Kembali
Result Snapshot 3Q26: PTBA: (HOLD: Rp2.800): Earni
Oleh Tim Riset Panin SekuritasEarnings: PTBA mencatatkan penurunan laba bersih pada 3Q26 menjadi Rp1,8 triliun (-4,7% QoQ; +213,9% YoY), namun laba bersih sepanjang 9M26 tetap positif menjadi Rp4,4 triliun (+216,4% YoY) serta di atas estimasi kami dan konsensus (PANS: 86,1%; Cons: 83,4%; 5Y Avg: 67,2%). Penurunan laba bersih secara kuartalan terjadi seiring penurunan one-off dari laba forex dan laba entitas asosiasi, sementara itu secara tahunan masih positif akibat pendapatan yang lebih tinggi serta penyesuaian kontrak KAI yang menurunkan beban jasa angkutan perseroan.
Kinerja operasional: Produksi batu bara perseroan di 3Q26 tercatat sebesar 14,9 juta ton (+16,6% QoQ), namun masih lebih rendah secara tahunan 34,4 juta ton (-4,1% YoY). Di sisi lain, penjualan batu bara di 3Q26 mencapai 11,1 juta ton (+1,8% QoQ) dengan penjualan sepanjang 9M26 menjadi 32,2 juta ton (-4,4% YoY). Patut dicermati, ASP perseroan di 3Q26 meningkat menjadi USD65/ton (+4,6% QoQ) serta sepanjang 9M26 cukup positif menjadi USD60,1/ton (+6,9% YoY). Adapun export/dmo mix di 9M26 mencapai 48,5%/51,5% (9M25: 44,2%/55,8%).
Outlook: Kami ingin menyoroti harga batu bara ICI 3 dan ICI 4 yang berada di level tinggi dan sudah melebihi harga tahun 2023. Di sisi lain, manajemen menjelaskan adanya delay penyelesaian proyek TE-Kramasan akibat adanya keterlambatan di dermaga yang dibangun KALOG & KAI. Adapun kami melihat keterlambatan ini dapat mengurangi target penjualan batu bara di FY26E sebanyak 3-4 juta ton.
Kami masih merekomendasikan HOLD untuk PTBA dengan target harga Rp2.800 (implied P/E 7x di 2027F). Beberapa pertimbangan:
1) downside risk proyek Tanjung Enim yang mundur
2) ketidakpastian kenaikan porsi DMO akibat adanya gap kebutuhan domestik
3) kenaikan harga migas berpotensi menekan margin
4) harga batu bara yang meningkat
5) potensi investasi DME tidak ditanggung oleh perseroan
6) kuota produksi RKAB 2026 yang tidak dipangkas
Full Report:
https://pans.id/ResultSnapshotPTBA_3Q26

