Kembali
Result Snapshot 3Q26: AADI: (BUY: Rp13.700): Earni
Oleh Tim Riset Panin SekuritasEarnings: AADI mencatatkan laba bersih 3Q26 sebesar USD210 juta (-36,6% QoQ; +32,1% YoY) serta membawa laba bersih kumulatif 9M26 sebesar USD683 juta (+16,3% YoY) atau sedikit di bawah estimasi kami dan konsensus (PANS: 70,7%; Cons: 67,4%; 5Y Avg: 77,3%). Penurunan laba bersih secara kuartalan terjadi seiring dengan coal sales volume yang tertekan akibat water level Sungai Barito yang rendah akibat El Nino serta adanya peningkatan mining cost akibat BBM dan SR yang juga meningkat untuk pengerukan Sungai Barito.
Kinerja operasional: AADI mencatatkan produksi 3Q26 sebesar 17,8 juta ton (-0,4% QoQ; -0,9% YoY) serta sepanjang 9M26 mencapai 50,9 juta ton (-1,1% YoY). Di sisi lain, coal sales volume turun di 3Q26 menjadi 17,9 juta ton (-2,9% QoQ; -4,5% YoY) serta membawa 9M26 menjadi 51,4 juta ton (-2,5% YoY). Adapun SR perseroan naik di 3Q26 menjadi 4,4x (2Q26: 3,8x) akibat pengerukan Sungai Barito, namun secara 9M26 tetap lebih rendah 4,1x (9M25: 4,2x). Patut dicermati, ASP relatif flat di 3Q26 sebesar USD75,2/ton (-0,6% QoQ; +21,9% YoY), namun secara tahunan masih positif di USD72,5/ton (+10,8% YoY).
Outlook: Kami menilai peningkatan SR di 3Q26 merupakan strategi perseroan untuk meningkatkan coal sales volume di 4Q26 ditengah kondisi water level Sungai Barito yang rendah akibat El Nino. Adapun kenaikan cash yang cukup signifikan di 9M26 terjadi seiring masuknya cash dari divestasi Kestrel. Di sisi lain, manajemen mengindikasikan potensi pembagian dividen dari divestasi Kestrel ini namun belum mencapai keputusan mengenai % payout ratio dan kapan jadwal pembagian dividen tersebut. Namun demikian, kami ingin menyoroti porsi DMO perseroan yang di ~31% (historical: 25%) meskipun mayoritas penjualan AADI ditujukan kepada pelanggan industri dengan harga di atas harga DMO PLN.
Kami masih merekomendasikan BUY untuk AADI dengan TP di Rp13.700 (implied P/E 5,2x di 2027F). Beberapa pertimbangan:
1) harga batu bara yang berada di level tinggi
2) potensi dividen dari divestasi Kestrel ~Rp1.600 per lembar (asumsi: 100% payout dan USD/IDR17.800)
3) posisi perseroan sebagai salah satu emiten batu bara dengan cash margin paling tinggi
Full Report:
https://pans.id/ResultSnapshotAADI_3Q26

