Kembali
Panin Sekuritas - Panin News 6 November 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Pasar US kemarin ditutup melemah tajam, DJIA -3,44%, S&P 500 -4,36% dan Nasdaq -5,52%. Investor khawatir bahwa kemenangan Demokrat di Senat dan House of Representatives dapat berdampak terhadap perlambatan untuk pembangunan data center. Presiden US, Donald Trump, menyatakan bahwa ini adalah salah satu hari terburuk untuk pasar saham dalam sejarah, yang disebabkan oleh Partai Demokrat. Sebagai informasi, dalam 24 jam terakhir, Demokrat telah mengumumkan secara publik terkait potensi pembatasan perkembangan AI yang termasuk outright ban atau pelarangan total yang dapat berdampak potensi kalahnya kompetisi AI dengan China.
Pasar Eropa kemarin ditutup melemah, Stoxx 600 -0,38%, DAX -0,43% dan FTSE -0,43%. Patut dicermati bahwa, indeks volatilitas atau ketakutan (VIX) tercatat naik ke 28,2 (sebelumnya: ~16) yang merupakan kenaikan harian tertinggi sejak Feb-18.
Pagi ini bursa Jepang -6,61%, Hongkong -1,57%, Korea Salatan -7,98%, dan Singapura -2,32%. Pasar Asia pagi ini dibuka melemah. Patut dicermati Kospi sempat terkoreksi ~9% dan mengalami trading halt dan Nikkei juga terkoreksi tajam ~7%, karena kekhawatiran terkait perlambatan perkembangan data center dan sektor teknologi di US. Investor juga akan mencermati tensi geopolitik, setelah pemerintahan Trump bersiap untuk melanjutkan â??majorâ?� operation di Iran. Wakil Presiden, JD Vance, menginformasikan menuduh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, â??being wrong on everythingâ?� khususnya terkait dengan Iran.
Harga CPO Malaysia turun -4,05% menjadi MYR4.126/MT seiring dengan ekspektasi inventori bulan Oktober yang terus meningkat, sementara itu nickel naik +3,57% menjadi USD16.136/MT dan copper turun -2,47% menjadi USD6,3/lbs. Yield obligasi AS 10 tahun turun -5,3bps ke level 4,835. Harga soybean turun -1,03% menjadi USD11,8/Bu, didorong oleh prospek pasokan global yang melimpah seiring progres panen AS yang telah mencapai 88% per 1 Nov-26, atau lebih cepat dibandingkan rata-rata 5 tahun sebesar 84%, sehingga produksi diperkirakan tetap berada pada jalur untuk mencetak rekor. Tekanan juga berasal dari meningkatnya persaingan ekspor Brazil akibat pelemahan mata uang real, sementara kenaikan inventory minyak soybean China menjadi hampir 1,5 juta ton (+4,3% YoY) mengindikasikan konsumsi belum mampu mengimbangi tingginya aktivitas crushing. Namun demikian, downside berpotensi tertahan oleh pembelian soybean AS oleh China sebesar 136 ribu ton untuk marketing year 2026/27, serta tambahan penjualan sebesar 165,15 ribu ton dan 132 ribu ton ke tujuan yang belum diumumkan.
Pada penutupan perdagangan kemarin total transaksi tercatat sebesar Rp10 triliun dan asing catat penjualan bersih sebesar Rp66 miliar, IHSG ditutup menguat +2,25%.
Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah, disebabkan oleh: (1) sentimen negatif pasar saham di global, (2) volatilitas yang masih akan tinggi terlihat dari naiknya VIX, (3) melemahnya komoditas di hari ini, serta (4) masih keluarnya dana asing.
Full report:
https://pans.id/PaninNews6November2026
Pasar US kemarin ditutup melemah tajam, DJIA -3,44%, S&P 500 -4,36% dan Nasdaq -5,52%. Investor khawatir bahwa kemenangan Demokrat di Senat dan House of Representatives dapat berdampak terhadap perlambatan untuk pembangunan data center. Presiden US, Donald Trump, menyatakan bahwa ini adalah salah satu hari terburuk untuk pasar saham dalam sejarah, yang disebabkan oleh Partai Demokrat. Sebagai informasi, dalam 24 jam terakhir, Demokrat telah mengumumkan secara publik terkait potensi pembatasan perkembangan AI yang termasuk outright ban atau pelarangan total yang dapat berdampak potensi kalahnya kompetisi AI dengan China.
Pasar Eropa kemarin ditutup melemah, Stoxx 600 -0,38%, DAX -0,43% dan FTSE -0,43%. Patut dicermati bahwa, indeks volatilitas atau ketakutan (VIX) tercatat naik ke 28,2 (sebelumnya: ~16) yang merupakan kenaikan harian tertinggi sejak Feb-18.
Pagi ini bursa Jepang -6,61%, Hongkong -1,57%, Korea Salatan -7,98%, dan Singapura -2,32%. Pasar Asia pagi ini dibuka melemah. Patut dicermati Kospi sempat terkoreksi ~9% dan mengalami trading halt dan Nikkei juga terkoreksi tajam ~7%, karena kekhawatiran terkait perlambatan perkembangan data center dan sektor teknologi di US. Investor juga akan mencermati tensi geopolitik, setelah pemerintahan Trump bersiap untuk melanjutkan â??majorâ?� operation di Iran. Wakil Presiden, JD Vance, menginformasikan menuduh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, â??being wrong on everythingâ?� khususnya terkait dengan Iran.
Harga CPO Malaysia turun -4,05% menjadi MYR4.126/MT seiring dengan ekspektasi inventori bulan Oktober yang terus meningkat, sementara itu nickel naik +3,57% menjadi USD16.136/MT dan copper turun -2,47% menjadi USD6,3/lbs. Yield obligasi AS 10 tahun turun -5,3bps ke level 4,835. Harga soybean turun -1,03% menjadi USD11,8/Bu, didorong oleh prospek pasokan global yang melimpah seiring progres panen AS yang telah mencapai 88% per 1 Nov-26, atau lebih cepat dibandingkan rata-rata 5 tahun sebesar 84%, sehingga produksi diperkirakan tetap berada pada jalur untuk mencetak rekor. Tekanan juga berasal dari meningkatnya persaingan ekspor Brazil akibat pelemahan mata uang real, sementara kenaikan inventory minyak soybean China menjadi hampir 1,5 juta ton (+4,3% YoY) mengindikasikan konsumsi belum mampu mengimbangi tingginya aktivitas crushing. Namun demikian, downside berpotensi tertahan oleh pembelian soybean AS oleh China sebesar 136 ribu ton untuk marketing year 2026/27, serta tambahan penjualan sebesar 165,15 ribu ton dan 132 ribu ton ke tujuan yang belum diumumkan.
Pada penutupan perdagangan kemarin total transaksi tercatat sebesar Rp10 triliun dan asing catat penjualan bersih sebesar Rp66 miliar, IHSG ditutup menguat +2,25%.
Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah, disebabkan oleh: (1) sentimen negatif pasar saham di global, (2) volatilitas yang masih akan tinggi terlihat dari naiknya VIX, (3) melemahnya komoditas di hari ini, serta (4) masih keluarnya dana asing.
Full report:
https://pans.id/PaninNews6November2026

