Kembali
Result Snapshot 3Q26: ASII (BUY - TP: Rp6.100): Im
Oleh Tim Riset Panin SekuritasKinerja: overall positif dengan laba bersih Rp9,07 triliun di 3Q26 (+35,7% QoQ; +1,2% YoY). Kenaikan laba yang signifikan di 3Q didorong oleh perbaikan segmen HEMCE (kontribusi laba: 25%) seiring perbaikan segmen emas akibat ramp-up produksi tambang Martabe serta kenaikan segmen kontraktor dan alat berat akibat revisi RKAB di Jul-26, sementara segmen Otomotif (kontribusi laba: 43%) juga mencatatkan performa positif sejalan dengan pertumbuhan industri 4W domestik di 9M26 (+20,9% YoY; vs penjualan mobil ASII +12,8% YoY).
Segmen pendapatan: segmen Otomotif mencatat penjualan Rp35,6 triliun di 3Q26 (+7,6% QoQ; +11,1% YoY; kontribusi: 41%) dengan laba bersih Rp3,9 triliun (+9,2% QoQ; +6,7% YoY) relatif resilien meski tekanan kompetitif dari xEV terus meningkat, didukung ekspansi pada lini mobil hybrid (marketshare ASII di segmen hybrid ~70%), sementara segmen HEMCE mencatat penjualan Rp10,6 triliun (+9,3% QoQ; +11,4% YoY; kontribusi: 37%) dengan laba bersih Rp2,3 triliun (+1.038% QoQ; +10,3% YoY) tumbuh signifikan seiring perbaikan segmen emas dan kenaikan segmen kontraktor serta alat berat. Di samping itu, segmen Finansial mencatat pendapatan Rp9,3 triliun (+8% QoQ; +9,3% YoY) dengan laba bersih Rp2,5 triliun (5,6% QoQ; +6,3% YoY) didorong peningkatan portofolio pembiayaan konsumen.
Strategi dan prospek: Manajemen berfokus pada 1) upaya mempertahankan dominasi market share otomotif nasional di level ~50%, 2) ekspansi lini HEV, 3) diversifikasi alat berat ke sektor non-tambang, dan 3) ekspansi portofolio pembiayaan di segmen Finansial.
Kami tetap merekomendasi BUY untuk ASII dengan penyesuaian target price menjadi Rp6.100 (implied P/E 7,63 di 27F) seiring: 1) ramp-up tambang Martabe, 2) solidnya segmen kontraktor pasca revisi RKAB, 3) pemulihan industri 4W, 4) prospek positif dari harga CPO global di tengah katalis implementasi B50, 4) kontribusi laba yang stabil dari Financial Services, dan 5) valuasi yang atraktif, meski patut dicermati terkait risiko suku bunga tinggi, pelemahan IDR/USD, meningkatnya persaingan dengan xEV, dan market share penjualan alat berat yang terus tertekan.
Selengkapnya: https://pans.id/ResultSnapshotASII_3Q26

