Kembali
Result Snapshot : BIRD (BUY - TP: Rp1.900): Solid
Oleh Tim Riset Panin SekuritasKinerja BIRD di 3Q26 tengah menghadapi tantangan seiring meningkatnya persaingan di industri ride-hailing dan ekspansi layanan Bluebird Prime yang kemudian meningkatkan biaya operasional karena membutuhkan lebih banyak driver untuk operasional armada baru dan lainnya. Dengan demikian, laba bersih BIRD tercatat sebesar Rp149 miliar di 3Q26 (-9,7% QoQ; +1,3% YoY) setara Rp470 miliar di 9M26 (-2,7% YoY) in-line dengan estimasi kami, di bawah estimasi konsensus (PANS: 72,4%; Cons: 67,6%; Avg. 5yrs: 73,6%).
Positive catalyst: Layanan terbaru BIRD, Bluebird Prime mencatat ARPV Rp1,1 juta di Sep-26 (total fleet: 900; utilisasi: ~93%; guidance: 85 â?? 87%), kami mengapresiasi kinerja positif tsb meski kontribusinya masih terbilang kecil terhadap total pendapatan segmen Taksi, adapun kami mengestimasikan kontribusi ~2% terhadap total pendapatan segmen Taksi di 26F (estimasi beroperasi ~168 hari sejak launching) dan meningkat bertahap di 27F seiring ekspansi armada yang berkelanjutan.
Strategi dan fokus: Per 9M26, perseroan telah menyerap Capex sebesar ~Rp1,3 triliun yang sebagian besar digunakan untuk peremajaan dan ekspansi armada (target di 26F: Rp1,5 â?? 1,9 triliun). Di samping itu, Manajemen tengah fokus pada scale-up layanan Bluebird Prime yang berpotensi meningkatkan ARPV sekaligus sebagai bentuk diversifikasi segmen Taksi, didukung optimalisasi aset existing ke segmen dengan utilisasi yang lebih tinggi, serta penambahan armada baru. Di sisi lain, optimalisasi MyBluebird juga menjadi concern untuk tetap menjaga market GoldenBird yang tengah melambat, diikuti dengan cost dicipline di tengah meningkatnya kompetisi ride-hailing yang kami nilai berpotensi membawa perbaikan pada core profit, sehingga earnings growth ke depan tidak bergantung lagi pada disposal aset.
Rekomendasi: BUY dengan penyesuaian target price menjadi Rp1.900 (implied EV/EBITDA 4,11x di 27F), sebelumnya Rp2.200, didorong oleh: 1) potensi meningkatnya produktivitas dan utilisasi armada pasca peremajaan selesai, 2) potensi positif dari layanan taksi terbaru, Bluebird Prime, dan 3) prospek pertumbuhan segmen non-Taksi didukung oleh Shuttle dan Bigbird korporasi. Meski patut dicermati terkait meningkatnya kompetisi ride-hailing yang berpotensi meningkatkan direct cost sekaligus menekan availability driver.
Selengkapnya: https://pans.id/ResultSnapshotBIRD_3Q26

