Panin Sekuritas - Trading Idea 5 November 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Bursa pada Sesi I. IHSG ditutup menguat +1,96% ke level 5.016,18 pada sesi I, mencatatkan penguatan yang signifikan dalam sepekan terakhir ini. Kami mencermati pasar tengah pricing terhadap anjloknya harga minyak global semalam seiring dengan prospek Perang AS-Iran yang dinilai akan mengurangi eskalasi militernya imbas ekspektasi legislative gridlock oleh Partai Demokrat yang berhasil menguasai Senat dan DPR AS pada midterm election 3-Nov-26. Tentunya itu akan memberikan near-term relief terhadap tekanan fiskal dan cadangan devisa Indonesia, walau repricing total masih belum terlihat, sehingga pergerakan IHSG berpotensi tetap bergerak volatile. Perlu dicermati juga bahwasanya pasar masih terbebani oleh tekanan outflow oleh asing seiring pasar masih ingin melihat penegakan aturan yang kredibel oleh SRO-OJK untuk menanggapi kekhawatiran terkait reklasifikasi MSCI. Dari sisi makro domestik, rilis data pertumbuhan PDB 3Q26 yang better-than-expected sebesar +5,47% YoY (prev: +5,29% YoY; cons: +5,20% YoY) memberi katalis positif tambahan dengan menyiratkan perekonomian domestik yang relatif solid.
Bursa Regional. Bursa Asia bergerak mixed sepanjang sesi I. Penguatan terbesar tercatat pada pasar Hong Kong dan Indonesia, sedangkan pelemahan terbesar tercatat pada pasar Korea dan Jepang. Kami mencermati sentimen dari pasar global terutama didorong oleh meningkatnya risk appetite global pasca kemenangan Partai Demokrat dalam midterm election AS, yang memicu harapan akan upaya baru untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah. Harga minyak mentah Brent anjlok lebih dari 8% ke level di bawah USD100 per barel, sehingga meredakan kekhawatiran inflasi, sementara yield obligasi pemerintah AS turun dan nilai tukar dolar AS melemah, sehingga menjadi relief terhadap pasar negara berkembang. Di sisi lain, concern mengenai perlambatan sektor AI-related menjadi perhatian juga seiring ekspektasi pengetatan regulasi di AS.
Indeks sektoral. Indeks sektoral relatif menguat walau dengan kecenderungan terkonsentrasi, dengan pelemahan hanya tercatat pada sektor infrastruktur -0,25% dan konsumsi siklikal -0,15%. Tren suku bunga tinggi yang masih berlanjut menjadi katalis utama yang membebani sektor tersebut. Di sisi lain, sektor yang mencatatkan penguatan signifikan tertuju pada sektor bahan baku +4,18% dan konsumsi non-siklikal +1,94%. Kami mencermati ekspektasi meredanya ekspektasi tekanan harga input dan juga membaiknya harga emas menjadi katalis utama yang menopang penguatan. Penguatan kedua sektor ditopang oleh emiten MDKA (+14,67%), AMMN (+8,28%), dan EMAS (+7,55%).
Komoditas & Nilai Tukar. Harga komoditas tercatat cenderung menguat, dengan sorotan utama pada turunnya harga minyak brent -0,92% dan kenaikan harga emas +2,22%. Harga minyak turun seiring para pelaku pasar tengah priced-in kemungkinan moderasi eskalasi Timur Tengah pasca Partai Demokrat akan mengimbangi aksi pemerintah federal AS. Di sisi lain, harga emas relatif naik seiring dengan turunnya yield UST imbas harga minyak yang turun. Rupiah menguat ke level Rp18.093/USD.
Nilai Perdagangan. Perdagangan di pasar regular di sepanjang sesi I dengan nilai transaksi sekitar hampir Rp5,7 triliun, lebih tinggi dari transaksi perdagangan Rabu kemarin. Dari nilai transaksi pada sesi 1 didominasi oleh transaksi saham financials, telecomunications, dan energy.
Yield SUN. Yield obligasi bergerak turun seiring turunnya yield global dan harga minyak global.
Full Report
https://pans.id/TradingIdea5November2026

