Panin Sekuritas - Trading Idea 4 November 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Bursa pada Sesi I. IHSG ditutup melemah di -0,88% ke level 4.860,94, merupakan level terendah sejak awal September 2020. Sentimen mayoritas datang dari domestik, dimana kekhawatiran pelaku pasar meningkat menjelang Rebalancing MSCI pada pekan depan dan cenderung wait n see menjelang rilis data GDP 3Q26 yang dirilis besok dengan konsensus memperkirakan GDP Indonesia tumbuh 1,3% QoQ dan +5,2% YoY. Dimana Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menyampaikan revisi proyeksi pertumbuhan PDB FY2026, ke kisaran 5,4%â??5,5%, turun dari proyeksi sebelumnya sebesar 5,6%â??6%. Selain itu, pasar juga mencermati perkembangan politik dalam negeri, menyusul proses hukum terhadap sejumlah mantan pejabat senior kepolisian terkait dugaan kasus penyadapan. Hal ini mendorong pelaku pasar mempertahankan sikap lebih berhati-hati dalam jangka pendek.
Bursa Regional. Bursa Asia pada sesi 1ditutup mayoritas melemah, dimana Indeks Shanghai -0,10%, Nikkei -3,94%, Korea -1,59%, Singapura -1,44% dan Thailand -0,30%. Pergerakan pasar Asia hari ini mayoritas ditekan oleh penurunan saham-saham perusahaan teknologi, dengan perhatian utama pasar tertuju pada hasil mid-term election di AS, dimana untuk hasil sementara siang ini Parta Demokrat telah memenangkan Senat dan ungggul dalam Dewan Perwakilan Rakyat AS, sehingga berpotensi menguasai Kongres pada sisa masa jabatan Presiden Donald Trump. Hasil ini dinilai kurang menguntungkan bagi saham-saham teknologi, mengingat potensi pengetatan regulasi, khususnya terkait data center. Kemudian dari sisi geopolitik, pasar juga mencermati perkembangan konflik militer AS dengan Iran, setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak ada rencana segera untuk kembali menyerang Iran dalam waktu dekat.
Indeks sektoral. Indeks sektoral ditutup melemah pada sesi 1. Pelemahan terdalam terjadi pada sektor basic materials -2,61% dan energy -2,71%. Pelemahan terjadi seiring dengan broad sell-off akibat kekhawatiran MSCI dan tensi politik dalam negeri. Adapun pelemahan sektor energy ditekan oleh penurunan harga saham AMMN (-4,08%) ditengah kinerja 3Q26 yang positif.
Komoditas & Nilai Tukar. Harga komoditas melemah. Dimana harga minyak brent -0,70%, batu bara -1,51%, nickel -1,38% dan timah -3,26%. Harga timah turun -3,26% menjadi USD47.905/MT, didorong oleh kekhawatiran terhadap prospek permintaan dari industri semikonduktor di tengah meningkatnya kehati-hatian pasar terhadap besarnya belanja dan kebutuhan pendanaan investasi AI. Rupiah menguat -0,10% di level Rp18.142/ USD.
Nilai Perdagangan. Perdagangan di pasar regular di sepanjang sesi I dengan nilai transaksi sekitar hampir Rp5,3 triliun, lebih tinggi dari transaksi perdagangan Selasa kemarin. Dari nilai transaksi pada sesi 1 didominasi oleh transaksi saham financials, Media, dan energy.
Yield SUN. Yield obligasi tenor 5 dan 10 tahun turun, seiring dengan penguatan Rupiah ke level Rp18.142/USD ditengah pelemahan Indeks DXY.
Rekomendasi Saham
BBCA closing 4910 tertinggi 4980, +ANTM, pilihan saham-saham dengan frekuensi perdagangan tertinggi untuk scalping (trading cepat)
Full Report
https://pans.id/TradingIdea4November2026

