Kembali
Panin Sekuritas - Trading Idea 2 November 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Bursa pada Sesi I. IHSG ditutup menguat di +0,95% ke level 5.105,20, ekanan jual yang dalam pada pekan lalu. Penguatan IHSG hari ini dipengaruhi oleh aksi buying investor, ditengah valuasi yang sudah atraktif dan mempertimbangan data laporan keuangan 3Q26 yang relatif beragam. Disamping itu, pergerakan IHSG hari ini sudah mengecualikan seluruh saham HSC yang memberikan bobot ~18% terhadap IHSG, yang dinilai positif oleh pasar, untuk mendukung tata Kelola pasar saham yang lebih transparan. Disamping itu, rilis data inflasi dan neraca dagang Indonesia yang positif dan lebih baik daripada perkiraan pasar, turut menjadi katalis positif bagi sentimen pasar. Meski begitu, penguatan ini perlu disikapi dengan hati-hati, mengingat sentimen global masih membayangi.
Bursa Regional. Bursa Asia pada sesi 1ditutup mayoritas menguat, dimana Indeks Shanghai +1,16%, Hong Kong +0,61%, Korea +2,86% dan Malaysia +0,28%. Sementara Singapura -1,36% dan Thailand -0,30%. Penguatan bursa Asia siang ini ditopang oleh rilis data ekonomi kawasan yang lebih baik dari perkiraan, yang mengindikasikan permintaan eksternal masih solid. Dari Korea Selatan, surplus neraca dagang Oct-26 tercatat USD42,5 miliar (kons: USD37,2 miliar), didorong kuatnya ekspor semikonduktor. Sementara dari China, pasar mencermati dua katalis utama. Pertama, dari sisi sektor riil, RatingDog Manufacturing PMI Oct-26 tercatat 52,0 poin (kons: 51,6), masih berada dalam fase ekspansi, mengisyaratkan perbaikan output industri serta permintaan input produksi dalam beberapa bulan ke depan. Kedua, dari sisi kebijakan moneter, PBoC akan menggeser sasaran operasional kebijakan moneter jangka pendeknya ke suku bunga semalam mulai Senin, melalui operasi reverse repo semalam harian dengan suku bunga tetap 1,25%. Secara teori, menjadikan suku bunga jangka terpendek sebagai acuan operasional memperkuat mekanisme transmisi kebijakan moneter.
Indeks sektoral. Indeks sektoral ditutup menguat pada sesi 1. Penguatan tertinggi terjadi pada sektor basic materials +2,27% dan energy +1,94%. Penguatan terjadi seiring dengan berbaliknya arah pasar setelah terjadi broad sell-off pada pekan lalu akibat kekhawatiran MSCI. Tekanan jual yang meluas tersebut mendorong valuasi sejumlah sektor ke level yang atraktif (oversold), sehingga memicu aksi bargain hunting dan short covering, terutama pada sektor-sektor yang sebelumnya terkoreksi dalam. Adapun penguatan sektor basic materials ditopang oleh kenaikan harga saham TPIA (+6,64%) dengan katalis pendukung dari rencana buyback saham sebesar Rp2 triliun, mengesampingkan kinerja 3Q26 yang melambat dan mencatatkan rugi.
Komoditas & Nilai Tukar. Harga komoditas bervariasi. Dimana harga emas +0,73%, batu bara +0,20%, nickel -1,72%, timah -3,18% dan minyak brent -6,45%. Harga minyak brent -6,45%, karena investor mempertimbangkan tanda-tanda upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik Timur Tengah di tengah kekhawatiran akan aksi militer AS yang diperbarui terhadap Iran. Laporan menunjukkan bahwa Presiden Donald Trump bermaksud memberi diplomasi lebih banyak waktu sebelum memutuskan apakah akan melanjutkan serangan terhadap Iran setelah pemilihan di AS. Rupiah melemah +0,10% di level Rp18.165/ USD.
Nilai Perdagangan. Perdagangan di pasar regular di sepanjang sesi I dengan nilai transaksi sekitar hampir Rp6,4 triliun, lebih tinggi dari transaksi perdagangan Jumat kemarin. Dari nilai transaksi pada sesi 1 didominasi oleh transaksi saham financials, basic materials, dan energy.
Yield SUN. Yield obligasi tenor 5 dan 10 tahun naik, seiring dengan pelemahan Rupiah ke level Rp18.165/USD yang meningkatkan risiko nilai tukar.
Rekomendasi Saham
CUAN closing 400 tertinggi 406, +BUMI, pilihan saham-saham dengan frekuensi perdagangan tertinggi untuk scalping (trading cepat)
Full Report
https://pans.id/TradingIdea2November2026
Bursa pada Sesi I. IHSG ditutup menguat di +0,95% ke level 5.105,20, ekanan jual yang dalam pada pekan lalu. Penguatan IHSG hari ini dipengaruhi oleh aksi buying investor, ditengah valuasi yang sudah atraktif dan mempertimbangan data laporan keuangan 3Q26 yang relatif beragam. Disamping itu, pergerakan IHSG hari ini sudah mengecualikan seluruh saham HSC yang memberikan bobot ~18% terhadap IHSG, yang dinilai positif oleh pasar, untuk mendukung tata Kelola pasar saham yang lebih transparan. Disamping itu, rilis data inflasi dan neraca dagang Indonesia yang positif dan lebih baik daripada perkiraan pasar, turut menjadi katalis positif bagi sentimen pasar. Meski begitu, penguatan ini perlu disikapi dengan hati-hati, mengingat sentimen global masih membayangi.
Bursa Regional. Bursa Asia pada sesi 1ditutup mayoritas menguat, dimana Indeks Shanghai +1,16%, Hong Kong +0,61%, Korea +2,86% dan Malaysia +0,28%. Sementara Singapura -1,36% dan Thailand -0,30%. Penguatan bursa Asia siang ini ditopang oleh rilis data ekonomi kawasan yang lebih baik dari perkiraan, yang mengindikasikan permintaan eksternal masih solid. Dari Korea Selatan, surplus neraca dagang Oct-26 tercatat USD42,5 miliar (kons: USD37,2 miliar), didorong kuatnya ekspor semikonduktor. Sementara dari China, pasar mencermati dua katalis utama. Pertama, dari sisi sektor riil, RatingDog Manufacturing PMI Oct-26 tercatat 52,0 poin (kons: 51,6), masih berada dalam fase ekspansi, mengisyaratkan perbaikan output industri serta permintaan input produksi dalam beberapa bulan ke depan. Kedua, dari sisi kebijakan moneter, PBoC akan menggeser sasaran operasional kebijakan moneter jangka pendeknya ke suku bunga semalam mulai Senin, melalui operasi reverse repo semalam harian dengan suku bunga tetap 1,25%. Secara teori, menjadikan suku bunga jangka terpendek sebagai acuan operasional memperkuat mekanisme transmisi kebijakan moneter.
Indeks sektoral. Indeks sektoral ditutup menguat pada sesi 1. Penguatan tertinggi terjadi pada sektor basic materials +2,27% dan energy +1,94%. Penguatan terjadi seiring dengan berbaliknya arah pasar setelah terjadi broad sell-off pada pekan lalu akibat kekhawatiran MSCI. Tekanan jual yang meluas tersebut mendorong valuasi sejumlah sektor ke level yang atraktif (oversold), sehingga memicu aksi bargain hunting dan short covering, terutama pada sektor-sektor yang sebelumnya terkoreksi dalam. Adapun penguatan sektor basic materials ditopang oleh kenaikan harga saham TPIA (+6,64%) dengan katalis pendukung dari rencana buyback saham sebesar Rp2 triliun, mengesampingkan kinerja 3Q26 yang melambat dan mencatatkan rugi.
Komoditas & Nilai Tukar. Harga komoditas bervariasi. Dimana harga emas +0,73%, batu bara +0,20%, nickel -1,72%, timah -3,18% dan minyak brent -6,45%. Harga minyak brent -6,45%, karena investor mempertimbangkan tanda-tanda upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik Timur Tengah di tengah kekhawatiran akan aksi militer AS yang diperbarui terhadap Iran. Laporan menunjukkan bahwa Presiden Donald Trump bermaksud memberi diplomasi lebih banyak waktu sebelum memutuskan apakah akan melanjutkan serangan terhadap Iran setelah pemilihan di AS. Rupiah melemah +0,10% di level Rp18.165/ USD.
Nilai Perdagangan. Perdagangan di pasar regular di sepanjang sesi I dengan nilai transaksi sekitar hampir Rp6,4 triliun, lebih tinggi dari transaksi perdagangan Jumat kemarin. Dari nilai transaksi pada sesi 1 didominasi oleh transaksi saham financials, basic materials, dan energy.
Yield SUN. Yield obligasi tenor 5 dan 10 tahun naik, seiring dengan pelemahan Rupiah ke level Rp18.165/USD yang meningkatkan risiko nilai tukar.
Rekomendasi Saham
CUAN closing 400 tertinggi 406, +BUMI, pilihan saham-saham dengan frekuensi perdagangan tertinggi untuk scalping (trading cepat)
Full Report
https://pans.id/TradingIdea2November2026

