Panin Sekuritas - Panin News 30 Oktober 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Pasar US kemarin ditutup melemah, DJIA -0,25%, S&P 500 -0,30% dan Nasdaq -1,38%. Saham Amazon terkoreksi setelah pendapatan dan laba di 3Q26 tercatat dibawah ekspektasi. Perusahaan juga mencatatkan negative free cash flow USD42,4 miliar dan masih menjaga belanja modal tetap tinggi di USD220 miliar. Sebelumnya Alphabet juga mencatatkan negative free cash flow USD9,1 miliar. Patut dicermati inflasi di US masih tinggi, setelah rilis data PCE inflation naik ke 3,6% dengan inflasi inti PCE naik ke 3,1%, yang memberikan ruang kenaikan suku bunga pada pertemuan Des-26 nanti. Rilis data pertumbuhan ekonomi di US tercatat lebih baik di 3,4% 3Q26 (est: 3,2%) yang didorong oleh belanja konsumsi dan investasi AI.
Pasar Eropa kemarin ditutup menguat, Stoxx 600 +0,77%, DAX +1,31% dan FTSE +0,26%. Investor masih akan mencermati pergerakan harga minyak, setelah Russia mengumumkan akan memperpanjang pelarangan ekspor diesel hingga akhir tahun.
Pagi ini bursa Jepang -2,90%, Korea Selatan -4,95%, Taiwan -3,45%, dan Singapura -0,18%. Pasar Asia pagi ini dibuka sebagian besar melemah. Patut dicermati bahwa, Bitcoin turun ke 77 ribu dan ETH turun dibawah USD2.200 setelah Binance menginformasikan mengalami hack sebesar USD2,8 miliar.
Harga timah turun -2,51%menjadi USD50.400/MT seiring dengan kenaikan PCE AS yang meningkatkan kekhawatiran stance hawkish The Fed, sementara itu emas turun -1,13% menjadi USD4.021/oz dan CPO Malaysia turun -1,41% menjadi MYR4.391/MT. Yield obligasi AS 10 tahun turun -8,1bpske level 4,937. Harga soybean turun -0,39% menjadi USD12,2/Bu, didorong oleh tekanan supply seiring revisi naik proyeksi produksi soybean AS 2026/27 sebesar 1% menjadi rekor 4,56 miliar bushel, dengan yield diperkirakan mencapai 53,1 bushel/acre. Tekanan berlanjut seiring progres panen AS yang telah mencapai 79% dari total area per 25 Okt-26, sedikit di atas rata-rata 5 tahun sebesar 77%, serta meningkatnya daya saing soybean Brazil akibat pelemahan mata uang real yang membuat harga ekspornya lebih kompetitif. Namun demikian, downside berpotensi tertahan oleh penguatan permintaan ekspor AS, tercermin dari kenaikan export inspections menjadi 2,48 juta ton pada pekan hingga 22 Okt-26, dibandingkan 2,07 juta ton pada pekan sebelumnya dan 1,16 juta ton pada periode yang sama tahun lalu.
Pada penutupan perdagangan kemarin total transaksi tercatat sebesar Rp11,3 triliun danasing catat penjualan bersih sebesar Rp1,1 triliun, IHSG ditutup melemah -3,49%.
Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan kembali melemah, disebabkan oleh: (1) koreksi pasar saham US khususnya di sektor teknologi, (2) melemahnya komoditas, serta (3) masih derasnya outflow dana asing.
Full report:
https://pans.id/PaninNews30Oktober2026

