Kembali
Panin Sekuritas - Trading Idea 6 November 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Bursa pada Sesi I. IHSG ditutup melemah -1,97% di level 4.931, atau sejalan dengan bursa AS yang ditutup melemah seiring Investor yang khawatir bahwa kemenangan Demokrat di Senat dan House of Representatives dapat berdampak terhadap perlambatan untuk pembangunan data center. Patut dicermati, Demokrat telah mengumumkan secara publik terkait potensi pembatasan perkembangan AI yang termasuk outright ban atau pelarangan total yang dapat berdampak potensi kalahnya kompetisi AI dengan China. IHSG dibuka melemah dan tetap berada di zona merah hingga penutupan. Pelemahan bursa sejalan dengan pelemahan broad market regional dan global, serta kembali meningkatnya harga minyak yang mengakibatkan pelemahan nilai tukar rupiah. Di sisi lain, cadangan devisa Indonesia pada Okt-26 tercatat naik menjadi USD146,8 miliar (prev: USD146,3 miliar).
Bursa Regional. Bursa Asia bergerak mayoritas melemah sepanjang sesi I dimana Indeks Kospi turun -5,51%, Shanghai -1,14%, Nikkei -6,19%, dan HangSeng -1,06%. Investor Asia saat ini sedang mencermati ekspektasi perlambatan perkembangan data center dan sektor teknologi di US, serta tensi geopolitik yang masih tinggi setelah pemerintahan Trump bersiap untuk melanjutkan â??majorâ?� operation di Iran. Di sisi lain, rilis data pertumbuhan penjualan ritel Singapura tercatat tumbuh +1,7% YoY (prev: +0,8% YoY; est: +2,2% YoY). Patut dicermati, investor sedang menantikan rilis data laju inflasi China untuk bulan Okt-26 pekan depan, yang diperkirakan akan stabil di +0,9% YoY (prev: +0,9% YoY).
Indeks sektoral. Indeks sektoral semuanya melemah pada sesi 1. Pelemahan terbesar terjadi di sektor basic -4,05% dan sektor infrastruktur -2,95%. Pelemahan sektor basic terjadi seiring dengan penurunan saham EMAS (-6,70%), MDKA (-6,81%), dan AMMN (-4,92%) sebagai emiten dengan salah satu weighting terbesar di sektor ini, seiring dengan kenaikan harga minyak global yang meningkatkan kekhawatiran inflasi dan stance hawkish bank sentral global, sehingga berpotensi menekan harga emas.
Komoditas & Nilai Tukar. Harga komoditas mayoritas bervariasi, dimana harga nickel +3,57%, dan emas -2,15%. Harga soybean turun -1,03% menjadi USD11,8/Bu, didorong oleh prospek pasokan global yang melimpah seiring progres panen AS yang telah mencapai 88% per 1 Nov-26, atau lebih cepat dibandingkan rata-rata 5 tahun sebesar 84%, sehingga produksi diperkirakan tetap berada pada jalur untuk mencetak rekor. Tekanan juga berasal dari meningkatnya persaingan ekspor Brazil akibat pelemahan mata uang real, sementara kenaikan inventory minyak soybean China menjadi hampir 1,5 juta ton (+4,3% YoY) mengindikasikan konsumsi belum mampu mengimbangi tingginya aktivitas crushing. Namun demikian, downside berpotensi tertahan oleh pembelian soybean AS oleh China sebesar 136 ribu ton untuk marketing year 2026/27, serta tambahan penjualan sebesar 165,15 ribu ton dan 132 ribu ton ke tujuan yang belum diumumkan. Rupiah melemah -0,29%di level Rp18.135/USD.
Nilai Perdagangan. Perdagangan di pasar regular di sepanjang sesi I dengan nilai transaksi sekitar hampir Rp2,9 triliun, lebih rendah dari transaksi perdagangan Kamis kemarin. Dari nilai transaksi pada sesi 1 didominasi oleh transaksi saham financials, basic materials, dan energy.
Yield SUN. Yield obligasi untuk tenor 5 tahun dan 10 tahun naik seiring dengan harga nilai tukar rupiah yang melemah akibat harga minyak yang berada di level tinggi.
Full Report
https://pans.id/TradingIdea6November2026
Bursa pada Sesi I. IHSG ditutup melemah -1,97% di level 4.931, atau sejalan dengan bursa AS yang ditutup melemah seiring Investor yang khawatir bahwa kemenangan Demokrat di Senat dan House of Representatives dapat berdampak terhadap perlambatan untuk pembangunan data center. Patut dicermati, Demokrat telah mengumumkan secara publik terkait potensi pembatasan perkembangan AI yang termasuk outright ban atau pelarangan total yang dapat berdampak potensi kalahnya kompetisi AI dengan China. IHSG dibuka melemah dan tetap berada di zona merah hingga penutupan. Pelemahan bursa sejalan dengan pelemahan broad market regional dan global, serta kembali meningkatnya harga minyak yang mengakibatkan pelemahan nilai tukar rupiah. Di sisi lain, cadangan devisa Indonesia pada Okt-26 tercatat naik menjadi USD146,8 miliar (prev: USD146,3 miliar).
Bursa Regional. Bursa Asia bergerak mayoritas melemah sepanjang sesi I dimana Indeks Kospi turun -5,51%, Shanghai -1,14%, Nikkei -6,19%, dan HangSeng -1,06%. Investor Asia saat ini sedang mencermati ekspektasi perlambatan perkembangan data center dan sektor teknologi di US, serta tensi geopolitik yang masih tinggi setelah pemerintahan Trump bersiap untuk melanjutkan â??majorâ?� operation di Iran. Di sisi lain, rilis data pertumbuhan penjualan ritel Singapura tercatat tumbuh +1,7% YoY (prev: +0,8% YoY; est: +2,2% YoY). Patut dicermati, investor sedang menantikan rilis data laju inflasi China untuk bulan Okt-26 pekan depan, yang diperkirakan akan stabil di +0,9% YoY (prev: +0,9% YoY).
Indeks sektoral. Indeks sektoral semuanya melemah pada sesi 1. Pelemahan terbesar terjadi di sektor basic -4,05% dan sektor infrastruktur -2,95%. Pelemahan sektor basic terjadi seiring dengan penurunan saham EMAS (-6,70%), MDKA (-6,81%), dan AMMN (-4,92%) sebagai emiten dengan salah satu weighting terbesar di sektor ini, seiring dengan kenaikan harga minyak global yang meningkatkan kekhawatiran inflasi dan stance hawkish bank sentral global, sehingga berpotensi menekan harga emas.
Komoditas & Nilai Tukar. Harga komoditas mayoritas bervariasi, dimana harga nickel +3,57%, dan emas -2,15%. Harga soybean turun -1,03% menjadi USD11,8/Bu, didorong oleh prospek pasokan global yang melimpah seiring progres panen AS yang telah mencapai 88% per 1 Nov-26, atau lebih cepat dibandingkan rata-rata 5 tahun sebesar 84%, sehingga produksi diperkirakan tetap berada pada jalur untuk mencetak rekor. Tekanan juga berasal dari meningkatnya persaingan ekspor Brazil akibat pelemahan mata uang real, sementara kenaikan inventory minyak soybean China menjadi hampir 1,5 juta ton (+4,3% YoY) mengindikasikan konsumsi belum mampu mengimbangi tingginya aktivitas crushing. Namun demikian, downside berpotensi tertahan oleh pembelian soybean AS oleh China sebesar 136 ribu ton untuk marketing year 2026/27, serta tambahan penjualan sebesar 165,15 ribu ton dan 132 ribu ton ke tujuan yang belum diumumkan. Rupiah melemah -0,29%di level Rp18.135/USD.
Nilai Perdagangan. Perdagangan di pasar regular di sepanjang sesi I dengan nilai transaksi sekitar hampir Rp2,9 triliun, lebih rendah dari transaksi perdagangan Kamis kemarin. Dari nilai transaksi pada sesi 1 didominasi oleh transaksi saham financials, basic materials, dan energy.
Yield SUN. Yield obligasi untuk tenor 5 tahun dan 10 tahun naik seiring dengan harga nilai tukar rupiah yang melemah akibat harga minyak yang berada di level tinggi.
Full Report
https://pans.id/TradingIdea6November2026

