Kembali
Company Update: ERAL (Not Rated): New Wheels, New
Oleh Tim Riset Panin SekuritasKinerja ERAL solid dengan penjualan Rp6,2 triliun (+44,7% YoY) dan laba bersih Rp194 miliar (+55,1% YoY) di 9M26, didorong performa positif dari Otomotif dan Fashion Apparel. SSSG ERAL tercatat solid, didukung strong performance Urban Republic, JD Sports, dan DJI. Outlook positif untuk ERAL, ditopang neraca dan arus kas yang relatif terjaga, serta potensi positif dari fashion apparel dan otomotif ke depan, meski patut dicermati terkait pelemahan IDR/USD dan masih tingginya suku bunga acuan. ERAL diperdagangkan dengan P/E 6,67x (avg. peers: 6,45x).
Sekilas bisnis. ERAL merupakan anak usaha PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dengan kepemilikan 80%, yang fokus pada produk-produk smart technologies, athleisure, dan lifestyle. Pada 3Q25, ERAL menambahkan unit usaha baru, yaitu otomotif dengan menghadirkan XPENG, sebagai bentuk diversifikasi pada segmen Lifestyle yang kemudian direspons positif oleh pasar, tercermin saat XPENG diluncurkan, ERAL mencatat 1.000 SPK (didominasi oleh seri X9) yang kemudian telah terdeliver secara bertahap hingga 2Q26. New catalyst driver juga datang dari kemitraan strategis ERAL dengan Leviâ??s yang kami nilai positif, sejalan dengan fokus ERAL saat ini ke arah produk-produk acitve and lifestyle (daripada smart IT), tercermin pada grafik. 2, penjualan retail mendominasi di 1H26, sementara distribusi turun seiring adanya pengalihan kembali bisnis aksesoris private label (IT, Loops, dan Lamina) ke Erajaya Digital yang kami nilai sebagai upaya efisiensi operasional, serta upaya untuk meningkatkan penetrasi dengan memanfaatkan jaringan distribusi yang lebih luas melalui PT Teletama Artha Mandiri (TAM; anak usaha Erajaya Group), sehingga ERAL juga bisa fokus ke core business (active and lifestyle).
Kinerja solid dengan laba bersih Rp85 miliar di 3Q26 (+31,8% QoQ; +90,6% YoY), tumbuh didorong double-digit growth penjualan yang kemudian mampu mengkompensasi kenaikan OPEX to sales sebesar 13,9% di 3Q26 (3Q25: 13,6%). Pertumbuhan penjualan sendiri didorong peningkatan kontribusi segmen Otomotif yang kini menopang 40% penjualan di 3Q26 (3Q25: 13%), menggeser posisi segmen Aksesoris yang melanjutkan tren penurunan kontribusi menjadi 33% (3Q25: 57%), sekaligus mencerminkan ramp-up distribusi XPENG dengan wholesales kumulatif mencapai 2.745 unit di 9M26 (Sep-26 only: 454 unit). Di samping itu, segmen Fashion Apparel turut menjadi highlight dengan pertumbuhan kontribusi mencapai +17,9% QoQ di 3Q26, didukung strong performance dari JD Sports di tengah ekspansi yang terus berlangsung dan meningkatnya tren olahraga. Menariknya, marjin Fashion Apparel tercatat lebih unggul dengan GPM 38,7% di 3Q26 (rata-rata segmen lainnya: ~11,9%; grafik. 19), didukung oleh ruang pricing power dan ruang markup yang lebih besar. Sementara itu, marjin segmen aksesoris relatif lebih rendah di tengah industri yang lebih tight dan harga produk yang easy to compare, sedangkan segmen otomotif relatif lebih rendah seiring karakteristik bisnis distribusi yang mengandalkan volume penjualan dengan ruang markup yang relatif terbatas. Di sisi lain, kami juga menilai arus kas ERAL tercatat sehat seiring kas operasi positif di 9M26, didukung perputaran modal yang lebih singkat (CCC 3Q26: 48 hari; vs 3Q25: 55 hari).
SSSG solid, tercatat +2,2% YoY di Jul-26, lalu +18,3% YoY di Ags-26, kemudian +10,1% YoY di Sep-26. Patut diketahui, turunnya SSSG secara kuartalan di 2Q26 (grafik. 10) terjadi karena base effect dari festive season di 1Q26. Compare to ERAA, SSSG ERAA terpantau melemah (SSSG Jul-26: -8,6% YoY; Ags-26: +0,1% YoY; Sep-26: -4,2% YoY), seiring adanya kecenderungan bahwa pelanggan menunda pembelian menjelang perilisan produk Apple terbaru di 4Q. Kami menilai wajar perbedaan tren SSSG antara ERAA â?? ERAL karena keduanya memiliki business exposure dan siklus yang berbeda. ERAA cenderung lebih sensitif pada siklus peluncuran smartphone, khususnya segmen premium (iPhone dan Samsung), sementara ERAL memiliki exposure yang lebih terdiversifikasi ke arah lifestyle dan sports.
Outlook POSITIVE untuk ERAL, selain karena laba yang solid pada kinerja 9M26, kami menilai positif: 1) neraca yang relatif terjaga di tengah ekspansi, ditopang 2) arus kas operasi yang solid meski leverage sedikit meningkat, 3) perputaran modal yang membaik, 4) potensi positif dari unit otomotif dengan target high class yang lebih resilien, dan 5) diversifikasi portofolio Fashion Apparel. Tetap patut dicermati terkait pelemahan IDR/USD dan masih tingginya suku bunga acuan, meski kami melihat eksposur ERAL terhadap risiko nilai tukar relatif kecil (turun pasca divestasi 90,1% saham EIDO ke XPENG pada Mei-26), tercermin dari liabilitas moneter neto dalam bentuk USD yang turun menjadi Rp22,5 miliar di 9M26 (FY25: Rp67,3 miliar). ERAL diperdagangkan dengan P/E 6,67x (avg. peers: 6,45x).

