Kembali
Result Snapshot 3Q26: ADMR: (BUY: Rp1.600): Earnin
Oleh Tim Riset Panin SekuritasEarnings: ADMR mencatatkan laba bersih 3Q26 sebesar USD143 juta (+65,8% QoQ; +125,1% YoY) serta membawa laba bersih sepanjang 9M26 menjadi USD318 juta (+55,5% YoY) in-line (PANS: 72,8%; Cons: 72,%; 5Y Avg: 75,0%). Kami ingin menyoroti kinerja yang positif ini ditopang oleh kontribusi smelter aluminium, namun patut dicermati GPM yang lebih rendah di 3Q26 sebesar 38,0% (2Q26: 48,3%) terjadi seiring penurunan segmen met-coal akibat coal sales volume yang tertekan.
Kinerja operasional: Produksi metcoal perseroan di 3Q26 tercatat turun menjadi 1,3 juta ton (-34,7% QoQ; -35,4% YoY) serta 9M26 menjadi 4,9 juta ton (-9,8% YoY). Adapun penjualan metcoal di 3Q26 tercatat turun signifikan menjadi 0,7 juta ton (-56,3% QoQ; -52,6% YoY) atau sepanjang 9M26 menjadi 3,9 juta ton (-12,9% YoY), dimana penurunan ini terjadi seiring dengan kendala logistik di Sungai Barito akibat water level yang rendah karena El Nino. Patut dicermati, ASP di 9M26 tercatat USD189/ton (+24,3% YoY) dengan cash cost termasuk royalti sebesar USD81/ton (+12,6% YoY). Di sisi lain, perseroan mencatatkan produksi aluminium di 9M26 sebanyak 249k ton dengan pejualan 146k ton, ditopang oleh ASP sebesar USD3.578/ton.
Outlook: Kami ingin menyoroti downside risk segmen met-coal yang mengalami kendala logistik, dimana gangguan ini diperkirakan tetap berlanjut hingga akhir tahun. Adapun target met-coal sales volume di FY26E diperkirakan menjadi ~5 juta ton (-20,6% YoY). Namun demikian, kinerja berpotensi ditopang oleh smelter aluminium yang diperkirakan akan mencapai produksi 370k ton di FY26E dan ramp up ke full capacity sebanyak 500k ton di FY27F.
Kami masih merekomendasikan BUY untuk ADMR dengan TP di Rp1.600 (implied P/E 6,2x di 2027F). Beberapa pertimbangan:
1) harga batu bara kokas dan aluminium yang relatif solid
2) kontribusi ramp up produksi dan penjualan perdana smelter aluminium di 2H26
3) strategi pengembangan infrastruktur yang berpotensi mendukung ekspansi kapasitas produksi jangka panjang
Namun patut dicermati, risiko volume penjualan yang berpotensi menurun akibat air sungai yang surut akibat El Nino serta meningkatnya premi risiko untuk Indonesia pasca potensi downgrade ke stand-alone market.
Full Report:
https://pans.id/ResultSnapshotADMR_3Q26

