Kembali
Result Snapshot 3Q26: GGRM (BUY - TP: Rp21.000):
Oleh Tim Riset Panin SekuritasEarnings: GGRM membukukan performa yang solid di 3Q26, dengan membukukan laba bersih sebesar Rp1,5 triliun (+8% QoQ; +56% YoY), membawa laba bersih 9M26 menjadi Rp4,5 triliun (+309% YoY), inline dengan estimasi kami, namun diatas estimasi konsensus (PANS: 73,9%; Kons: 84,8%; rata-rata pasar 5 tahun: 76,7%), merupakan level tertinggi di 9M sejak tahun 2021, ditopang oleh ekspansi marjin dan disiplin biaya yang berlanjut.
Key driver: Perlu dicermati perlambatan topline yang masih berlanjut di 3Q26, dimana perlambatan terjadi pada segmen rokok konvensioal (-5% QoQ; -12% YoY) seiring dengan penurunan volume rokok (6M26: -14% YoY). Meski begitu, marjin kotor GGRM ekpansi ke level 14,8% (2Q26: 13,5%; 3Q25: 11%) seiring penurunan COGS (-5% QoQ; -15% YoY) utamanya pada biaya pita cukai (kontribusi ke pendapatan: 80%) seiring penurunan volume SKM serta adanya product mix ke biaya cukai yang lebih rendah. Disamping itu, efisiensi operasional masih berlanjut, utamanya pada biaya transportasi, iklan dan promosi (-40% YoY) serta kompensasi karyawan (-32% YoY), dengan rasio opex/rev turun ke 5,4% (3Q25: 6%). Perlu dicermati kesehatan neraca Perseroan, dengan mencatatkan net cash dan zero debt, sehingga mengurangi risiko keuangan dan memberikan fleksibilitas bagi Perseroan, termasuk ruang untuk rasio pembayaran dividen yang lebih tinggi.
Strategy dan prospek: Kami memperkirakan positive earnings GGRM akan berlanjut hingga 4Q26. Adapun kami menyoroti topline Perseroan masih melanjutkan tren perlambatan di 2H26/2027F, karena penurunan volume pada 6M26 belum membentuk low base, sehingga tekanan pada segmen SKM masih berpotensi berlanjut. Menurut kami Perseroan perlu lebih aktif berinovasi, terlebih peluncuran produk baru GGRM terakhir tercatat pada 2025 dan belum terdapat rencana konkret untuk diversifikasi diluar bisnis eksisting. Adapun kami memperkirakan tren perbaikan profitabilitas masih berlanjut hingga 2027F, ditopang oleh ekspansi marjin melalui 1) stabilnya tarif CHT yang menjaga rasio excise/revenue di kisaran 65â??69% di 2027F, 2) selective pricing dan inovasi produk serta 3) efisiensi operasional yang berlanjut
Rekomendasi: mempertahankan BUY untuk GGRM dengan TP ke Rp21.000 (implied PE 6,5x di 2027F) setara -1,5x std.dev 3 tahun terakhir. Performa positif hingga 9M26 memberikan fleksibilitas bagi Perseroan, termasuk ruang untuk rasio pembayaran dividen yang lebih tinggi. Dimana jika bercermin dari rasio dividen tahun 2025 di kisaran 98-99%, maka potensi dividen yield yang ditawarkan sekitar high single hingga low double digit. Meskipun demikian, perlu dicermati downside risk dari tantangan makroekonomi dan regulasi yang dapat kinerja Perseroan.

