Kembali
Result Snapshot 3Q26: JPFA (BUY - TP: Rp2.300): Ea
Oleh Tim Riset Panin SekuritasEarnings performance: JPFA membukukan performa yang solid di 3Q26, dengan membukukan laba bersih sebesar Rp756 miliar pada 3Q26 (+15% QoQ; -36% YoY), dimana perlambatan secara tahunan disebabkan oleh high base di 3Q25 (+111% QoQ; +91% YoY). Adapun laba bersih kumulatif di 9M26 mencapai Rp3,2 triliun (+34% YoY) dibawah estimasi kami dan konsensus (PANS: 68,8%; Kons: 69,2%; rata-rata pasar 5 tahun: 80,2%), akibat tekanan marjin seiring kenaikan biaya bahan baku yang lebih cepat dibandingkan kenaikan ASP, khususnya pada segmen pakan, serta kenaikan beban operasional (+25% YoY) dan biaya keuangan (+32% YoY).
Key highlight: Perlu dicermati bahwa performa top-line di 3Q26 utamanya ditopang oleh segmen commercial farm (+18% QoQ; +15% YoY; kontribusi terhadap pendapatan 3Q: 38%) dan poultry breeding/DOC (+6% QoQ; +16% YoY), seiring pemulihan ASP masing-masing (+19% QoQ; +15% YoY) dan (+15% QoQ; +20% YoY), dimana saat ini cost LB JPFA telah berada diatas Rp20 ribu/kg (3Q25: dibawah Rp18 ribu/kg), seiring dengan kenaikan feed serta DOC. Pemulihan harga ayam mendorong laba operasi segmen commercial farm tercatat sebesar Rp438 miliar (2Q26: -Rp496 miliar; 3Q26:+8% YoY) dan DOC sebesar Rp541 miliar (+6% QoQ; +24% YoY), yang keduanya mampu mengompensasi tekanan marjin pada segmen feed, dimana OPM feed turun ke 16,7% (2Q26: 23,2%; 3Q25: 19,9%) dengan kenaikan ASP feed (+7% QoQ; +17% YoY) yang lebih lambat daripada kenaikan cost feed (+10% QoQ; +21% YoY). Lalu apa yang membuat kinerja 3Q dibawah estimasi? Selain faktor tekanan marjin dari kenaikan biaya bahan baku, perlu dicermati kenaikan biaya operasional (+9% QoQ; +31% YoY) utamanya dari biaya iklan dan promosi (+90% QoQ; 79% YoY) seiring upaya Perseroan untuk memperkuat brand awareness dan penetrasi pasar produk consumer/processed food (So Good, So Nice, etc), termasuk peluncuran varian produk baru dan perluasan jaringan distribusi. Selain itu, biaya keuangan juga naik 70% QoQ; +77% YoY, sejalan dengan kenaikan ST. bank loans untuk kebutuhan modal kerja khususnya bahan baku. Alhasil, laba bersih 3Q26, dibawah perkiraan pasar dikisaran ~Rp800-900 miliar.
Strategy dan prospek: Kami melihat pertumbuhan profitabilitas yang positif JPFA masih berlanjut di 4Q26/1Q27, didukung faktor seasonality yang menjaga stabilitas harga ayam. Adapun tekanan feed berpotensi berlanjut di 4Q namun relatif terjaga diimbangi kenaikan ASP lanjutan dengan menggunakan stock lama dan kemudian diperkirakan ternormalisasi di 1Q27 memasuki panen raya. Meski begitu, perlu dicermati kenaikan biaya keuangan ditengah suku bunga yang tinggi, yang berpotensi menahan pertumbuhan laba bersih Perseroan.
Rekomendasi: Kami mempertahankan rekomendasi BUY namun menurunkan TP ke Rp2.300 (implied PE 5,9x di 2027F) setara dengan -1x std. deviasi PE 5 tahun terakhir dari sebelumnya di Rp2.750, mempertimbangkan kinerja 3Q26 yang dibawah ekspektasi dan melakukan penyesuaian kembali pada estimasi laba bersih 2027F. Valuasi JPFA masih menarik, mengingat P/E perseroan sudah sangat terdiscount dari level 11x pada 2021 ke 5,1x per Oct-26, ditengah fundamental yang masih tumbuh positif.
Full Report: https://pans.id/ResultSnapshotJPFA_3Q26

