang terus berlanjut berisiko spillover terhadap pasar SBN.
Bursa Regional. Bursa Asia bergerak mixed sepanjang sesi I. Penguatan terbesar tercatat pada pasar Indonesia dan Thailand, sedangkan pelemahan terbesar tercatat pada pasar Jepang dan Korea. Perhatian pasar tertuju pada Bursa Korea yang mencatat pelemahan akibat saham Samsung Electronics Co. yang merosot hingga 6,6% karena tidak adanya rencana baru terkait pengembalian nilai bagi pemegang saham dan membuat para investor kecewa. Earnings terbaru juga menunjukkan kekhawatiran terkait sektor AI hingga memunculkan keraguan apakah capex tinggi untuk teknologi tersebut dapat menghasilkan keuntungan dengan cukup cepat untuk membenarkan valuasi yang lebih tinggi. Sementara itu, yield UST tenor pendek turun seiring The Fed menunda kenaikan suku bunga dalam FOMC Okt-26. Hal ini sebenarnya mencerminkan respons pasar terhadap isyarat kehati-hatian yang ditunjukkan oleh Ketua The Fed Warsh, yang mungkin terkait dengan optimisme seputar sektor AI.
Indeks sektoral. Indeks sektoral ditutup melemah menyeluruh pada sesi I, dengan pelemahan terbesar tercatat pada sektor infrastruktur -3,78% dan sektor bahan baku -3,56%. Keduanya didorong oleh pelemahan pada emiten ISAT (-6,69%), BREN (-6,28%), BRPT (-6,48%), EMAS (-5,69%), dan MDKA (-5,37%). Kami mencermati belum terdapat sentimen sektoral spesifik seiring pelemahan terjadi imbas pembalikan BBCA yang menopang penguatan pasar pada perdagangan kemarin.
Komoditas & Nilai Tukar. Harga komoditas tercatat mixed, dengan sorotan utama pada turunnya harga minyak brent -1,21% dan kenaikan harga timah +0,78%. Harga minyak turun seiring para pelaku pasar menilai upaya diplomatik terbaru di Timur Tengah untuk mencegah kemungkinan dimulainya kembali serangan militer AS terhadap Iran. Di sisi lain, harga timah naik seiring dengan ekspektasi pasar yang relatif naik terhadap capex pada infrastruktur sektor AI-related. Rupiah menguat ke level Rp18.120/USD.
Nilai Perdagangan. Perdagangan di pasar regular di sepanjang sesi I dengan nilai transaksi sekitar hampir Rp5,7 triliun, lebih tinggi dari transaksi perdagangan Selasa kemarin. Dari nilai transaksi pada sesi 1 didominasi oleh transaksi saham financials, telecomunication, dan energy.
Yield SUN. Yield obligasi bergerak turun seiring turunnya yield global dan harga minyak global.
Rekomendasi Saham
CMRY closing 4220 tertinggi 4220, +SMIL, pilihan saham-saham dengan frekuensi perdagangan tertinggi untuk scalping (trading cepat)
Full Report
https://pans.id/TradingIdea29Oktober2026

