Kembali
Panin Sekuritas - Panin News 2 November 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Pasar US Jumat kemarin ditutup melemah, DJIA -1,09%, S&P 500 -1,82% dan Nasdaq -2,86%. Rilis laporan keuangan perusahaan tech-related tercatat kurang positif ditengah belanja modal yang signifikan yang berdampak terhadap arus kas bebas yang negatif dan meningkatkan risiko gagal bayar. Sebagai informasi, Amazon, Alphabet, Meta dan Microsoft mengalokasikan belanja modal sebanyak USD202 miliar di 3Q26, 2x dibandingkan tahun lalu dan terlihat bahwa belanja investasi IT tercatat tumbuh +7,3% di 3Q26 kenaikan tertinggi sejak 4Q83. Survei menunjukan bahwa investor pesimis terkait dengan keuangan mereka, dimana 41% dari consumer US melihat bahwa situasi keuangan akan memburuk untuk 12 bulan kedepan, yang lebih tinggi dibandingkan periode krisis 2008 di 23%.
Pasar Eropa Jumat kemarin ditutup bervariasi, Stoxx 600 -0,36%,DAX -0,85% dan FTSE +0,07%. Investor masih akan mencermati tensi geopolitik setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menekan Presiden US, Donald Trump, untuk menyerang Iran segera setelah Âmid-term election.
Pagi ini bursa Jepang -0,10%, Hongkong +0,45%, Shanghai +0,18%, dan Singapura +1,36%. Pasar Asia pagi ini dibuka bervariasi. Korea Selatan mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dari estimasi, tumbuh +1% QoQ di 3Q26 (est: +0,8%) kenaikan 3x berturut-turut, yang didorong oleh ekspor khususnya dari semikonduktor, mesin dan peralatan elektronik. Patut dicermati bahwa, physical gold ETF tercatat outflow USD1,8 miliar di Okt-26, terbesar ke-3 sejak Feb-24, menginformasikan bahwa perpindahan alokasi ke obligasi. Patut dicermati bahwa, FBI mengumumkan bahwa Korea Utara menjadi dalang adanya hack di Binance sebesar USD6,3 miliar yang merupakan hack terbesar dalam sejarah.
Harga timah turun -3,18% menjadi USD48.795/MT seiring dengan kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed serta free cashflow perusahaan AI yang semakin menipis, sementara itu CPO Malaysia naik +1,32% menjadi MYR4.449/MT dan minyak brent turun -5,11% menjadi USD111/barel. Yield obligasi AS 10 tahun turun -0,8bpske level 4,929. Harga emas turun -3,88% menjadi USD3.874/oz, didorong oleh meningkatnya ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama seiring akselerasi inflasi AS pada Sep-26, termasuk kenaikan inflasi inti ditengah pertumbuhan ekonomi yang masih solid. Tekanan juga berasal dari sikap hawkish bank sentral utama, termasuk The Fed dan ECB, yang mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan ini tetapi tetap menegaskan bahwa risiko inflasi masih tinggi, sehingga membuka potensi kenaikan suku bunga The Fed pada Des-26. Di sisi lain, harga minyak yang masih berada di level tinggi serta lemahnya permintaan fisik emas di pasar Asia turut membebani sentimen.
Pada penutupan perdagangan Jumat kemarin total transaksi tercatat sebesar Rp11,6 triliun danasing catat penjualan bersih sebesar Rp139 miliar, IHSG ditutup melemah -0,80%.
Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah, disebabkan oleh: (1) tensi geopolitik yang masih tinggi, (2) melemahnya harga komoditas di hari ini, serta (3) kembali melemahnya Rupiah.
Full report:
https://pans.id/PaninNews2November2026
Pasar US Jumat kemarin ditutup melemah, DJIA -1,09%, S&P 500 -1,82% dan Nasdaq -2,86%. Rilis laporan keuangan perusahaan tech-related tercatat kurang positif ditengah belanja modal yang signifikan yang berdampak terhadap arus kas bebas yang negatif dan meningkatkan risiko gagal bayar. Sebagai informasi, Amazon, Alphabet, Meta dan Microsoft mengalokasikan belanja modal sebanyak USD202 miliar di 3Q26, 2x dibandingkan tahun lalu dan terlihat bahwa belanja investasi IT tercatat tumbuh +7,3% di 3Q26 kenaikan tertinggi sejak 4Q83. Survei menunjukan bahwa investor pesimis terkait dengan keuangan mereka, dimana 41% dari consumer US melihat bahwa situasi keuangan akan memburuk untuk 12 bulan kedepan, yang lebih tinggi dibandingkan periode krisis 2008 di 23%.
Pasar Eropa Jumat kemarin ditutup bervariasi, Stoxx 600 -0,36%,DAX -0,85% dan FTSE +0,07%. Investor masih akan mencermati tensi geopolitik setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menekan Presiden US, Donald Trump, untuk menyerang Iran segera setelah Âmid-term election.
Pagi ini bursa Jepang -0,10%, Hongkong +0,45%, Shanghai +0,18%, dan Singapura +1,36%. Pasar Asia pagi ini dibuka bervariasi. Korea Selatan mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dari estimasi, tumbuh +1% QoQ di 3Q26 (est: +0,8%) kenaikan 3x berturut-turut, yang didorong oleh ekspor khususnya dari semikonduktor, mesin dan peralatan elektronik. Patut dicermati bahwa, physical gold ETF tercatat outflow USD1,8 miliar di Okt-26, terbesar ke-3 sejak Feb-24, menginformasikan bahwa perpindahan alokasi ke obligasi. Patut dicermati bahwa, FBI mengumumkan bahwa Korea Utara menjadi dalang adanya hack di Binance sebesar USD6,3 miliar yang merupakan hack terbesar dalam sejarah.
Harga timah turun -3,18% menjadi USD48.795/MT seiring dengan kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed serta free cashflow perusahaan AI yang semakin menipis, sementara itu CPO Malaysia naik +1,32% menjadi MYR4.449/MT dan minyak brent turun -5,11% menjadi USD111/barel. Yield obligasi AS 10 tahun turun -0,8bpske level 4,929. Harga emas turun -3,88% menjadi USD3.874/oz, didorong oleh meningkatnya ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama seiring akselerasi inflasi AS pada Sep-26, termasuk kenaikan inflasi inti ditengah pertumbuhan ekonomi yang masih solid. Tekanan juga berasal dari sikap hawkish bank sentral utama, termasuk The Fed dan ECB, yang mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan ini tetapi tetap menegaskan bahwa risiko inflasi masih tinggi, sehingga membuka potensi kenaikan suku bunga The Fed pada Des-26. Di sisi lain, harga minyak yang masih berada di level tinggi serta lemahnya permintaan fisik emas di pasar Asia turut membebani sentimen.
Pada penutupan perdagangan Jumat kemarin total transaksi tercatat sebesar Rp11,6 triliun danasing catat penjualan bersih sebesar Rp139 miliar, IHSG ditutup melemah -0,80%.
Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah, disebabkan oleh: (1) tensi geopolitik yang masih tinggi, (2) melemahnya harga komoditas di hari ini, serta (3) kembali melemahnya Rupiah.
Full report:
https://pans.id/PaninNews2November2026

