Panin Sekuritas - Panin News 4 November 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Pasar US kemarin ditutup bervariasi, DJIA -0,38%, S&P 500 +0,36% dan Nasdaq +0,83%. Investor masih akan mencermati mid-term election di US, dimana diperkirakan bahwa Senat akan memenangkan kursi Senat dan House of Representative dengan probabilita mencapai ~90%. Investor memperkirakan bahwa jika Demokrat menang maka dapat berdampak buruk untuk tech-related stock yang artinya dapat berdampak terhadap restriksi khususnya data center.
Pasar Eropa kemarin ditutup melemah, Stoxx 600 -0,58%, DAX -0,45% dan FTSE -1,14%. Patut dicermati bahwa, US berencana untuk memangkas bantuan ke Israel yang sebesar USD4 miliar yang dapat meningkatkan tensi 2 negara tersebut.
Pagi ini bursa Jepang -2,25%, Hongkong -0,32%, Malaysia +0,27%, dan Singapura -1,19%. Pasar Asia pagi ini dibuka bervariasi. Investor masih akan mencermati tensi geopolitik, setelah Presiden US, Donald Trump, tidak ada rencana untuk menyerang Iran dalam waktu dekat dan Iran menyatakan telah menolak proposal terakhir yang diajukan oleh US dan meminta US untuk memenuhi 7 kondisi seperti: mengakhiri pertempuran termasuk Libanon, mencabut blokade Selat Hormuz, mencabut sanksi Iran, melepaskan aset yang dibekukan, mengurangi militer US, kompensasi perang serta mengakhiri serangan US ke teritori Iran.
Harga batu bara turun -1,51% menjadi USD147/MT seiring dengan penurunan harga minyak global seiring harapan kemajuan negosiasi AS-Iran, sementara itu copper turun -2,52% menjadi USD6,4/lbs dan minyak brent turun -1,12% menjadi USD103/barel. Yield obligasi AS 10 tahun naik +4,9bps ke level 4,962. Harga timah turun -3,26% menjadi USD47.905/MT, didorong oleh kekhawatiran terhadap prospek permintaan dari industri semikonduktor di tengah meningkatnya kehati-hatian pasar terhadap besarnya belanja dan kebutuhan pendanaan investasi AI. Tekanan juga berasal dari ekspektasi perbaikan pasokan secara bertahap seiring normalisasi aktivitas pertambangan di Myanmar serta pelonggaran kendala regulasi dan ekspor di Indonesia, yang berpotensi meningkatkan ketersediaan pasokan global. Namun demikian, downside berpotensi tertahan oleh terbatasnya ekspansi produksi di luar kedua negara tersebut dan minimnya pipeline proyek tambang baru, sementara permintaan timah diperkirakan menguat pada 2027â??2028 seiring pertumbuhan aplikasi elektronik dan semikonduktor.
Pada penutupan perdagangan kemarin total transaksi tercatat sebesar Rp11,7 triliun danasing catat penjualan bersih sebesar Rp575 miliar, IHSG ditutup melemah -3,78%.
Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah, disebabkan oleh: (1) tekanan outflow terkait dengan potensi downgrade MSCI, (2) melemahnya komoditas, serta (3) kembali melemahnya Rupiah.
Full report:
https://pans.id/PaninNews4November2026

