Kembali
Result Snapshot: BSDE (HOLD: Rp520): Earnings belo
Oleh Tim Riset Panin SekuritasPendapatan: BSDE pada 3Q26 mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,8 triliun (+16,9% QoQ; +17,4% YoY) membawa pendapatan 9M26 menjadi Rp7,5 triliun (-14,0% YoY) masih berada dibawah estimasi kami dan konsensus (PANS: 59,2%; Kons: 59,2%; rata-rata 5 tahun: 68,4%). Secara kuartalan yang positif didorong oleh serah terima yang lebih tinggi dibandingkan dengan 2Q26 akibat lowbased, pendapatan properti hunian tumbuh menjadi Rp2,1 triliun (2Q26: Rp1,7 triliun; 1Q26: Rp1,8 triliun) yang membawa penjualan tanah dan bangunan menjadi Rp6,0 triliun (+20,9% QoQ; -19,6% YoY).
Recurring income tumbuh menjadi Rp1,5 triliun (+2,4% QoQ; +18,7% YoY) yang ditopang oleh pendapatan sewa Rp909 miliar (+18,6% YoY), pengelolaan gedung Rp312 miliar (+6,5% YoY), dan jasa pengoperasian jalan tol Rp90 miliar (+19,8% YoY).
Marketing sales di 3Q26 tercatat sebesar Rp2,4 triliun (-6,8% QoQ) yang membawa marketing sales 9M26 menjadi Rp7,5 triliun (+6,0% YoY) yang telah mencapai 75,3% dari target perseroan sebesar Rp10 triliun di tahun 2026F. Ditengah melemahnya demand properti, BSDE berhasil mencatatkan pertumbuhan marketing sales secara tahunan disebabkan demnad dari segmen kelas atas yang masih cukup baik dibandingkan kelas menengah dan bawah.
Laba bersih. BSDE membukukan laba bersih pada 3Q26 sebesar Rp241 miliar (-26,2% QoQ) membawa laba bersih sepanjang 9M26 menjadi Rp845 miliar (-38,1% YoY) berada dibawah estimasi kami dan konsensus (PANS: 32,1%; Kons: 33,8%; rata-rata 5 tahun: 62,2%). Laba bersih yang masih melemah terdorong oleh: 1) Beban penjualan yang meningkat menjadi Rp1,4 triliun (+6,6% YoY); 2) dan beban bunga yang meningkat ke level Rp1,3 triliun (+13,7% YoY).
Kami masih merekomendasikan HOLD untuk BSDE dengan target harga Rp520 (implied discount to NAV: 89% atau setara 0,2x PB di 2027F) dari sebelumnya di Rp730 (implied 0,3x PB) seiring penurunan harga yang signifikan akibat risiko yang meningkat seiring potensi rating investasi yang di downgrade oleh MSCI yang terjadi hampir dari seluruh saham di Indonesia. Rekomendasi kami ini turut mempertimbangan: 1) kinerja yang masih melambat di tahun ini meskipun ada potensi sedikit perbaikan di tahun 2027F seiring perbaikan dari permintaan; (2) tensi geopolitik dan gejolak nilai tukar akan masih membayani permintaan properti; (3) pembeli yang masih didominasi dari end user. Namun (4) valuasi yang cenderung cukup discount (-2,5x std dari rata-rata 5 tahun terakhir).
Full report:
https://pans.id/ResultSnapshotBSDE_3Q26

