Panin Sekuritas - Trading Idea 3 November 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Bursa pada Sesi I. IHSG ditutup melemah -2,62% ke level 4.936 pada sesi 1 perdagangan hari ini, seiring dengan pelemahan seluruh indeks sektoral menjelang pengumuman hasil rebalancing MSCI pada 11-Nov-26 mendatang yang masih diwarnai kekhawatiran akan potensi penurunan status pasar saham Indonesia. Sebelumnya, sejumlah pembenahan yang dilakukan regulator, salah satunya mengeluarkan saham-saham HSC dari perhitungan IHSG patut diapresiasi, namun kami menilai bahwa posisi pasar saham Indonesia masih rentan karena kepercayaan investor asing belum pulih sepenuhnya, tercermin dari masih tercatatnya outflow asingâ??Rp112 miliar di penutupan perdagangan kemarin (2/11/26).
Bursa Regional. Bursa Asia pada sesi 1 bergerak mixed, sejalan dengan Wall Street yang ditutup mixed tadi malam, karena tekanan (utamanya) dari saham sektor teknologi, namun penurunan harga minyak turut menjadi katalis positif. Bursa Hong Kong menguat +0,52% dan Bursa Filipina menguat +0,11%, sementara Bursa Kospi melemah â??3,98%, diikuti Shanghai -0,71%, Thailand -0,24%, dan Singapura -0,37%. Kospi terkoreksi paling dalam di tengah kekhawatiran yang masih berlanjut terkait pengeluaran belanja AI yang berlebihan dan dikhawatirkan akan menekan profitabilitas jangka pendek emiten teknologi. Dari sisi data ekonomi, Tingkat Inflasi Korea Selatan tercatat di level +2,8% YoY pada Okt-26 (prev: +2,9% YoY; Cons: +2,9% YoY), di bawah ekspektasi pasar, namun tetap di atas target bank sentral sebesar 2%, karena harga bahan bakar tetap tinggi akibat konflik Timur Tengah yang berkepanjangan.
Indeks sektoral. Pada sesi 1, indeks sektoral ditutup melemah dengan pelemahan terdalam dicatat oleh sektor Basic Materials -3,97% seiring pelemahan yang terjadi pada saham-saham gold related di tengah harga emas global yang kini berada di level USD3.922 / tr.ons.
Komoditas & Nilai Tukar. Harga komoditas bergerak mixed, Nikel menguat +1,81%, Timah menguat +1,49%, Minyak Brent kembali menguat +0,49%, sementara CPO Malay melemah -0,70% dan Batubara melemah -0,63%. Harga minyak brent kembali naik setelah anjlok -10,94% menjadi USD104/barel, seiring dimulainya midterm elections AS, dengan pemerintahan Trump dan Partai Republik menghadapi tekanan politik yang meningkat atas kenaikan biaya energi yang terkait dengan konflik Iran.
Nilai Perdagangan. Perdagangan di pasar regular di sepanjang sesi I dengan nilai transaksi sekitar hampir Rp5,3 triliun, lebih tinggi dari transaksi perdagangan Senin kemarin. Dari nilai transaksi pada sesi 1 didominasi oleh transaksi saham financials, telecomunication, dan energy.
Yield SUN. Yield obligasi 5 tahun dan 10 tahun turun seiring menguatnya Rupiah dan harga minyak global yang lebih rendah setelah turun hampir 11% ke level USD104 / barel yang kemudian meredakan kekhawatiran inflasi.
Rekomendasi Saham
TOBA closing 394 tertinggi 436, +MAPI, pilihan saham-saham dengan frekuensi perdagangan tertinggi untuk scalping (trading cepat)
Full Report
https://pans.id/TradingIdea3November2026

